Pengurangan Petugas Haji 2024 Jadi Tantangan

petugas-haji-indonesia_200406130225-221

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan pengurangan kuota petugas haji Indonesia menjadi tantangan tersendiri terhadap penanganan jamaah haji lanjut usia (lansia) pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Menteri Yaqut di Jakarta, Senin, mengatakan untuk penyelenggaraan haji tahun depan, Arab Saudi hanya akan memberikan kuota petugas haji Indonesia sebanyak 2.000 orang.

Jumlah kuota tersebut berkurang sebesar 50 persen dari sebelumnya mencapai sebanyak 4.200-4.600 orang petugas haji Indonesia.

"Karena berkurangnya 50 persen jelas menjadi tantangan untuk jamaah lanjut usia Indonesia," kata dia.
Meski demikian, Yaqut menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya secara maksimal untuk mencarikan solusi terkait kuota petugas.

Mulai dari pembahasan persiapan internal terkait penambahan kuota petugas hingga menjalin komunikasi dengan otoritas haji Arab Saudi.

Pasalnya, petugas haji memiliki peran sentral yang memastikan seluruh jamaah haji Indonesia dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah rukun Islam kelima itu secara lancar hingga kembali ke Tanah Air.

"Kuota yang lalu pun belum bisa apalagi dikurangi. Idealnya 1:50 namun kuota yang dihitung 1:100, ini akan kami upayakan," ujarnya.

Kementerian Agama mengkonfirmasi pada musim haji 2023 sebanyak 774 haji wafat dan satu orang hilang di Tanah Suci, sementara sekitar 30 orang lainnya meninggal dunia setelah tiba di Indonesia, yang rata-rata merupakan jamaah haji lansia.

Untuk mengurangi kasus jamaah wafat maupun sakit, Kementerian Agama sudah menyiapkan skema yang memprioritaskan penerapan persyaratan kemampuan (istitha'ah) kesehatan jamaah haji bersama Kementerian Kesehatan.

Penerapan skema itu akan dilakukan kepada calon peserta haji melalui penyuluhan kesehatan serta bimbingan manasik haji dan melibatkan peran serta masyarakat atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah dan organisasi masyarakat Islam.

Menag Usulkan Biaya Haji 2024 Rp 105 Juta Per Jamaah

081696500-1698062857-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan usulan rata-rata Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) per jamaah pada tahun depan sebesar Rp105.095.032,34. Anggaran tersebut nantinya akan dibagi dalam dua komponen, yaitu komponen yang dibebankan langsung kepada Jemaah Haji (Bipih/Biaya Perjalanan Ibadah Haji) dan komponen yang dibebankan kepada dana nilai manfaat (optimalisasi).

"Untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi, pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jamaah Rp105.095.032," ujar Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Angka usulan BPIH tersebut lebih besar dari penetapan tahun sebelumnya sebesar Rp 90.050.637,26 per jamaah haji. Namun untuk formulasi Bipih dan nilai manfaat untuk penyelenggaraan 1445H/2024M belum diputuskan.

Dalam menyusun usulan BPIH, kata Yaqut, pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar kurs dollar terhadap rupiah sebesar Rp16 ribu. Sedangkan asumsi nilai tukar SAR terhadap rupiah sebesar Rp 4.266.

"Pemerintah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH, sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik, dengan biaya yang wajar," ucap dia.

 

Yaqut menuturkan, BPIH digunakan untuk membiayai beberapa komponen, di antaranya biaya penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan di embarkasi, debarkasi, imigrasi, layanan Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina), premi asuransi, pelindungan, dokumen perjalanan, living cost, dan pembinaan jemaah haji.

 

"Komponen biaya penerbangan haji disusun per embarkasi dengan memperhatikan jarak dari masing-masing embarkasi ke Arab Saudi," kata Yaqut.

 

Dalam rapat kerja tersebut, Kemenag dan DPR juga sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) BPIH tahun 1445 H/2024 M. Kesepakatan ini menjadi keputusan Rapat Kerja yang dipimpin Ketua Komisi VIII Ashabul Kahfi tersebut. Panja BPIH 1445 H/2024 M nantinya akan diketuai Moekhlas Sidik.

 

“Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama bersepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) tentang BPIH tahun 1445 H/2024 M serta secepatnya dapat memulai pembahasan mengenai asumsi dasar dan komponen BPIH,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, sebelum menutup rapat kerja.


Masih Usulan Awal, Biaya Haji Rp 105 Juta akan Dibahas Panja

070214000-1693811803-830-556

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/ 2024 M dengan rata-rata sebesar Rp 105 juta. Sesuai mekanisme pembahasan biaya haji, usulan ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kepada DPR dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII di Jakarta, Senin, (13/11/2023).

Rapat Kerja ini mengagendakan pembahasan tentang Pembicaraan Pendahuluan BPIH dan Pembentukan Panja (Panitia Kerja) BPIH Tahun 1445 H/2024 M. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi menyepakati Moekhlas Sidik sebagai Ketua Panja yang akan memimpin serangkaian rapat pembahasan tentang biaya haji 2024.

"Pemerintah kemarin menggelar rapat kerja dengan Komisi VIII membahas biaya haji. Siklusnya memang pemerintah mengajukan usulan biaya haji. Kita usulkan BPIH sebesar Rp105 juta per jamaah. Usulan ini yang akan dijadikan bahan pembahasan oleh Panja untuk nantinya disepakati berapa biaya haji tahun 2024,” kata Menag Yaqut melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Selasa (14/11/2023).

 

Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh mengatur bahwa BPIH adalah sejumlah dana yang digunakan untuk operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji. Pasal 44 menyebutkan bahwa BPIH bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji yang harus dibayar jamaah (Bipih), anggaran pendapatan dan belanja negara, Nilai Manfaat, Dana Efisiensi, dan sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Jadi ini masih usulan awal yang akan dibahas di Panja. Kalau sudah ditelaah dan dikaji harga-harga di lapangan, baru disepakati dan ditetapkan berapa yang dibayar jamaah haji (Bipih) dan berapa yang diambilkan dari nilai manfaat setoran awal jamaah,” ujar Menag Yaqut.

 

Menurut Menag, ada yang berbeda dalam skema pengusulan biaya haji 2024 dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah dalam Raker DPR kemarin hanya mengusulkan besaran BPIH-nya saja. Pemerintah tidak lagi menghitung komposisi besaran Bipih yang akan dibayar jamaah dan nilai manfaat.

 

“BPIH yang diusulkan pemerintah ini selanjutnya akan dibahas secara lebih detail setiap komponennya oleh Panja BPIH. Setelah BPIH disepakati, baru akan dihitung komposisi berapa besaran Bipih yang dibayar jamaah dan berapa yang bersumber dari nilai manfaat,” jelas Menag Yaqut.

 

Sebagai informasi, Pemerintah pada 2023 mengusulkan BPIH dengan rata-rata sebesar Rp 98.893.909. Setelah dilakukan serangkaian pembahasan melalui Panja BPIH dan peninjauan harga, pada akhirnya disepakati BPIH 2023 rata-rata sebesar Rp 90.050.637, dengan asumsi kurs 1 Dolar AS sebesar Rp 15.150 dan 1 Riyal Arab Saudi sebesar Rp 4.040. Selanjutnya, disepakati biaya Bipih yang dibayar jamaah pada 2023 rata-rata sebesar Rp 49.812.700 (55,3 persen), sedang yang bersumber dari nilai manfaat sebesar rata-rata Rp 40.237.937 (44,7 persen).


Indonesia Dapat 20 Ribu Lagi Kuota Haji Tambahan, Bagaimana Pembagiannya? Ini Kata Menag

cropped-Logo-Kemenag-1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, Indonesia telah mendapatkan tambahan kuota haji untuk 1445 H atau 2024 sebanyak 20 ribu jamaah. Kuota tambahan tersebut diperoleh setelah kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi beberapa waktu lalu.

"Tambahan kuota haji Indonesia sebanyak 20 ribu, rencananya akan kami bagi untuk jamaah haji reguler sebanyak 18.400 jamaah atau setara 92 persen. Dan kuota haji khusus sebanyak 1.600 yang setara dengan 8 persen," ujar Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senin (6/11/2023).

Tambahan kuota haji reguler dibagi berdasarkan proporsi jumlah daftar tunggu calon jamaah  haji antarprovinsi. Saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kerajaaan Arab Saudi untuk memastikan dan mendorong agar tambahan kuota tersebut segera masuk ke dalam e-hajj.

"Jika tambahan kuota haji dapat dipastikan dalam waktu dekat sebelum pelunasan, maka pembagian kuota tersebut akan kami lakukan bersamaan dengan kuota normal, yaitu kuota haji reguler sebanyak 221.720. Dengan rincian kuota normal 203.320 dan kuota tambahan 18.400," ujar Yaqut."Adapun kuota jamaah khusus sebanyak 19.280 dengan rincian kuota normal 17.680 dan kuota tambahan 1.600," sambungnya.

Adapun sebelum penambahan tersebut, kuota jamaah  haji Indonesia sebanyak sebanyak 221 ribu jamaah . Kuota itu terdiri atas 203.320 jamaah  haji reguler, 17.680 jamaah  haji khusus, dan untuk petugas sebanyak 4.200 kuota.

Sementara itu, kuota tambahan akan diisi oleh calon jamaah  haji dengan sejumlah kriteria. Pertama adalah calon jamaah  haji reguler nomor urut berikutnya. Kedua, belum pernah menunaikan ibadah haji.

"Atau sudah pernah menunaikan ibadah haji paling singkat 10 tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir, dan berusia paling rendah 18 tahun pada tanggal 13 Mei 2024 saat kloter pertama terbang atau sudah menikah," ujar Yaqut.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan oleh-oleh dari kunjungannya ke Arab Saudi berupa tambahan kuota haji 1445 H/ 2024 M sebanyak 20 ribu jamaah. Tambahan kuota diberikan sebagai salah satu hasil pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Muhammad bin Salman.

Yaqut sendiri sebelumnya bersyukur atas adanya tambahan kuota haji. Menurutnya, info tambahan kuota adalah kabar yang menggembirakan sekaligus menjadi tantangan.

"Kita bersyukur presiden menyampaikan secara khusus, Indonesia mendapat tambahan kuota dari Pangeran Muhammad bin Salman, minimal 20 ribu. Ini kebahagiaan sekaligus tantangan," kata Menag Yaqut usai melepas jalan santi peringatan Hari Santri 2023 di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/10/2023).

Kemenag: Manasik Haji 2024 akan Diisi Latihan Fisik

075232600-1687417471-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan kegiatan manasik untuk penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi tidak hanya menekankan pada bacaan atau doa-doa, tetapi diisi juga oleh latihan fisik.

"Orientasi manasik kita selama ini lebih ke bacaan dan hafalan doa. Kami coba perkenalkan manasik juga latihan fisik. Sebelum bermanasik, jamaah diminta jalan kaki dulu," ujar Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat (3/11/2023).

Arsad mengatakan ibadah haji adalah ibadah fisik, disamping memanjatkan doa. Karena itu, jamaah calon haji perlu mempersiapkan kemampuan fisik saat akan menjalani ibadah haji.

Kemampuan fisik ini berkaitan dengan isu kesehatan jamaah (istithaah) yang menjadi salah satu perhatian Kemenag dalam melakukan persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menggelar mudzakarah yang secara khusus membahas tentang syarat istithaah (kemampuan) kesehatan jamaah calon haji.

Mudzakarah Perhajian, kata Arsad, telah menghasilkan sembilan rekomendasi dan menitikberatkan kepada penguatan istithaah kesehatan jamaah calon haji.

Salah satu rekomendasi itu adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar menerapkan istithaah kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jamaah Haji atau perubahannya.

Kemenkes juga agar melakukan pemeriksaan lain yang meliputi kesehatan jiwa, kognitif, dan kesehatan Activity Daily Living (ADL).

"Kemenkes juga direkomendasikan menyempurnakan aplikasi Siskohatkes untuk penetapan istithaah kesehatan jamaah haji," kata Arsad.

Menurutnya, istithaah kesehatan akan menjadi perhatian bersama pemerintah, jamaah, dan juga masyarakat.

Kemenag dan Kemenkes secara berjenjang akan memberikan edukasi dan sosialisasi tentang istithaah kesehatan haji kepada calon peserta haji melalui penyuluhan kesehatan serta bimbingan manasik haji dengan melibatkan peran serta masyarakat, Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU), dan ormas Islam.


5,6 Juta Jamaah Rasakan Manfaat Layanan di Masjid Nabawi

umat-muslim-berdoa-saat-berziarah-ke-makam-nabi-muhammad_230617092716-666

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Lebih dari 5.613.215 jamaah dan pengunjung melaksanakan shalat di Masjid Nabawi di Madinah pada pekan lalu.

Dilansir dari laman Arab News pada Kamis (2/11/2023), jamaah dan pengunjung dikelilingi oleh sejumlah layanan yang memenuhi kebutuhan mereka, seperti layanan lapangan dan bimbingan, layanan air, transportasi, makanan berbuka bagi yang sedang berpuasa. Mereka juga diatur keluar masuk melalui 100 pintu di seluruh Masjid Nabawi.

Hal ini terungkap dalam laporan statistik yang dikeluarkan oleh Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mengenai layanan paling menonjol yang diberikan kepada jamaah selama periode 23 hingga 30 Oktober 2023. Laporan tersebut menunjukkan 119.651 jamaah laki-laki dan 117.382 jamaah perempuan telah melaksanakan shalat di Rawdah Al Sharif.

Di samping itu, sebanyak 458.298 pengunjung mendapat kehormatan untuk menyambut Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan kedua sahabatnya radhiyallahu 'anhuma. Laporan statistik mengungkapkan 17.330 pengunjung mendapat manfaat dari layanan yang tersedia untuk orang lanjut usia dan penyandang disabilitas di tempat-tempat yang ditentukan untuk kategori ini di Masjid Nabawi selama sholat lima waktu.

Selain itu, 2.642 pengunjung memperoleh manfaat dari layanan komunikasi yang tersedia dalam berbagai bahasa. Sementara Perpustakaan Masjid Nabawi telah menerima 10.186 penerima manfaat selama waktu yang tersedia untuk memanfaatkan layanan ilmu perpustakaan dan publikasi ilmiah.

Sementara untuk museum dan pameran, telah menyambut 3.631 pengunjung untuk mempelajari tahapan arsitektur Masjid Nabawi dan layanan yang tersedia untuk melayani pengunjungnya.

Layanan yang disebutkan dalam laporan tersebut juga mencakup penyediaan 63.438 layanan transportasi lansia dan wanita melalui mobil golf dari halaman hingga gerbang Masjid Nabawi. Sekitar 82.600 botol air zamzam disediakan untuk jamaah selama waktu berbuka puasa dan sepanjang hari. Sebanyak 124.276 porsi makanan berbuka puasa disediakan untuk jamaah puasa di tempat yang telah ditentukan.

Laporan tersebut mengungkapkan sekitar 6.145 layanan bimbingan diberikan. Selanjutnya, terdapat 4.711 penerima manfaat yang memanfaatkan kesatuan nomor dan platform komunikasi untuk melayani pengunjung Masjid Nabawi.


Kemenag dan DPR akan Bahas Biaya Haji 2024 Bulan Depan

jamaah-melakukan-tawaf-di-depan-kabah-di-masjidil-haram_230910150143-334 (1)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) sudah mulai melakukan berbagai tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2024. Pada bulan depan, Kemenag dan Komisi VIII DPR RI juga akan mulai membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Prof Hilman Latief mengatakan, dalam mempersiapkan ibadah haji 2024 pihaknya sudah melakukam pertemuan dengan Pemerintah Arab Saudi.

"Insya Allah kami sudah melakukan pertemuan awal dengan Kerajaan Saudi, khususnya di Kementerian Haji dan Umrah tentang kuota, tentang skenario dan jadwal, dan kami saat ini secara internal sedang merumuskan biaya haji haji tahun depan," ujar Hilman saat ditemui usai menjadi pembicara Konferensi Haji Internasional ke-5 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jumat (27/10/2023).

Setelah dibahas secara internal, menurut dia, kemudian Kemenag akan membahasnya bersama DPR. Menurut dia, besaran biaya haji 2024 tersebut rencananya akan dibahas pada November 2023. "(Dibahasnya) mungkin bulan depan dengan DPR," ucap Hilman.

Saat ditanya apakah biaya Haji 2024 akan kembali mengalami kenaikan, Hilman belum dapat memastikan. "Belum tahu," katanya.

Pada penyelenggaraan ibadah haji 2023 sendiri, pemerintah dan DPR menetapkan bahwa rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 90.050.637,26.

BPIH 2023 itu terdiri dari rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jamaah haji sebesar Rp 49.812.700,26 atau 55,3 persen dari total BPIH. Sedangkan nilai manfaat yang ditanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) rata-rata Rp 40.237.937 atau 44,7 persen.

BPKH Kampanyekan Haji Usia Muda

logo-badan-pengelola-keuangan-haji_220209164135-998 (2)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengkampanyekan pentingnya melakukan perencanaan keuangan dalam merencanakan haji sejak usia muda.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander di Batusangkar, Sabtu, mengatakan sosialisasi itu dinilai penting karena tahun 2023 adalah tahun yang berat bagi jamaah haji Indonesia. Lebih dari 830 orang meninggal dunia dan mayoritas adalah lanjut usia (lansia).

"Sementara tahun ini 61 ribu lebih jamaah haji lansia di atas 65 tahun, sehingga pendaftaran haji harus lebih cepat untuk melakukan finansial planning merencanakan haji sejak muda. Apalagi kalau bisa haji muda bersama keluarga," kata anggota BPKH Harry Alexander.

Harry mengatakan, saat ini ada sekitar 17 juta calon jamaah haji potensial di Indonesia yang ekonominya mampu dan kesehatannya juga mampu.

"Kita berharap 17 juta orang ini bisa mendaftar haji selagi masih muda, dan kita harapkan ke depan Kerajaan Arab Saudi akan menggandakan kuota untuk Indonesia bisa mencapai 1 juta orang," kata Harry.

Sementara untuk data jamaah haji yang sedang menunggu, kata dia, ada sebanyak 5,3 juta orang, jumlah itu cukup besar tapi tidak sebesar warga Indonesia yang beragam Islam yang berjumlah 230 juta orang.

Dia menyebut, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang animo masyarakatnya menunaikan ibadah haji cukup tinggi, ada 1.000 calon haji berangkat dari Sumbar setiap tahunnya.

Kemudian dalam sosialisasi haji muda di Sumatera Barat, kata dia, BPKH menggandeng Diniyyah Putri Padang Panjang dengan hadir pada perayaan satu abad Diniyyah.

"Kita menjadikan momen bahwa "young muslimah strong muslimah" bisa merencanakan agar bisa membeli masa depan termasuk bisa berangkat haji dari sejak muda," katanya.


BPKH Berbagi Perspektif Keuangan Haji dalam Konferensi Haji Internasional

jamaah-haji-lansia-dan-berkebutuhan-khusus-dalam-proses-pengantaran_230918162455-116

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Konferensi Haji Internasional ke-5 di Convention Centre (JCC), Kawasan GBK, Jakarta, Jumat (27/10/2023). Konferensi ini digelar untuk memberikan perspektif kepada masyarakat tentang penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaaan keuangan haji.

Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah berharap konferensi ini merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10.

"Tujuan dari diadakannya International Hajj Conference ini untuk memberikan perspektif kepada masyarakat terkait dengan penyelenggaraan haji maupun pengelolaan keuangan haji sendiri," ujar Fadlul saat diwawancara di lokasi acara, Jumat (27/10/2023).

Konferensi terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama membahas tentang investasi langsung (direct investment) di ekosistem perhajian. Menurut dia, ekosistem haji menjadi peluang bagi BPKH untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji.

Pada sesi kedua, konferensi ini membahas tata kelola mengenai keuangan Islam Indonesia dan internasional. Terkait hal ini, menurut Fadlul, saat ini BPKH adalah salah satu pemain terbesar di dalam keuangan syariah di Indonesia baik di perbankan maupun di surat berharga utamanya Sukuk atau SBSN.

"Sehingga di luar itu kita juga seperti yang kita ketahui kewajiban kita untuk membayar penyelenggaraan ibadah haji itu saat ini presentasi terbesar adalah di dalam mata uang Saudi riyal," ucap Fadlul.

Karena itu, lanjut dia, Indonesia harus memiliki salah satu instrumen keuangan yang bisa memfasilitasi kebutuhan untuk pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji dalam Saudi Riyal.

"Tentu saja Saudi Riyal ini hingga saat ini masih di pack atau sangat dekat dengan dolar AS. Artinya kalau ada satu instrumen yang bisa menciptakan likuiditas dan memberikan return yang optimal bagi pengelolaan keuangan haji, khususnya untuk Indonesia ini akan menjadi salah satu yang opsional dan menjadi salah satu yang menarik bagi BPKH-nya sendiri," jelas Fadlul.

"Oleh karena itu kita melihat apakah pengelolaan keuangan ini dari sisi governance melalui equity manajemen ini bisa memberikan kemaslahatan bagi dana yang dikelola di calon jamaah haji Indonesia," kata dia.

Dalam konferensi ini, BPKH menghadirkan beberapa pembicara. Di antaranya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Prof Hilman Latief, Anggota Badan Pelaksana BPKH Arief Mufraini, dan Executive Director of Business Center Ministry of Investment Saudi Arabia Khaled Al Shedd.

Prof Hilman Latif menyambut baik konferensi internasional tentang perhajian ini. Apalagi, menurut dia, BPKH sudah memiliki bisnis dari Arab Saudi, yaitu BPKH Limited.

"Kami dari Kemenag menyambut baik dari forum diakusi ini, dan apalagi BPKH sudah memiliki suatu lembaga bisnis dari Saudi, BPKH Limited, dan ini konteksnya sharing dengan berbagai stakeholder, termasuk juga dari Saudi, terkait dengan kemungkinan-kemungkinan investasi dan sebagainya," kata Prof Hilman.


Al-Jasser: Saudi Target 30 Juta Peziarah Haji dan Umroh per-Tahun

jamaah-melakukan-tawaf-di-depan-kabah-di-masjidil-haram_230910150143-334 (1)

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kerajaan Arab Saudi diketahui memiliki misi dan cita-cita yang besar untuk mendiversifikasi pendapatannya. Salah satu yang digaungkan adalah menggaet lebih banyak peziarah dan wisatawan.

Menteri Perhubungan dan Logistik Saudi, Eng. Saleh Al-Jasser, mengatakan Arab Saudi memiliki target untuk meningkatkan jumlah jamaah haji dan umrah menjadi lebih dari 30 juta. Sementara untuk wisatawan, angkanya menjadi lebih dari 100 juta dalam setahun.

“Ini adalah bagian dari pencapaian tujuan ambisius Visi Kerajaan 2030,” kata dia saat berbicara pada sesi dialog di Forum Investasi Saudi-Eropa, dikutip di Saudi Gazette, Selasa (24/10/2023).

Al-Jasser mengatakan Kerajaan akan melakukan investasi sebesar 1,6 triliun riyal Saudi (Rp 6.782 triliun) selama sepuluh tahun ke depan. Upaya tersebut dijalankan melalui kemitraan dengan sektor swasta dan sejumlah negara.

Fokus Arab Saudi saat ini disebut adalah menyediakan kehidupan berkualitas dan layanan interkoneksi bagi individu, tanpa mengulangi model tradisional atau tidak praktis.

 

Menteri Perhubungan ini juga menekankan, tingkat ambisi Saudi sangat tinggi. Kerajaan tersebut memiliki kemampuan yang tinggi, selain kader nasional yang kompetitif.

 

“Kami telah mengembangkan dua pusat penerbangan penting dan mendukung kebutuhan warga, selain menghubungkan Kerajaan dengan negara-negara di seluruh dunia melalui 250 tujuan wisata,” lanjut dia.

 

Forum Investasi Saudi-Eropa tersebut dihadirkan sebagai upaya mengkaji peluang investasi bersama, antara Arab Saudi dan negara-negara Uni Eropa di berbagai bidang. Termasuk di dalamnya untuk jasa transportasi dan logistik.

 

Hal ini juga bertujuan untuk mendorong investasi, meningkatkan hubungan dan integrasi ekonomi, selain memfasilitasi pertukaran pengetahuan.

 

Sebelumnya, Kerajaan Saudi secara resmi telah meluncurkan proyek pengoperasian Layanan Bus Antar Kota. Proyek ini termasuk dalam skala besar, yang menghubungkan 200 kota dan provinsi di seluruh Kerajaan.

 

Tiga aliansi global disebut akan mengoperasikan layanan tersebut, di wilayah konsesi masing-masing. Layanan ini akan menghubungkan 200 kota dan provinsi melalui 76 rute.

 

Adanya hal tersebut diproyeksi akan melayani lebih dari enam juta penumpang setiap tahunnya, dengan armada baru bus canggih yang dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan.

 

Saat peluncuran, Al-Jasser menyebut tujuan dari Layanan Bus Antar Kota ini adalah penumpang dengan beragam pilihan transportasi, memperlancar pergerakan antar kota dan provinsi, mengurangi emisi karbon, sekaligus meningkatkan keselamatan dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Otoritas Umum Transportasi (TGA) ini mengatakan, proyek Layanan Bus Antar Kota akan berkontribusi pada penciptaan lebih dari 35.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Di sisi lain, hal ini juga akan menambah produk domestik bruto (PDB) sebesar 3,2 miliar riyal Saudi.

Kemenag-Kemendag Bahas Syarat Penerimaan Daging Dam Haji dari Saudi

pengiriman-daging-kambing-dam-petugas-haji-dan-jamaah-haji_230725144455-872

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) membuat terobosan baru dalam pelaksanaan haji 1444 H/2023 M. Untuk pertama kalinya, daging dam haji amattu dari petugas dan jamaah haji dikirim dan dibagikan untuk masyarakat di Indonesia

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag pun terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, utamanya dalam memenuhi pemberkasan dan persyaratan penerimaan daging dam dari Arab Saudi tersebut.

"Kita berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk melengkapi pemberkasan dan persyaratan penerimaan daging dam dari Arab Saudi," ujar Dirjen PHU Hilman Latief dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Jumat (20/10/2023).

Hal ini ia sampaikan saat bertemu Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso. Di tahun ini, ia menyebut hewan dam dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang jumlahnya lebih dari 3.000 orang ini menjadi proyek percontohan.

"Mudah-mudahan pertemuan ini membawa hasil, sehingga pilot project pemanfaatan hewan Dam di tahun 2023 bisa menjadi penyemangat untuk melakukan pemanfaatan hewan Dam di tahun-tahun berikutnya dan dalam jumlah yang lebih besar," lanjut Hilman.

Dalam kesempatan yang sama, Budi Santoso mengatakan selama persyaratan-persyaratan yang ditentukan dapat dipenuhi, maka Kementerian Perdagangan akan menerbitkan rekomendasi berupa Surat Keterangan (Suket). "Kita akan membantu penerbitan Suket (surat keterangan) jika semua persyaratan telah dilengkapi. Apalagi jika daging Dam bisa masuk kategori hibah, maka perlakuannya berbeda dengan barang impor yang diperjualbelikan,” kata Budi.

Hadir dalam pertemuan ini Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid dan pejabat Ditjen PHU, Baznas, perwakilan KJRI Jeddah, serta vendor pengolahan daging dam.

Direktur Bina Haji Arsad Hidayat menambahkan pertemuan bersama jajaran Kementerian Perdagangan ini merupakan upaya Ditjen PHU. Hal ini utamanya untuk menindaklanjuti program terkait perbaikan tata kelola hewan dam, termasuk pengiriman ke Tanah Air.

"Kami coba koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, termasuk Bea Cukai," ujar dia.

Arsad menyebut, koordinasi ini merupakan salah satu upaya untuk kelancaran pengiriman dan penerimaan daging dam di Tanah Air. Dam yang dimaksud bisa yang diperoleh dari dam petugas maupun jamaah haji, sehingga pada saat tiba di Indonesia tidak ada kendala.

Menurut dia, pemanfaatan hewan dam dengan mengirimkannya ke Tanah Air perlu dilakukan mitigasi. Tujuannya agar tidak menjadi masalah pada saat daging tersebut tiba.

"Ini penting karena di 2024 nanti pengelolaan hewan dam dan pengirimannya ke Tanah Air tidak saja terbatas dam petugas haji, tapi juga dam untuk jamaah haji. Artinya jumlahnya akan jauh lebih besar. Ini perlu kita mitigasi supaya nanti lebih lancar dan prosesnya tidak terkendala," lanjut Arsad.


Kuota Haji Bertambah 20 Ribu, Menag: Kebahagiaan Sekaligus Tantangan

jamaah-haji-lansia-dan-berkebutuhan-khusus-dalam-proses-pengantaran_230918162455-116

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tambahan 20 ribu kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia bakal memangkas antrean haji di Tanah Air.

"Ini kebahagiaan sekaligus tantangan," ujar Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/10/2023).

Sebelumnya, Indonesia mendapat tambahan 20 ribu kuota haji untuk tahun 2024, dari pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman al-Saud.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN-GCC di Riyadh, pada Jumat, Jokowi menyampaikan secara terus terang tentang panjangnya antrean haji di Indonesia dengan adanya jamaah yang bahkan harus menunggu hingga 47 tahun.

Menurut Menag Yaqut, tambahan kuota ini menjadi kabar baik, namun di sisi lain juga menjadi tantangan karena harus disiapkan lebih baik dan cepat lagi.

Dengan penambahan ini maka total jamaah yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebanyak 241 ribu orang untuk penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi.

"Ini harus disiapkan lebih baik lagi. Tidak mudah menyiapkan keberangkatan 241 ribu orang, kalau ada tambahan 20 ribu," kata dia.

Yaqut mengaku pihaknya telah menggelar rapat virtual dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Mereka diminta untuk segera menyiapkan langkah seiring adanya penambahan kuota haji agar bisa didistribusikan secara berkeadilan.

"Nantinya tetap ada prioritas lansia. Jumlahnya saat ini kurang lebih ada 600 ribu orang lansia. Saya ingin ini supaya mereka juga bisa menjadi prioritas," kata Yaqut.


Penderita Diabetes Berencana Umroh? Perhatikan Tip Ini

047251600-1689724299-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Muslim penderita diabetes yang berencana melakukan umroh disarankan untuk mengikuti serangkaian saran yang diberikan otoritas Arab Saudi. Saran ini disampaikan oleh Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci.

Otoritas tersebut, yang bertanggung jawab atas dua situs paling suci umat Islam telah menyarankan umat Islam memulai ritual umroh di Masjidil Haram di Makkah setelah minum obat dan asupan makanan yang cukup.

Jamaah umroh disarankan menghentikan sementara ibadah umroh begitu merasakan penurunan kadar gula darah. Mereka juga harus melindungi kaki mereka saat berjalan dari potensi bahaya.

"Bawalah obat-obatan Anda saat Anda berada di Masjidil Haram," kata Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci, dalam sebuah pernyataannya saat berbicara kepada jamaah penderita diabetes, dilansir Gulf News, Sabtu (14/10/2023).

Saran lainnya, yaitu minum cukup air. Mereka juga disarankan secara umum untuk menggunakan alat cukur listrik dibandingkan silet serta mengenakan kaus kaki yang nyaman dan mencari bantuan medis di pusat kesehatan jika diperlukan.

Pedoman tersebut disorot ketika musim umroh mulai mendapatkan momentum di Arab Saudi. Arab Saudi mengharapkan sekitar 10 juta Muslim dari luar negeri untuk melaksanakan umroh selama musim umrah saat ini yang dimulai hampir tiga bulan lalu.

Musim haji dimulai setelah berakhirnya ibadah haji tahunan yang dihadiri sekitar 1,8 juta umat Islam. Jumlah tersebut untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah pembatasan terkait pandemi dicabut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam luar negeri untuk datang ke negara itu untuk menunaikan umrah. Umat Muslim yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, visa kunjungan dan turis diperbolehkan melakukan umroh dan mengunjungi Raudhah setelah memesan slot via elektronik.

Raudhah merupakan tempat di mana makam Nabi Muhammad SAW terletak di Masjid Nabawi. Pemerintah Saudi telah memperpanjang masa berlaku visa umroh dari 30 hari menjadi 90 hari.

Jamaah umroh diizinkan memasuki kerajaan melalui semua jalur darat, udara dan laut dan berangkat dari bandara mana pun. Jamaah haji perempuan tidak lagi diwajibkan didampingi oleh wali laki-laki. Kerajaan juga mengatakan ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk berhak mengajukan visa turis, apa pun profesinya, dan dapat menunaikan ibadah umroh.



Jamaah Haji 2024 Wajib Istithaah Kesehatan dan Finansial

052136400-1684918694-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menegaskan, penguatan istitha'ah menjadi hal yang wajib diperhatikan bagi calon jamaah haji yang akan berangkat haji tahun depan. Istita'ah yang dimaksud mencakup dua hal utama, yaitu istitha'ah kesehatan dan juga istitha'ah finansial.

"Penguatan istitha'ah bagi jamaah haji terus dikaji sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan haji yang lebih baik," ujar dia dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Sabtu (14/10/2023).

Maka dari itu, tahun ini calon jamaah haji disebut wajib istitha'ah, utamanya dari segi kesehatan dan juga finansial. Hal ini disampaikan Hilman dalam acara Penguatan Pengelolaan Haji dan Umrah untuk Peningkatan Kemandirian Pesantren dan Ekonomi Keumatan di IAIN Metro Bandar Lampung, Kamis (12/10/2023).

Hilman menjelaskan, haji merupakan ibadah fisik yang hanya bisa dilakukan dalam kondisi prima. Maka dari itu, calon jamaah (calhaj) juga diharapkan mampu mempersiapkan diri dari segi kesehatannya.
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2023, pemerintah khususnya Kementerian Agama mendapatkan situasi yang kompleks. Tercatat ada sekitar 61.000 jamaah haji lanjut usia (lansia) yang harus diberangkatkan.

Kondisi ini merupakan akibat dari dua tahun berturut-turut pada 2020 dan 2021 yang tidak ada pemberangkatan haji akibat Covid-19, serta pada tahun 2022 terdapat pembatasan. Hal ini menyebabkan semua jamaah haji lansia diberangkatkan di tahun 2023, ditambah kuota prioritas lansia menjadi 5 persen.

"Dalam Alquran, perintah haji selalu disertai dengan frase haji dilaksanakan bagi yang mampu. Mampu disini harus mampu secara fisik maupun secara biaya. Mengingat penyelenggaraan haji memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit," lanjut Hilman.

Terkait biaya haji, ia menjelaskan keberlanjutan pengelolaan keuangan haji ideal dapat tercapai jika nilai manfaat dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) memiliki presentase ideal 30 persen dan 70 persen.

"Istitha'ah biaya haji ini juga berpengaruh dengan keberlanjutan pengelolaan keuangan haji, yang mana jika nilai manfaat atau subsidi nilainya sama atau bahkan lebih tinggi daripada biaya haji yang dikeluarkan jamaah, maka stabilitas keuangan haji akan terganggu," kata dia.

Hilman pun menambahkan akan mengkaji nilai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dengan dasar yang kuat.

 Hal ini dimaksudkan agar terwujud keberlanjutan pengelolaan keuangan haji ideal, serta akan melakukan proses istita'ah kesehatan secara lebih ketat. Bahkan, ia menyampaikan pemeriksaan istitha'ah kesehatan 2024 akan dilakukan lebih awal sebelum pelunasan biaya haji.

Kuota Haji 2024 dari Jayapura Diperkirakan 20 Orang

penambahan-kuota-haji-ilustrasi-_200125131419-105

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura Steven A Wonmaly menyampaikan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Jayapura pada tahun 2024 diperkirakan kurang lebih 50 orang.

"Semua proses tahapan pendaftaran sudah berjalan dan kami berdoa supaya tidak ada masalah," katanya saat dihubungi dari Jayapura belum lama ini.

Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan kuota haji akan dilakukan berdasarkan nomor antrean dalam daftar tunggu haji.

"Lima puluh orang ini sudah masuk dalam daftar tunggu calon jamaah haji," katanya.

"Kita punya lansia sudah kita berangkatkan dengan jumlah yang cukup, dan tahun depan daftar tunggu yang ada itu diprioritaskan," ia menambahkan.

Pemerintah Indonesia mendapat kuota memberangkatkan 221.000 orang ke Tanah Suci pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2024.

Pemerintah sudah mulai mempersiapkan penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2024, termasuk merancang perbaikan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia.


Inilah Konsep Baru Pemeriksaan Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji 2024

076787400-1684737791-830-556

Gus Men, panggilan akrabnya, menyebut kondisi ini menjadi tantangan baru ke depan. Adapun perihal istitha'ah kesehatan, ia telah melaporkan hal ini kepada Presiden Joko Widodo.

Istitha'ah merupakan istilah dalam agama Islam, yang merujuk pada kondisi atau kemampuan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah di Makkah, Arab Saudi. "Terkait istitha'ah kesehatan ini, nanti akan disiapkan regulasinya oleh Kemenag dan Kemenkes untuk musim haji 1445H," kata Gus Men.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sudah menyiapkan konsep baru sistem pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji, yang akan diterapkan pada 2024. Konsep baru pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji yang telah disiapkan ini meliputi pemeriksaan MCU, kesehatan mental, kesehatan kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari dari calon jamaah haji.

"Pemeriksaan kesehatan mental ini dilakukan untuk mengidentifikasi demensia, orientasi daya ingat dan konsentrasi," ujar Budi.

Sementara, pemeriksaan kognitif diperlukan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir pada lansia. Ini adalah konsep baru pemeriksaan kesehatan yang akan ia terapkan pada penyelengaraan haji 1445H.

Ia menambahkan, dalam rentang 2018 hingga 2023, terdapat lima penyakit terbanyak yang dialami oleh jamaah haji Indonesia saat di rawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Lima penyakit itu, yakni pneumonia, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), infark, miokard akut dan Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Tidak berhenti di situ, ia juga menyatakan harapannya agar keberadaan program ini dapat mengurangi berbagai resiko yang mungkin terjadi, sehingga dapat dilakukan antisipasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak perbankan yang telah memberikan dukungan bagi layanan masyarakat ini. Menurutnya, peningkatan layanan ini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, terutama perbankan sebagai salah satu mitra pemerintah terhadap layanan haji.

“Kami sangat terbuka untuk semua layanan perbankan. Namun, memang untuk BPS Bipih ini sudah ditentukan harus Perbankan Syariah. Kerjasama ini diharapkan juga akan memperkuat pembangunan Zona Integritas di Kankemenag Kulon Progo,” kata Jamil.

Jamil juga meminta kepada Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam untuk melakukan sosialisasi program tersebut kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Langkah ini bisa dilakukan melalui rapat-rapat, forum kajian, maupun penyebaran informasi yang memanfaatkan berbagai media sosial.

Di kesempatan yang sama, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Mulyono berharap program layanan haji keliling tersebut dapat mendukung Program Haji SIAGA (Haji Sinau Agama) yang telah berjalan lebih dulu.

“Setelah launching ini kita skemakan layanan ke beberapa KUA. Nantinya masyarakat pendaftar haji dapat hadir di KUA terdekat sesuai jadwal," ucap dia.

Langkah ini disebut akan dilakukan dalam dua bulan ke depan. Setelah itu, pihaknya akan melakukan evaluasi di akhir tahun, untuk menentukan langkah selanjutnya dalam meningkatkan layanan di tahun mendatang.

“Untuk mendukung program ini kita telah menggandeng beberapa Bank Penerima Setoran. Antara lain Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank Sinarmas Syariah, serta Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Syariah,” kata Mulyono.

Saudi Berikan 219 Fasilitas Kesehatan Bersertifikat Halal

092940500-1682944078-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Menindaklanjuti Visi 2030 Arab Saudi, Kerajaan juga menaruh perhatian pada sektor halal kesehatan. Selaku bagian dari program transformasi sektor kesehatan, lebih dari 219 fasilitas telah mendapatkan sertifikat halal.

Pengumuman tersebut disampaikan saat peluncuran data di Pusat “Halal”. Hal ini merupakan salah satu inisiatif transformasi kesehatan yang berafiliasi dengan Otoritas Makanan dan Obat Saudi (SFDA).

Dalam program tersebut disampaikan bahwa terdapat lebih dari 62 badan yang memberikan sertifikasi halal. Di sisi lain, terdapat 13 inisiatif untuk mengkonsolidasikan posisi Arab Saudi dalam perekonomian halal.

Dilansir di Saudi Gazette, Kamis (12/10/2023), Pusat Halal Saudi ini memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa produk, baik makanan, obat-obatan, maupun kosmetik, bebas dari bahan apa pun yang bertentangan dengan hukum Islam.

Tidak berhenti di situ, lembaga ini juga memiliki peran yang berkisar pada pemberian dan penerbitan sertifikat halal, kepada perusahaan dan entitas terkait. Mereka juga bertugas melakukan penelitian khusus untuk mengembangkan pengendalian produk, serta mengaktifkan berbagai program pelatihan.

Pihak terkait menyampaikan bahwa peran pusat ini adalah untuk memastikan keamanan dan legalitas berbagai produk yang dikonsumsi individu di Arab Saudi.

Hal ini juga sekaligus mendukung aspirasi ambisius guna mencapai visi Saudi yang menginspirasi, utamanya dalam mencapai kepemimpinan global melalui referensi yang dapat diandalkan dan disetujui, dalam dunia makanan dan produk halal di seluruh dunia.

Pusat ini juga berupaya mencapai tujuan peningkatan pencegahan terhadap risiko kesehatan, yang merupakan salah satu tujuan Program Transformasi Sektor Kesehatan.

Untuk diketahui, Visi Saudi 2030 merupakan peta jalan Kerajaan Arab Saudi menuju masa depan yang berkelanjutan secara ekonomi. Hal ini memiliki fokus bahwa warga dan penduduknya menikmati hak yang sama dan standar hidup yang tinggi.

Visi tersebut resmi diluncurkan pada tahun 2017. Dengan dukungan dana yang kuat dari hasil diversifikasi ekonomi dan rakyat yang sangat mencintai pemimpinnya, Arab Saudi diharapkan muncul sebagai kekuatan dunia Islam yang akan melawan hegemoni Barat.

Mudzakarah Perhajian 2023 akan Bahas Syarat Istithaah Kesehatan Jamaah

075232600-1687417471-830-556

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Syarat istithaah kesehatan jemaah haji menjadi salah satu hasil rekomendasi Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Bandung awal September 2023. Rekomendasi syarat ini lantas akan dibahas dalam Mudzakarah Perhajian Nasional.

Kegiatan Mudzakarah Perhajian Nasional rencananya akan dilaksanakan dua kali, di Yogyakarta (18 - 20 Oktober 2023) dan Kediri (28 - 30 Oktober 2023). Sebagai tahap awal, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar kelompok diskusi terarah (FGD) untuk mengidentifikasi sejumlah persoalan yang akan dibahas.

Membuka FGD, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan, ada sejumlah isu strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji 2023 yang perlu diidentifikasi. Hal ini penting untuk dijadikan basis pengambilan kebijakan penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H.

Setidaknya, ia menyebut ada dua hal yang cukup menonjol, yaitu jamaah lanjut usia (lansia) dan syarat istithaah kesehatan. Berdasarkan data Siskohat, lebih 61 ribu jamaah lansia melaksanakan ibadah haji tahun 2023.

"Fenomena serupa akan terjadi pada 2024, jumlahnya sekitar 45 ribu jamaah lansia. Ini menjadi salah satu pertimbangan kita untuk melihat kembali kebijakan pelaksanaan manasik jemaah haji,” kata Arsad dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (10/10/2023).

Ia kemudian menyebut diperlukan penguatan pemahaman terkait Fiqh Taisir bagi jamaah haji lansia.

Isu kedua berhubungan dengan syarat istitha'ah kesehatan. Masalah ini disebut perlu mendapat perhatian serius dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Dari data Siskohat, diketahui angka kematian jamaah haji Indonesia tahun ini sangat tinggi dibanding dibanding tahun-tahun sebelumnya, mencapai 800 jamaah. Kebanyakan dari mereka masuk dalam kategori jamaah lansia yang memiliki gangguan kesehatan.

"Fakta ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam membahas syarat istitha'ah kesehatan. Terpenuhinya istitha’ah kesehatan, diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan ibadah haji," kata dia.

 

Dengan pemenuhan syarat istitha'ah kesehatan ini, ia menyebut jamaah nantinya juga akan merasa nyaman dalam beribadah dan dapat mengikuti setiap rangkaian ibadahnya.

Mengutip pesan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat Evaluasi Nasional Perhajian 2023, Arsad mengatakan pemeriksaan kesehatan jemaah tahun ini akan dilakukan sebelum tahap pelunasan biaya perjalanan haji.

“Jadi mereka yang berhak melunasi dan berangkat adalah mereka yang lolos pada seleksi kesehatannya, sehingga dapat dikatakan istitha’ah secara badaniyah,” ujar Arsad.

Isu-isu strategis ini disebut akan dibahas dalam Mudzakarah Perhajian Nasional Tahun 2023. Kegiatan tersebut akan dihadiri tokoh dan alim ulama, utusan Ormas Islam, kementerian terkait, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Mudzakarah Perhajian Nasional akan menghadirkan narasumber dari unsur ulama, pakar hukum Islam dan ahli kesehatan. Hasil dari Mudzakarah Perhajian Nasional akan menjadi pertimbangan dan dasar pemerintah membuat kebijakan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024, khususnya terkait penerapan istitha’ah kesehatan jamaah.  

Inilah Konsep Baru Pemeriksaan Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji 2024

petugas-kesehatan-sedang-menyuapi-jamaah-haji-lansia-yang-sedang_230622171053-116

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambangi Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (5/10/2023). Dalam kunjungannya kali ini, Menag bertemu dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Pertemuan ini dilaksanakan guna membahas skema baru penentuan istitha'ah kesehatan jamaah haji 1445H/2024M. Yaqut mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menginformasikan besaran kuota haji pada 2024 untuk Indonesia berjumlah 221 ribu jamaah.

Saat ini, Indonesia memiliki 500 ribu calon jamaah haji kategori jamaah lanjut usia (lansia). "Selain cuaca yang diprediksi masih ekstrem hingga lima tahun ke depan. Kita juga dihadapkan dengan berkurangnya jumlah petugas haji pada penyelengaraan haji 2024," ujar Menag dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (6/10/2023).

Gus Men, panggilan akrabnya, menyebut kondisi ini menjadi tantangan baru ke depan. Adapun perihal istitha'ah kesehatan, ia telah melaporkan hal ini kepada Presiden Joko Widodo.

Istitha'ah merupakan istilah dalam agama Islam, yang merujuk pada kondisi atau kemampuan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah di Makkah, Arab Saudi. "Terkait istitha'ah kesehatan ini, nanti akan disiapkan regulasinya oleh Kemenag dan Kemenkes untuk musim haji 1445H," kata Gus Men.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sudah menyiapkan konsep baru sistem pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji, yang akan diterapkan pada 2024. Konsep baru pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji yang telah disiapkan ini meliputi pemeriksaan MCU, kesehatan mental, kesehatan kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari dari calon jamaah haji.

"Pemeriksaan kesehatan mental ini dilakukan untuk mengidentifikasi demensia, orientasi daya ingat dan konsentrasi," ujar Budi.

Sementara, pemeriksaan kognitif diperlukan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir pada lansia. Ini adalah konsep baru pemeriksaan kesehatan yang akan ia terapkan pada penyelengaraan haji 1445H.

Ia menambahkan, dalam rentang 2018 hingga 2023, terdapat lima penyakit terbanyak yang dialami oleh jamaah haji Indonesia saat di rawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Lima penyakit itu, yakni pneumonia, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), infark, miokard akut dan Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Umrah Backpacker Dilarang, Padahal Saudi Membolehkan? Ini Kata Kemenag 

gerakan-umrah-backpacker-_181127162426-309

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan mensinkronkan aturan dengan regulasi di Arab Saudi soal umrah mandiri atau backpacker yang belakangan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk pergi ke Tanah Suci.

"Kita akan sinkronkan peraturan yang ada di kita dan yang ada di Kerajaan Saudi Arabia, karena gak bisa sepihak. Peraturan kita belum tentu compatible dengan peraturan yang ada di Kerajaan Arab Saudi," ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Yaqut mengatakan, selama ini tidak ada larangan bagi masyarakat yang ingin menunaikan umrah secara mandiri tanpa melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Tetapi yang patut dipertimbangkan saat akan umrah backpacker yakni tak ada jaminan kesehatan dan keselamatan. Masyarakat harus menanggung sendiri apabila mengalami kendala saat perjalanan.

Di sisi lain, kata dia, Pemerintah Arab Saudi juga saat ini tengah gencar mempromosikan wisata demi mewujudkan visi Saudi 2030, sehingga mereka membuka siapa saja untuk berkunjung ke Saudi.

"Bahwa intinya Pemerintah Saudi Arabia ingin semua orang yang masuk ke negerinya, baik itu kepentingan haji dan umrah, bisnis, wisata, dan kepentingan lain itu terjamin keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan," kata Menag Yaqut.

Menag Yaqut bercerita umrah backpacker ini juga ternyata dilakukan oleh seorang temannya. Namun, temannya tersebut sudah mengetahui prosesi ibadah, akomodasi, dan transportasi sehingga tak menjadi soal.

Berbeda dengan masyarakat lain yang belum pernah pergi ke Arab Saudi. Mereka kemungkinan akan kebingungan baik dari sisi prosesi ibadah, transportasi, dan akomodasi.

Kendati demikian Menag Yaqut tetap mengimbau masyarakat yang akan pergi umrah untuk menggunakan jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), utamanya yang telah terdaftar di Kemenag.

"Sehingga kalau ada apa-apa pemerintah bisa ikut memberikan perlindungan secara cepat," ucap Menag Yaqut


Kemenag Matangkan Konsep Pengelolaan Dam Jamaah Haji

037281300-1687419326-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama tengah mematangkan konsep perbaikan pengelolaan al-hadyu (Dam) jamaah haji agar bisa memberikan dampak besar kepada masyarakat di Indonesia.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan sebelumnya daging hewan Dam hanya didistribusikan ke warga Mekkah. Kini, daging itu bisa dikirim ke Indonesia.

"Fatwa ulama Indonesia mendorong pemanfaatan sebesar-besarnya hadyu tidak hanya di Saudi, tapi sampai ke Indonesia," ujar Hilman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pernyataan Hilman tersebut disampaikan di Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Ditjen PHU di Jakarta pada 4 hingga 6 Oktober 2023.

FGD ini diikuti sejumlah narasumber dari ahli fikih, ahli kesehatan, dan ulama perwakilan ormas Islam. Hasil FGD akan menjadi bahan diskusi para ulama dan pakar pada Mudzakarah Perhajian 2023.

Rekomendasi hasil mudzakarah juga akan digunakan untuk perbaikan penyelenggaraan haji ke depan. Selain Dam, istitaah kesehatan dan manasik haji bagi Lansia juga menjadi topik bahasan.

Hilman mengatakan perbaikan tata kelola Dam sudah mulai dilakukan Ditjen PHU Kemenag, khususnya Dam petugas, pada penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M.

Pelaksanaannya dilakukan dengan mengacu kepada ketentuan baru penyembelihan hewan Dam. Pembayaran Dam dilakukan secara kolektif.

Kemudian penyembelihan hewan Dam dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berizin. Daging Dam-nya kemudian dikirim ke Tanah Air.

Hal senada disampaikan Direktur Bimas Haji Arsad Hidayat. Menurutnya, penyembelihan Dam dan kurban dengan model baru melalui RPH berizin dan terpercaya akan memberi maslahat dari pada dilakukan sendiri-sendiri.

Selain dapat melaksanakan ibadah sesuai syariat, cara itu juga akan mendatangkan manfaat secara ekonomis bagi masyarakat luas di Tanah Air.

"Oleh karenanya, dukungan para ulama, parlemen, dan warga masyarakat sangat diperlukan untuk keberlangsungan dan keberhasilan program ini," kata dia.

BPKH Wacanakan Program Peningkatan Saldo Setoran Jamaah Haji

logo-badan-pengelola-keuangan-haji_220209164135-998

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah mewacanakan program peningkatan saldo setoran jamaah haji secara mencicil agar dapat mendekati biaya perjalanan haji. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Dengan Menteri Agama, BPKH dan Komisi VIII DPR RI pada Senin (2/10/2023).

Fadlul menjelaskan, keuangan haji yang dikelola BPKH meliputi dana penyelenggaraan ibadah haji (PIH) dan dana abadi umat (DAU). Net operasional dana PIH memperhitungkan penerimaan meliputi penerima setoran jamaah yang berangkat, pendapatan nilai manfaat dana PIH, pendapatan lainnya dan pengeluaran operasional yang meliputi penyaluran nilai manfaat melalui virtual account jamaah, beban operasional BPKH, baban hibah dan transfer biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

"Sampai tahun 2020 dan 2021 akumulasi nilai manfaat dana PIH secara berurutan adalah sebesar Rp 5,71 triliun dan Rp 13,18 triliun, kenaikan ini sebagaimana yang kita ketahui adalah akibat dari tidak adanya pengeluaran untuk penyelenggaraan ibadah haji karena pandemi Covid-19, kemudian pada 2022 akumulasi nilai manfaat meningkat menjadi Rp 15,54 triliun," kata Fadlul saat Raker Dengan Menteri Agama dan Komisi VIII DPR RI, Senin (2/10/2023).

Fadlul menjelaskan, pada posisi Agustus, net operasional dana PIH yaitu sebesar Rp 3,54 triliun dengan memperhitungkan beban pengeluaran terbesar, yakni pada transfer BPIH Rp 8,15 triliun.

Diproyeksikan pada akhir tahun 2023, net operasional dana PIH akan berkurang sebesar Rp 1,22 triliun. Dengan net operasional tersebut, akumulasi nilai manfaat yang sampai akhir tahun 2022 setelah terkumpul Rp 15,54 triliun akan terpakai, dan sisa akumulasi nilai manfaat akhir tahun 2023 menjadi Rp 14,32 triliun.

"BPKH berupaya meningkatkan nilai manfaat melalui investasi dalam rangka menjaga sustainabilitas keuangan haji, ke depannya diharapkan dengan adanya rasionalisasi melalui peningkatan rasio setoran jamaah terhadap BPIH dan penggunaan nilai manfaat yang sesuai dengan kemampuan keuangan haji," ujar Fadlul.

Fadlul mengatakan, dalam rangka peningkatan nilai manfaat tersebut BPKH akan berupaya untuk meningkatkan kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (Ditjen PHU). Dalam hal ini, melalui program peningkatan saldo setoran jamaah, baik secara mencicil agar dapat mendekati biaya perjalanan haji.

Fadlul menyampaikan, untuk DAU bahwa pada bulan Agustus 2023 penyaluran program kemaslahatan sebesar Rp 17,9 miliar. Ini lebih tinggi dibanding dengan penerimaan dana manfaat.

"Ke depannya prognosa akan terus kami lakukan realisasi dari distribusi nilai manfaat terhadap DAU utamanya akan berjalan sesuai apa yang diharapkan masyarakat," ujar Fadlul.

Arab Saudi Berencana Bangun 500 ribu Kamar Hotel Baru

003731200-1686289341-830-556

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Arab Saudi berencana membangun hingga 500 ribu kamar hotel baru sebagai upaya untuk mendiversifikasi perekonomiannya yang bergantung pada minyak. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata Saudi Ahmad Al Khatib, dilansir Gulf News, Kamis (28/9/2023).

Fasilitas baru ini akan dibangun oleh pemerintah di beberapa wilayah kerajaan, termasuk mega proyek futuristik Neom. "Kami sedang membangun tambahan 400 ribu hingga 500 ribu kamar utama baru, dan sektor swasta akan menambah lebih banyak kamar," kata Menteri Al Khatib.

Al Khatib mengatakan kerajaan tersebut telah menciptakan 200 ribu lapangan kerja di bidang pariwisata dalam empat tahun terakhir dan perlu menciptakan 800 ribu lapangan kerja lagi.

"Di Arab Saudi saja, kita perlu menciptakan 1 juta lapangan kerja dalam 10 tahun ke depan. Kita sudah menciptakan sekitar 200,00 lapangan kerja," tambahnya.

Al Khatib juga menyatakan kebanggaannya karena Arab Saudi menjadi tuan rumah acara pariwisata yang dihadiri oleh sekitar 500 pejabat dan pakar industri dari 120 negara. Motto Hari Pariwisata Sedunia 2023 adalah Pariwisata Ramah Lingkungan dan Investasi.

Arab Saudi menargetkan menerima 25 juta wisatawan asing tahun ini. Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan tersebut telah menawarkan serangkaian fasilitas yang dirancang untuk menarik lebih banyak wisatawan asing ke negara tersebut. Hal ini termasuk penerbitan visa turis pada saat kedatangan atau secara online untuk warga negara dari beberapa negara.

Pada Juli lalu, Arab Saudi meluncurkan visa elektronik kunjungan bisnis, yang dijuluki “visa investor kunjungan”, yang bertujuan untuk memfasilitasi perjalanan orang asing ke kerajaan tersebut untuk menjajaki peluang investasi di sana.

Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir telah memperkenalkan banyak fasilitas bagi umat Islam yang ingin datang ke negara tersebut untuk melakukan umroh atau ibadah haji lainnya.

Umat Muslim yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, visa kunjungan dan pariwisata diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana makam Nabi Muhammad SAW terletak di Masjid Nabawi di Madinah.

Adapun warga negara Saudi dapat mengajukan visa dengan mengundang teman-teman mereka di luar negeri untuk mengunjungi kerajaan dan melakukan umrah.

Arab Saudi juga telah mengeluarkan visa transit persinggahan, yang memungkinkan pemegangnya untuk melakukan umrah, mengunjungi Masjid Nabawi dan menghadiri berbagai acara di seluruh kerajaan. Visa transit empat hari berlaku selama 90 hari.

Kemenag Hasilkan Tujuh Rekomendasi Mitigasi Risiko Haji Khusus

075511500-1694049697-830-556 (1)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji khusus 1445 H/2024 M.

Kegiatan bertajuk Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus itu dilaksanakan di Depok, Jawa Barat.

Dalam materinya, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin menyampaikan perlunya persiapan ibadah haji khusus lebih awal. Menurut dia, mitigasi ini dipersiapkan karena akan ada kebijakan baru yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi tahun ini.

"Saat ini ada banyak kebijakan baru dari Arab Saudi yang harus diketahui. Pemerintah dan PIHK harus segera merespons, menyiapkan diri agar dalam pelaksanaan haji tahun 1445H dapat berjalan dengan lancar," kata dia dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Kamis (28/9/2023)

Nur Arifin menegaskan, kegiatan mitigasi risiko penyelenggaraan ibadah haji khusus penting dilaksanakan. Kepada para pimpinan asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), diharap dapat memberikan masukan sebagai bagian dari identifikasi masalah haji khusus.

"Potensi masalah yang akan muncul segera kita petakan, agar dapat dipersiapkan alternatif solusinya. Sehingga, mitigasi risiko menjadi bagian penting dari penyelenggaraan ibadah haji khusus," lanjut Nur Arifin.

Kegiatan tersebut diikuti 11 pimpinan asosiasi PIHK, perwakilan PIHK, kementerian lain terkait, serta peserta internal Kementerian Agama (Kemenag).

Adapun narasumber berasal dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah yang disampaikan oleh Staf Teknis Haji, Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, serta Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus.

Kegiatan diskusi kelompok terarah ini lantas menghasilkan tujuh rekomendasi pokok, yaitu:

1. Pemerintah perlu merespons kebijakan Arab Saudi tentang jumlah PIHK atau konsorsium PIHK yang dapat mengirimkan jamaah haji khusus tahun 1445 H dalam bentuk surat, yang dapat ditunjang dengan kajian kebijakan sederhana berdasarkan regulasi haji Indonesia, hasil evaluasi haji khusus, serta isu-isu terkini dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus

Surat tersebut lantas dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Kementerian Agama, Asosiasi PIHK, KUH Jeddah dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi

2. Kemenag secara paralel melakukan percepatan KMA Kuota Haji Khusus 1445 H yang terpisah dari KMA Kuota Haji Reguler, Keputusan Dirjen (Kepdirjen) mekanisme pelunasan Bipih Khusus, sampai dengan operasional penyelenggaraan ibadah haji khusus 1445H

3. Kemenag, KUH dan Asosiasi segera melakukan penjajagan kontrak layanan dengan penyedia layanan masyair. Proses tersebut dapat dilaksanakan di Arab Saudi atau diundang ke Indonesia

4. Perlu kesepahaman antar K/L dalam mencegah keberangkatan haji non-prosedural (visa non-haji) dalam bentuk perjanjian kerja sama (MoU) antara Direktur Jenderal PHU dan Imigrasi, atau melalui Keputusan Bersama Antar Menteri

5. Peningkatan sosialisasi regulasi haji khusus kepada masyarakat yang dilaksanakan bersama antara Kementerian Agama, Asosiasi PIHK dan PIHK

6. Perlu dibangun katalisator sistem (aplikasi) untuk integrasi dengan e-hajj yang dapat mengkonsolidasikan kontrak PIHK dan

7. Istitha’ah kesehatan jamaah haji 1445H tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016. Agar diformulasikan istitha’ah kesehatan bagi jamaah haji khusus yang berbeda dengan jamaah haji reguler, dengan mempertimbangkan masa tinggal jamaah haji khusus di Arab Saudi yang lebih singkat.

Arab Saudi Tegaskan Dukungan Bagi Muslim dalam Melindungi Identitas Islam

bendera-arab-saudi-_190424111713-523

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK -- Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan menegaskan kembali komitmen teguh Arab Saudi. Kerajaan disebut berdiri bersama komunitas Muslim dalam menjaga identitas Islam dan menjunjung tinggi martabat mereka.

Pangeran Faisal memainkan peran penting di pertemuan Kelompok Kontak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengenai Jammu dan Kashmir, Rabu (20/9/2023) kemarin. Agenda ini diadakan bersamaan dengan sesi ke-78 Majelis Umum PBB (UNGA 78).

Dalam pidatonya, Pangeran Faisal menekankan dukungan teguh Kerajaan Saudi terhadap mereka yang menghadapi kekacauan dan konflik di berbagai wilayah, termasuk masyarakat Jammu dan Kashmir.

Dilansir di Saudi Gazette, Jumat (22/9/2023), sembari menyoroti pentingnya masalah Jammu dan Kashmir, ia juga menekankan bahwa hal ini merupakan tantangan penting bagi keamanan dan stabilitas kawasan.

Pangeran Faisal lantas memperingatkan agar masalah ini tidak terselesaikan, karena hal itu dapat menyebabkan ketidakstabilan regional.

Tidak hanya itu, ia juga menggarisbawahi upaya berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi dalam memediasi pihak-pihak yang berkonflik. Hal ini bertujuan untuk deeskalasi dan mencapai resolusi damai sejalan dengan resolusi internasional yang relevan.

Menurut dia, upaya diplomatik dilakukan berasal dari komitmen abadi Arab Saudi, untuk mendukung komunitas Islam.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Urusan Multilateral Internasional Dr. Abdulrahman Al-Rassi dan Direktur Jenderal Kantor Menteri Luar Negeri Abdulrahman Al-Dawood.

Sebelumnya, diberitakan dalam sesi ke-78 Majelis Umum PBB sejumlah pemimpin negara mengecam negara-negara Barat atas pembakaran Alquran. Mereka juga mengecam tindakan melindungi otoritasnya, yang diklaim sebagai bentuk kebebasan berpendapat atas tindakan yang diskriminatif.

Swedia merupakan salah satu negara yang telah menyaksikan serangkaian pembakaran kitab suci Islam itu. Pemerintahnya menyuarakan kecaman, tetapi mengatakan tidak dapat menghentikan tindakan yang dilindungi undang-undang kebebasan berekspresi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengambil sikap dan telah memberikan tekanan selama berbulan-bulan pada Swedia atas penerimaan aktivis Kurdi yang dianggap Turki sebagai teroris. Ia mengatakan negara-negara Barat sedang melihat “wabah” rasialisme, termasuk Islamofobia.

"Ini telah mencapai tingkat yang tidak dapat ditoleransi. Sayangnya, politisi populis di banyak negara terus bermain api dengan mendorong tren berbahaya tersebut," ujar dia kepada Majelis Umum PBB.

Erdogan lantas menyebut mentalitas yang mendorong serangan keji terhadap Alquran di Eropa, dengan membiarkannya berkedok kebebasan berekspresi, pada dasarnya menggelapkan masa depan Eropa melalui tangan mereka sendiri.

Presiden Iran Ebrahim Raisi, juga membahas isu soal Alquran dalam pertemuan PBB ini. "Api rasa tidak hormat tidak akan mengalahkan kebenaran ilahi,” kata Raisi.

Ia menuduh Barat berupaya mengalihkan perhatian pada masalah sesungguhnya dengan alasan kebebasan berpendapat. Menurut dia, Islamofobia dan apartheid adalah budaya yang terjadi di negara-negara Barat.

Tidak ketinggalan Emir Qatar juga ikut bersuara dalam pertemuan tersebut. Kerajaan yang kaya tersebut memiliki hubungan dekat dengan Barat dan dunia Islam lainnya.

Dalam pidatonya, Sheikh Tamin bin Hamad Al Thani mengatakan tindakan yang dengan sengaja mengkompromikan kesucian orang lain, tidak boleh dilihat sebagai kebebasan berekspresi.

“Saya akan mengatakan kepada saudara-saudara Muslim saya, bahwa tidak masuk akal bagi kita merasa terganggu oleh orang idiot atau orang yang bias, setiap kali dia memprovokasi kita dengan membakar Alquran atau dengan bentuk-bentuk hal sepele lainnya,” ujar dia. 

Sumber:

https://saudigazette.com.sa/article/636062/SAUDI-ARABIA/Saudi-FM-affirms-support-for-Muslim-communities-in-protecting-Islamic-identity

Saudi Siapkan 51 Bahasa untuk Memandu Peziarah di Tanah Suci

jamaah-melakukan-tawaf-di-depan-kabah-di-masjidil-haram_230910150143-334

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Sebanyak 51 bahasa global digunakan di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Kehadiran seluruh bangsa bertujuan untuk memandu jamaah ke lokasi di tempat yang luas tersebut.

Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Tempat Suci di Arab Saudi menyatakan, ada 78 penerjemah yang siap setiap hari untuk mengarahkan jamaah yang tidak berbahasa Arab ke lokasi dan layanan di dalam Masjidil Haram dan halaman luarnya.

Layanan bimbingan tersebut, seperti dilansir Gulf News, Sabtu (23/9/2023), juga memberikan informasi terkini kepada jamaah tentang waktu sholat, khutbah, dan kunjungan ke museum dan pameran Islam.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam luar negeri untuk datang ke negara tersebut untuk melakukan umroh. Salah satunya ialah fasilitas kemudahan visa yang diberikan oleh Saudi untuk mengakses Al Rawda Al Sharifa.

Umat Muslim yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, visa kunjungan dan turis diperbolehkan untuk melakukan umroh dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana makam Nabi Muhammad (SAW) terletak di Masjid Nabawi di kota Madinah setelahnya. memesan janji temu elektronik.

Pemerintah Saudi telah memperpanjang masa berlaku visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari dan mengizinkan pemegang visa umrah untuk memasuki kerajaan melalui semua jalur darat, udara dan laut dan berangkat dari bandara mana pun. Jamaah haji perempuan tidak lagi diwajibkan didampingi oleh wali laki-laki.

Kerajaan juga mengatakan bahwa ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk berhak mengajukan visa turis, apa pun profesinya, dan dapat menunaikan umroh.

Otoritas Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umroh mendorong umat Islam di berbagai negara yang berencana untuk melakukan umroh untuk memesan perjalanan melalui platform pemerintah yang memiliki fasilitas.

Kementerian tersebut menyampaikan, terdapat keuntungan jika merencanakan umrah melalui platform yang secara resmi dikenal sebagai Nusuk. Rencana untuk melaksanakan ibadah umroh di Masjidil Haram di Makkah dimulai dengan mendapatkan visa masuk melalui Nusuk.

Amal Ibadah yang Pahalanya Seperti Haji dan Umroh

kegiatan-umroh-dan-haji-tutup-total_200513204525-823 (2)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ada amal ibadah yang bila dikerjakan oleh seorang Muslim maka diganjar dengan pahala seperti ibadah umroh dan haji. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Umamah RA.

Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ

"Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju (untuk melaksanakan) sholat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji yang sedang ihram. Siapa yang keluar untuk sholat Sunnah Dhuha, yang dia tidak melakukannya kecuali karena itu, maka pahalanya (setara dengan) orang yang berumroh. Adapun menunggu sholat hingga datang waktu sholat lainnya, tidak melakukan perkara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya ditulis di 'illiyyin (kitab catatan amal orang-orang shalih)." (HR Abu Daud dan Ahmad)

Dalam hadits ini Rasulullah SAW memberikan petunjuk tentang keutamaan pergi ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah, dan menjelaskan pahala yang disiapkan bagi mereka yang terbiasa pergi ke sana.

Bersuci maksudnya ialah dalam keadaan wudhu dan suci dari hadas kecil maupun besar. Jika itu dilakukan, pergi ke masjid untuk sholat berjamaah, maka pahalanya seperti jamaah haji yang sedang ihram.

Keadaan suci saat sholat ibarat memasuki ihram saat ibadah haji karena dengan ihramlah pahala haji menjadi sempurna. Begitu pula dengan orang yang keluar untuk mendirikan sholat. Jika dia dia bersuci maka pahala sholatnya jadi sempurna.

Adapun orang yang berjalan dengan niat murni untuk melaksanakan sholat dhuha maka dia diganjar pahala yang setara dengan ibadah umroh.

Sedangkan menunggu sholat sampai tiba waktu sholat berikutnya dan tidak melakukan sesuatu yang sia-sia di antara keduanya, maksudnya adalah tidak ada satu pun urusan duniawi mengalihkan perhatiannya kecuali dzikir dan berdoa.

Pahala yang tertulis di 'Illiyin, adalah ketika seorang Muslim selesai melaksanakan sholat di masjid lalu dia tidak pergi keluar dan tetap berada di masjid untuk menunggu waktu sholat berikutnya dan tidak melakukan perbuatan batil selama rentang waktu tersebut. Adapun 'Illiyyin, malaikat naik ke 'Illiyyin untuk memuliakan orang-orang yang beriman atas amal shaleh mereka.

Pada dasarnya, hadits tersebut memerintahkan setiap Muslim untuk selalu dekat dengan masjid, dan sholat berjamaah di masjid.

Munas Alim Ulama NU Sepakati Dua Hal Soal Dam Haji Tamattu

jamaah-calon-haji-indonesia-yang-baru-tiba-dari-madinah-_170807230942-198

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Karawang, Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah atau Gus Hasan mengumumkan hasil keputusan Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023).

Menurut dia, di dalam Komisi Waqiiyah ada dua hal yang dibahas, yaitu tentang Dam Haji Tamattu dan tentang Artificial Intelligence (AI). Terkait Dam Haji Tamattu, menurut dia, ada dua hal yang dapat disimpulkan.

Pertama, terkait dengan masalah kekuatan pendapat dalam mazhab para ulama tentang penyembelihan yang dilakukan di tanah haram di Makkah Mukarramah. Kemudian, untuk pembagiannya bisa didistribusikan di tanah halal yang dalam hal ini negara asal jamaah, yaitu Indonesia.

"Dengan demikian, maka kemaslahatan dari dam itu kembalinya kepada jamaah haji kita sendiri dan lingkungan sekitarnya," ujar Gus Hasan saat konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023).

Selain itu, menurut Gus Hasan, juga ada beberapa hal yang direkomendasikan terkait dengan masalah ini. Di antaranya, pemerintah Indonesia harus bisa membuat Rumah Potong Hewan (RPH) di Tanah Haram yang tujuannya menjamin keabsahan Dam jamaah itu sendiri.

"Karena selama ini banyak sekali aduan-aduan kaitan masalah dam, sehingga tidak bisa kita mendapatkan jaminan tentang keabsahan penyembelihan dam itu," ucap Gus Hasan.

Munas Alim Ulama NU tidak hanya membahas soal Dam Haji Tamattu, tapi juga membahas sejumlah masalah kekinian. Di antaranya tentang kecerdasan buatan (AI), konsep al-i’anah ‘ala al-ma’shiyah (membantu kemaksiatan), hubungan ulama dengan umara (pemerintah), RUU Perampasan Aset, sekolah lima hari, dan aturan turunan RUU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

"Mudah-mudahan hal ini nanti bisa menjadi bagian yang kita berikan daripada munas ini kepada bangsa dan negara pada umumnya dan umat Islam pada khususnya," kata Gus Hasan.

Arab Saudi Bakal Kembangkan 100 Situs Bersejarah di Makkah dan Madinah

suasana-jabal-uhud-ahad-1062023-sore-jabal-uhud-merupakan_230616110058-902

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengumumkan rencana untuk mengembangkan lebih dari 100 situs bersejarah di Makkah dan Madinah. Ini dilakukan Kementerian Haji dan Umroh Saudi melalui koordinasi dan kerja sama dengan mitra dari beberapa instansi.

Dengan hal tersebut, Saudi akan berupaya mengembangkan situs bersejarah tersebut dengan kualitas dan standar yang tinggi, dengan program bernama Program Doyof Al-Rahman.

"Program ini berupaya mengembangkan pengalaman jamaah haji dan umroh sehingga menjadi pengalaman yang kaya dan tak terlupakan di Makkah dan Madinah," ujarnya, dilansir Saudi Gazette, Selasa (19/9/2023).

Program Doyof Al Rahman adalah salah satu program eksekutif Visi Saudi 2030, dan mewujudkan integrasi dan kerja sama dengan 70 entitas di sektor publik, swasta, dan nirlaba.

Al-Rabiah mengatakan hal itu saat memberikan pidato pada program di Lingkungan Budaya Hira di Makkah pada Senin. Dia mengumumkan peluncuran platform elektronik untuk pemesanan tiket mengunjungi situs sejarah dan budaya di Makkah, termasuk Gua Hira dan situs lainnya yang akan dikembangkan.

"Allah telah menganugerahi negara kita dengan kehormatan yang besar, yaitu melayani Dua Masjid Suci dan jamaah haji dan umrah. Makkah dan Madinah memiliki sejarah yang hebat dan umat Islam sangat ingin mengetahuinya," katanya.

Komisi Warisan Arab Saudi (HC) meneken perjanjian kerja sama dengan Universitas Waseda Jepang (WU) untuk melakukan survei arkeologi dan pekerjaan penggalian di situs Al-Hawraa di Kegubernuran Umluj, Wilayah Tabuk, selama lima tahun.

Upacara penandatanganan berlangsung di kantor pusat HC, King Abdulaziz Historical Center. Acara tersebut dihadiri oleh CEO Heritage Commission Jasser Al-Harbash, dan perwakilan dari Organisasi Riset Komprehensif WU Hasegawa So.

 

Perjanjian tersebut mencakup kerja sama kedua pihak dalam survei dan penggalian di situs arkeologi Al-Hawraa. Tim ilmiah WU akan berpartisipasi bersama tim mitranya dari Saudi dalam melakukan survei arkeologi dan pekerjaan penggalian.

Mahasiswa dari universitas dan lembaga ilmiah Jepang juga akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek untuk pelatihan dan melakukan penelitian khusus. Perjanjian ini merupakan bagian dari upaya Komisi Warisan untuk memperluas kemitraan ilmiah nasional dan internasional dengan universitas dan lembaga ilmiah di dalam dan di luar Kerajaan Arab Saudi untuk tujuan melakukan survei arkeologi dan penggalian di situs warisan budaya di Kerajaan.

Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen Kementerian Kebudayaan Saudi untuk meningkatkan pertukaran budaya internasional dan mempromosikan partisipasi Saudi dan budaya nasional dalam kerangka Visi Saudi 2030.


Menag Usulkan Skema Cicilan Pelunasan Biaya Haji

049792100-1695025708-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk meringankan beban calon jamaah haji yang akan berangkat pada musim haji 1445 H/2024 M, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengusulkan adanya skema cicilan pelunasan biaya haji atau ongkos haji.

"Skema yang kita persiapkan belum sampai ke kenaikan (biaya haji), tetapi kita mengusulkan formula cicilan pelunasan agar supaya calon jamaah tidak terlalu berat," ujar Gus Yaqut saat hadir dalam acara penutuan Munas dan Konbes NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023).

Pada penyelenggaraan haji sebelumnya, pelunasan dilakukan setelah penetapan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Skema pelunasannya dilakukan dalam satu kali pembayaran.

Namun, kali ini Gus Yaqut Yaqut mengusulkan agar skema pelunasan diubah. Jamaah calon haji bisa melakukan pelunasan hingga tenggat waktu yang diberikan.

"Kalau kemarin kan harus langsung lunas. Nah, sekarang dibolehkan untuk melakukan cicilan supaya agak ringan saat melakukan pelunasan," ucap Gus Yaqut.

Usulan ini akan dibawa ke rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI. Rencananya, pada 27 September 2023 akan dilakukan evaluasi keuangan haji bersama Komisi VIII DPR RI.

"Kemudian nanti Insya Allah di pertengahan Oktober sudah mulai pembahasan untuk pelaksanaan haji tahun depan," kata Gus Yaqut.

BPKH Ajak Muslim Daftar Haji Sejak Usia Muda

jamaah-haji_230601101046-158

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief memaparkan sejumlah Program Aksi PHU Tahun 2023. Program ini dibuat dalam rangka untuk memberikan perlindungan bagi jamaah umroh Indonesia.

Salah satu daei program ini adalah pelaksanaan Diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), yang akan melibatkan Tim Pelatih dari Polri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).


Saat ini sudah ada sanksi bagi para oknum yang melakukan pelanggaran (dalam kasus umrah). "Namun kami juga sedang mempersiapkan upaya preventif lainnya, salah satunya dengan mengadakan Diklat PPNS, atau Penyidik PNS. Artinya PNS yang bisa juga melakukan penyidikan dalam penanganan kasus umrah,” kata Hilman dalam keterangan yang didapat Republika, beberapa waktu lalu.

Dengan kehadiran PPNS ini, nantinya diharapkan penindakan terhadap kasus umrah dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan dapat menimbulkan efek jera bagi pelanggarnya.

Menurut Hilman, PPNS ini ternyata juga ada di kementerian lain. Karena itu, harapannya pengawas Kemenag langkahnya nanti bisa lebih jauh, bukan hanya menegur saja.

 

Berdasarkan rencana yang ada, Diklat PPNS ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu pada periode Februari dan Maret-April 2024.

 

Selain itu, kata Hilman, pihaknya juga akan menerapkan Retrospective Policy dalam mencegah pelanggaran dalam kasus umroh.

 

“Kemudian kami juga akan melakukan Retrospective Policy, di sini kami akan melakukan kajian dan analisis kebijakan dalam memperkuat rule of law discipline, budgeting program dan penegakan hukum,” lanjut dia.

 

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan pihaknya akan mengupayakan Dakwah Umrah di akar rumput. Langkah ini dilakukan dengan pelaksanaan advokasi kebijakan, sehingga pendekatannya dimulai dari masyarakat sendiri.

 

Berdasarkan data yang ia miliki, total jamaah umrah dari awal tahun hingga bulan Agustus 2023 mencapai 808.301 orang. Adapun jumlah jamaah terbanyak pada bulan Maret sebanyak 185.737 dan jumlah jamaah paling sedikit pada bulan Juli, sebanyak 11.030 orang.

 

Pengawasan terhadap penyelenggaraan umroh, termasuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), menjadi salah satu fokus dari Kemenag. Hal ini menyusul jumlah PPIU yang terus bertambah.

 

Saat ini, PPIU yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia berjumlah 2.180. Jumlah ini meningkat 30 persen dibanding pada tahun 2021, yaitu sebanyak 1.600.

 

Setiap minggu, Kemenag disebut harus memberikan perizinan terhadap sekian belas atau puluh travel umrah. Hilman lantas menyebut akan mengevaluasi hal tersebut.

 

"Bukan untuk membatasi. Karena walaupun dalam Undang-Undang Cipta Kerja telah memberikan kemudahan untuk melakukan usaha, tapi di saat yang sama kami pun sering mendapatkan undangan bahwa travel umrah atau bisnis umrah ini adalah salah satu yang masuk risiko tinggi,” ucap dia.

Tip Mempersiapkan Diri Sebelum Umroh: Berjalan Kaki Hingga Mandi Air Hangat

033331600-1685758611-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag), Nur Arifin, mengingatkan masyarakat bahwa umroh mandiri tidak memiliki jaminan kematian, kesehatan, dan hukum. Sehubungan dengan itu, Kemenag tetap merekomendasikan masyarakat umroh melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang berizin.

 

Arifin menyampaikan, saat ini penyelenggaraan umroh masih mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019, pada Pasal 122 dinyatakan bahwa seseorang atau kelompok orang yang menyelenggarakan umroh, tapi tidak berizin maka diancam denda maksimal Rp 6 miliar atau penjara 6 tahun. Artinya, umroh harus melalui PPIU atau travel umroh yang berizin.

"Umroh bukan sekadar memaksa ke sana (Makkah dan Madinah), aturan (UU) ini juga dalam rangka perlindungan terhadap warga negara," kata Arifin saat diwawancarai Republika, Kamis (7/9/2023) malam.

 

Arifin mengatakan, di dalam negeri saja kalau ada orang piknik antarpulau jika tidak ada yang menjamin bisa bahaya, apalagi di luar negeri yang berbeda bahasanya. Saat umroh mandiri, tentu tidak ada jaminan, maka ketika meninggal atau sakit siapa yang akan mengurus. Jika jamaah umroh mandiri berurusan dengan hukum, siapa yang akan mengurusnya.

"Kemarin kami dengar informasi ada orang empat bulan dipenjara gara-gara namanya mirip dengan buronan, jadi jangan sampai kita menjadi orang-orang nekat yang tidak ada jaminan, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan dan jaminan hukum," ujar Arifin.

 

Ia menyampaikan, saat musim haji menemukan banyak orang berwajah Indonesia, tapi Arab Saudi tidak mau mengurusnya kalau tidak ada bukti surat-suratnya. Kalau orang tersebut punya visa haji, maka otomatis mendapat perlindungan, jika sakit ditampung di rumah sakit di Arab Saudi.

 

Kalau orang berhaji tidak menggunakan visa haji, Arab Saudi tidak akan mau menanggung bebannya. Umroh juga demikian, visa umroh juga sudah ada jaminan di dalamnya.

Jaga Fisik Agar Ibadah Umroh Berjalan Lancar

kegiatan-umroh-dan-haji-tutup-total_200513204525-823 (1)

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Sejak dimulainya musim umroh 1445 H, umat Muslim dari seluruh dunia pun berduyun-duyun memenuhi Tanah Suci. Agar ibadah bisa terlaksana dengan baik dan sempurna, pihak berwenang Saudi memperingatkan agar menyiapkan fisik dengan baik.

Umat beriman disebut harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan ritual di Masjidil Haram, tempat paling suci umat Islam di Makkah. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan serangkaian usaha, yang menjadikan mereka dalam kondisi fisik yang prima.

"Langkah-langkah tersebut antara lain menghindari makanan berat, menjaga asupan cairan, berjalan-jalan di hari-hari sebelum ibadah, minum obat tepat waktu, serta melembabkan tubuh untuk menghindari lecet pada kulit," kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi dikutip di Gulf News, Rabu (13/9/2023).

Selain itu, setiap jamaah umroh juga disarankan untuk mandi menggunakan air hangat sebelum menuju Masjidil Haram. Menjelang umroh, mereka juga disarankan agar istirahat dan tidur yang cukup pada malam harinya.

Kerajaan Arab Saudi memperkirakan sekitar 10 juta Muslim dari luar negeri akan melakukan ibadah selama musim umroh saat ini. Musim baru tersebut diketahui telah berlangsung lebih dari sebulan yang lalu.

Musim haji dimulai setelah berakhirnya ibadah haji tahunan, yang dihadiri sekitar 1,8 juta umat Islam. Jumlah ini dicapai untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, setelah pembatasan terkait pandemi dicabut.

Bagi umat Muslim yang tidak mampu secara fisik atau finansial untuk melaksanakan ibadah haji, rata-rata memilih pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam dari luar negeri yang ingin datang ke negara tersebut untuk melakukan umrah.

Bagi mereka yang memegang berbagai jenis visa masuk, seperti visa pribadi, visa kunjungan dan turis, diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana makam Nabi Muhammad SAW terletak di Masjid Nabawi Madinah. Kunjungan ini bisa dilakukan dengan memesan janji temu elektronik sebelumnya.

Pemerintah Arab Saudi juga telah mengubah kebijakan dengan memperpanjang masa berlaku visa umroh, dari semula 30 hari menjadi 90 hari. Saudi lantas mengizinkan pemegang visa umroh memasuki Kerajaan melalui semua jalur darat, udara dan laut, serta berangkat dari bandara mana pun.

Tidak hanya itu, Kerajaan Saudi saat ini telah mengizinkan jamaah umroh perempuan melaksanakan ibadah tidak lagi harus diantar oleh wali laki-lakinya.

Kerajaan juga mengatakan ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berhak mengajukan visa turis, apa pun profesinya. Visa ini juga bisa digunakan untuk menunaikan umroh.

Bulan lalu, Arab Saudi mengumumkan penambahan delapan negara dalam sistem e-visa kunjungannya. Jenis visa ini memungkinkan warga negara tersebut datang ke Kerajaan untuk umrah dan pariwisata, sehingga menambah jumlah total negara yang warganya memiliki akses ke sistem ini menjadi 57.

Pemegang visa Schengen, AS dan Inggris juga dapat membuat janji temu umroh dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, melalui aplikasi Nusuk sebelum tiba di Arab Saudi.  //  Zahrotul Oktaviani

https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/get-physically-prepared-and-stay-fit-saudi-arabia-tells-umrah-pilgrims-1.97967418

Kemenag Canangkan Program Aksi PHU 2023-2024 untuk Lindungi Jamaah Umroh

084644400-1688219106-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief memaparkan sejumlah Program Aksi PHU Tahun 2023. Program ini dibuat dalam rangka untuk memberikan perlindungan bagi jamaah umroh Indonesia.

Salah satu daei program ini adalah pelaksanaan Diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), yang akan melibatkan Tim Pelatih dari Polri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).


Saat ini sudah ada sanksi bagi para oknum yang melakukan pelanggaran (dalam kasus umrah). "Namun kami juga sedang mempersiapkan upaya preventif lainnya, salah satunya dengan mengadakan Diklat PPNS, atau Penyidik PNS. Artinya PNS yang bisa juga melakukan penyidikan dalam penanganan kasus umrah,” kata Hilman dalam keterangan yang didapat Republika, beberapa waktu lalu.

Dengan kehadiran PPNS ini, nantinya diharapkan penindakan terhadap kasus umrah dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan dapat menimbulkan efek jera bagi pelanggarnya.

Menurut Hilman, PPNS ini ternyata juga ada di kementerian lain. Karena itu, harapannya pengawas Kemenag langkahnya nanti bisa lebih jauh, bukan hanya menegur saja.

 

Berdasarkan rencana yang ada, Diklat PPNS ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu pada periode Februari dan Maret-April 2024.

 

Selain itu, kata Hilman, pihaknya juga akan menerapkan Retrospective Policy dalam mencegah pelanggaran dalam kasus umroh.

 

“Kemudian kami juga akan melakukan Retrospective Policy, di sini kami akan melakukan kajian dan analisis kebijakan dalam memperkuat rule of law discipline, budgeting program dan penegakan hukum,” lanjut dia.

 

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan pihaknya akan mengupayakan Dakwah Umrah di akar rumput. Langkah ini dilakukan dengan pelaksanaan advokasi kebijakan, sehingga pendekatannya dimulai dari masyarakat sendiri.

 

Berdasarkan data yang ia miliki, total jamaah umrah dari awal tahun hingga bulan Agustus 2023 mencapai 808.301 orang. Adapun jumlah jamaah terbanyak pada bulan Maret sebanyak 185.737 dan jumlah jamaah paling sedikit pada bulan Juli, sebanyak 11.030 orang.

 

Pengawasan terhadap penyelenggaraan umroh, termasuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), menjadi salah satu fokus dari Kemenag. Hal ini menyusul jumlah PPIU yang terus bertambah.

 

Saat ini, PPIU yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia berjumlah 2.180. Jumlah ini meningkat 30 persen dibanding pada tahun 2021, yaitu sebanyak 1.600.

 

Setiap minggu, Kemenag disebut harus memberikan perizinan terhadap sekian belas atau puluh travel umrah. Hilman lantas menyebut akan mengevaluasi hal tersebut.

 

"Bukan untuk membatasi. Karena walaupun dalam Undang-Undang Cipta Kerja telah memberikan kemudahan untuk melakukan usaha, tapi di saat yang sama kami pun sering mendapatkan undangan bahwa travel umrah atau bisnis umrah ini adalah salah satu yang masuk risiko tinggi,” ucap dia.

Kemenag Ingatkan Umroh Mandiri tidak Ada Jaminan

075511500-1694049697-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag), Nur Arifin, mengingatkan masyarakat bahwa umroh mandiri tidak memiliki jaminan kematian, kesehatan, dan hukum. Sehubungan dengan itu, Kemenag tetap merekomendasikan masyarakat umroh melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang berizin.

 

Arifin menyampaikan, saat ini penyelenggaraan umroh masih mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019, pada Pasal 122 dinyatakan bahwa seseorang atau kelompok orang yang menyelenggarakan umroh, tapi tidak berizin maka diancam denda maksimal Rp 6 miliar atau penjara 6 tahun. Artinya, umroh harus melalui PPIU atau travel umroh yang berizin.

"Umroh bukan sekadar memaksa ke sana (Makkah dan Madinah), aturan (UU) ini juga dalam rangka perlindungan terhadap warga negara," kata Arifin saat diwawancarai Republika, Kamis (7/9/2023) malam.

 

Arifin mengatakan, di dalam negeri saja kalau ada orang piknik antarpulau jika tidak ada yang menjamin bisa bahaya, apalagi di luar negeri yang berbeda bahasanya. Saat umroh mandiri, tentu tidak ada jaminan, maka ketika meninggal atau sakit siapa yang akan mengurus. Jika jamaah umroh mandiri berurusan dengan hukum, siapa yang akan mengurusnya.

"Kemarin kami dengar informasi ada orang empat bulan dipenjara gara-gara namanya mirip dengan buronan, jadi jangan sampai kita menjadi orang-orang nekat yang tidak ada jaminan, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan dan jaminan hukum," ujar Arifin.

 

Ia menyampaikan, saat musim haji menemukan banyak orang berwajah Indonesia, tapi Arab Saudi tidak mau mengurusnya kalau tidak ada bukti surat-suratnya. Kalau orang tersebut punya visa haji, maka otomatis mendapat perlindungan, jika sakit ditampung di rumah sakit di Arab Saudi.

 

Kalau orang berhaji tidak menggunakan visa haji, Arab Saudi tidak akan mau menanggung bebannya. Umroh juga demikian, visa umroh juga sudah ada jaminan di dalamnya.

Menag Usul Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Haji Dilakukan Sebelum Pelunasan

059427600-1694049267-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H/ 2023 M. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta agar skema penetapan istithaah kesehatan jamaah haji dimatangkan.

"Istithaah jamaah yang paling jadi persoalan adalah istithaah kesehatan, saya usul, istithaah kesehatan mendahului pelunasan," kata Menag Yaqut saat pidato dalam pembukaan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H/ 2023 M di Bandung, Rabu (6/9/2023).

Menurut Yaqut, pada haji 2023, jamaah melakukan pelunasan terlebih dahulu, baru melakukan pemeriksaan kesehatan. Biasanya jamaah jika sudah kadung lunas, tidak enak kalau tidak diloloskan istithaah kesehatannya.

 

Yaqut juga minta persoalan skema penetapan istithaah kesehatan ini dikaji. Menag Yaqut sadar bahwa usulannya tidak populer sehingga harus dikomunikasikan dengan baik kepada jamaah.

"Ini mungkin tidak mudah karena kita akan berhadapan dengan jamaah saat ini. Tapi jika ini berjalan, akan memudahkan penyelenggaraan haji di masa mendatang. Tidak apa-apa kita mendapat beban sekarang, tapi di masa mendatang akan lebih mudah," ujar Menag Yaqut.

 

"Ini dibicarakan, sekaligus bagaimana cara penyampaian yang paling tepat dan baik ke jamaah agar istithaah kesehatan ini bisa diterima dan dijalankan dengan baik," ujar Yaqut.

Selain istithaah, Yaqut yang akrab disapa Gus Men minta rakernas dan evaluasi haji ini juga membahas sejumlah terobosan pelaksanaan haji pada masa mendatang. Secara khusus, ia menyebut pentingnya meninjau ulang masa tinggal jamaah di Arab Saudi agar bisa lebih pendek. Menurut dia, hal itu diharapkan bisa lebih menekan biaya haji.


"Jika bisa diperpendek, jamaah akan merasa senang. Tolong dicari bagaimana cara memperpendek. Paling tidak 35 hari," ujar Gus Men.

 

Masa tinggal petugas juga menjadi sorotan. Gus Men minta pola penugasan diatur ulang. Selama ini, petugas dalam satu daerah kerja (Daker) berangkat secara bersama-sama sejak awal dan pulang juga bersama-sama pada akhir operasional.

 

"Akibatnya, setelah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), banyak petugas yang kelelahan dan mengalami kejenuhan," kata Gus Men.

Gus Men mengatakan, bisa dibahas skema pemberangkatan petugas dalam dua gelombang. Gelombang pertama pulang sepekan setelah Armuzna. Gelombang kedua berangkat seminggu sebelum Armuzna. Sehingga, saat Armuzna petugas kumpul dalam energi yang masih penuh.

Beberkan Plus Minus Umroh Mandiri, Himpuh Tegaskan Bisnis Travel Tetap akan Kokoh

jamaah-umroh-abhinaya-tour-travel-berjalan-menuju-kereta_230525192212-452

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Demi ibadah umroh, umat Islam mencari jalan semudah mungkin terutama dalam hal biaya. Salah satunya dengan melakukan umroh mandiri.
Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (HIMPUH), M Firman Taufik, pun menjelaskan kelebihan umroh mandiri.
Bahwa jamaah tidak perlu berurusan dengan hal yang rumit seperti menghubungi agen travel karena semua persiapan hingga keberangkatan dilakukan sendiri seperti booking tiket penerbangan, hotel, visa dan sebagainya. 

"Hanya saja umroh mandiri tetap memiliki kekurangan secara umum jamaah akan mendapat harga yang lebih mahal dibanding lewat travel. karena travel pergi dalam grup, kalau ada yang dapat lebih murah itu kondisional saja, tidak semua bisa dapat," ujar dia kepada Republika.co.id, Kamis (31/8/2023).
Selain itu transaksi langsung dengan pihak asing rawan jika terjadi wan prestasi. Maka urusannya akan berlarut-larut atau bahkan berpotensi tidak dapat klaim sama sekali (tidak ada perlindungan hukum).

Firman pun menilai umroh mandiri ini tidak melihatnya sebagai ancaman, karena umroh atau haji itu  adalah bisnis kepercayaan. Setidaknya kalau kelak umroh mandiri  semakin marakpun, tetap presentasenya tidak sebesar yang tetap bepergian dengan travel resmi.

"Justru yang jadi masalah adalah mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan umroh mandiri ini (terutama jamaah dan fasilitator visa umroh) tidak paham bahwa tindakan mereka melawan hukum," jelas dia.

Pada UU 8 thn 2019 jelas disebutkan bahwa penyelenggaraan umroh hanya dapat dilakukan oleh PPIU yang nota bene adalah perusahaan swasta yang memiliki lisensi sebagai penyelenggara umroh. Sanksi hukumnya kurungan penjara atau denda yang tidak main-main jumlahnya.

Bagi yang memiliki budget pas-pasan atau berhemat, bisa mencoba umroh mandiri. Sebab, ini bisa memakan biaya setengah dari harga yang ditawarkan biro wisata.

"Kalau konsepnya backpaker-an iya jadi murah, sekamar rame-rame, jarak hotelnya jauh, room only, makannya jajan. kalau pakai hotel malah lebih mahal karena akan kena harga individual," jelas dia.

Saudi: Jamaah Umrah Membeludak Akibat Nusuk

017251800-1683258969-1280-856

JEDDAH — Memasuki bulan kedua tahun 1445 Hijriyah, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mencatat besarnya jumlah jamaah umrah yang memenuhi dua kota suci Makkah dan Madinah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr Abdelfattah Mashat, mengatakan peningkatan jamaah tampak memenuhi kapasitas dua masjid suci suci di Makkah dan Madinah. Mashat membuat pernyataan saat berbicara dengan Asharq al-Awsat. “Ada juga lonjakan luar biasa dalam jumlah peziarah umrah yang datang dari luar Arab Saudi,” kata Mashat dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (1/9/2023).

Mashat menegaskan, dari berbagai negara yang mengirim jamaah umrah, jumlah terbesar berasal dari Pakistan, Indonesia, India, Irak, Yaman, dan Bangladesh. Menurut dia, jumlah jamaah masih akan terus meningkat. "Masa yang akan datang akan menyaksikan peningkatan jumlah peziarah dari berbagai negara lain di dunia,” kata dia.

Menurut Mashat, banyaknya jamaah yang beribadah ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menunjukkan bahwa jamaah umrah musim ini yang akan melebihi musim sebelumnya. Terutama, dia menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi sudah bekerja untuk memfasilitasi umat Islam dari seluruh dunia untuk mengunjungi dua Masjidil Haram. Mashat menunjukkan, peningkatan jumlah dan kapasitas ini diakibatkan beberapa faktor. Hal terpenting adalah upaya Kerajaan untuk menyederhanakan prosedur visa.

Menurut dia, platform Nusuk yang disediakan kerajaan agar masyarakat untuk dapat memperoleh visa dan berkomunikasi dengan penyedia layanan berkontribusi besar dalam mengundang jamaah umrah. Tidak hanya itu, ada juga peningkatan jumlah perusahaan yang beroperasi di layanan umrah dan jasa yang memiliki spesialisasi bidang perhotelan, sehingga bisa bersaing untuk memberikan layanan terbaik dengan kualitas tinggi.

“Peraturan baru juga memiliki peran dalam memungkinkan mereka yang datang dari luar Arab Saudi, yang memegang berbagai jenis visa untuk melakukan umrah, selain memperpanjang masa berlaku visa umrah hingga 90 hari dan membatalkan persyaratan mahram (kerabat darah) untuk menemani seorang jamaah perempuan,” katanya menjelaskan.

Dia mengatakan kebijakan tersebut memungkinkan pemegang visa untuk pindah ke seluruh wilayah Arab Saudi. Pihak kerajaan juga membuat keputusan untuk mengurangi nilai asuransi kesehatan tanpa mengorbankan kualitas layanan yang diberikan.

Berbicara tentang Nusuk, Dr Mashat mengatakan, platform tersebut merupakan hal paling menonjol dalam transformasi digital dan teknis dalam melayani jamaah. Nusuk dinilai merupakan portal komprehensif di mana pengguna dapat merencanakan seluruh perjalanan umrah.

Mashat mengatakan, pihaknya berupaya untuk untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan kepada jamaah sepanjang perjalanan lewat pembentukan Pusat Perawatan Tamu (Enaya) oleh Kementerian Haji dan Umrah. Enaya bekerja sepanjang waktu untuk menerima keluhan dari jamaah umrah dalam semua bahasa. Enaya akan bekerja untuk mengatasinya dalam waktu singkat.

Mashat menambahkan, kementerian juga ingin memantau pekerjaan penyedia layanan umrah melalui sejumlah mekanisme lanjutan. Dia menekankan bahwa ada peraturan yang jelas untuk menentukan pelanggaran dan hukuman.

Dengan adanya serangkaian kebijakan tersebut, Mashat mengharapkan jumlah jamaah bisa mencapai 30 juta orang. Dia menilai, target bisa bisa tercapai setelah beberapa inisiatif dari Kerajaan bisa diaplikasikan. Sebagai contoh, perpanjangan waktu umrah, pengurangan periode untuk mengeluarkan visa, pemfasilitasian prosedur untuk datang ke Kerajaan, pengembangan pendaftaran layanan fitur vital, selain mengunggah dokumen perjalanan sebelum tiba melalui aplikasi Visa Bio Saudi.

Mashat mengatakan bahwa semua inisiatif tersebut merupakan beberapa langkah yang diambil pihak Kerajaan untuk berkontribusi mengurangi waktu prosedur verifikasi pada saat kedatangan untuk peziarah haji dan umrah. Menurut dia, prosedur tersebut telah diterapkan sejauh ini dengan negara-negara, seperti Inggris, Malaysia, Bangladesh, Tunisia, dan Kuwait.

Ketua Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi, menjelaskan bagi orang yang memang melek teknologi, aplikasi pendaftaran ibadah umrah dinilai memudahkan jamaah untuk melakukan perjalanan ibadah. "Melalui aplikasi mandiri memang calon jamaah yang ingin berangkat umrah hanya tinggal klik-klik saja selesai, baik tiket pesawat, visa, maupun pemesanan hotel," ujar dia kepada Republika, Kamis (31/8/2023).

Aplikasi hanya memenuhi kebutuhan transportasi. Menurut Syam, kebutuhan konsumsi dan pembimbing biasanya tidak ada dalam pelayanan aplikasi. Syam menjelaskan, bagi mereka yang sering bepergian umrah, hal itu tidak menjadi kendala karena sebelumnya telah memiliki pengalaman. Bagi mereka yang belum berpengalaman, akan memiliki kesulitan tersendiri, terutama jika memiliki kendala bahasa.

Syam menjelaskan, calon jamaah akan kesulitan dalam mencapai tempat tujuan atau jika hendak bepergian ke berbagai tempat ibadah. Dia juga menjelaskan, jamaah yang awam akan kesulitan dalam melakukan tata cara umrah sesuai dengan tuntunan.

Meski demikian, Syam tetap menyambut positif tantangan umrah mandiri ini. Bagi Syam, agen travel umrah harus dengan cepat merespons program perjalanan umrah ini.

"Kita harus hadapi permintaan masyarakat, bukan tidak mungkin ke depan setiap travel akan memiliki aplikasi yang sama untuk memudahkan calon jamaah umrah," ujar dia.

Dari Indonesia, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, bersama Sekda Kota Kendari Ridwansyah Taridala resmi melepas sebanyak 74 calon jamaah umrah yang merupakan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk melaksanakan ibadah di Tanah Suci Arab Saudi. Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa dalam ibadah umrah terdiri atas dua hal, yakni perjalanan fisik dan spiritual.“Karena harus berangkat dari Kendari, melalui Makassar lalu ke Jedah, sampai ke Madinah lalu kembali lagi ke Kendari, itu merupakan perjalanan fisik,” kata Asmawa.

Dia mengungkapkan, hal terpenting dari ibadah umrah itu, yakni perjalanan spiritual. Perjalanan dalam rangka mendekatkan diri kita kepada sang Pencipta, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai bentuk pengakuan kita. “Atas nama Pemkot Kendari dan masyarakat Kota Kendari, saya ucapkan selamat kepada bapak ibu yang sudah dipilih oleh Allah SWT dan sudah dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah umrah,” ujar Asmawa.

Selain itu, kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) itu juga menyampaikan bahwa ibadah umrah atau ibadah haji ini bukan hanya karena punya kemampuan dari sisi ekonomi. “Juga tidak hanya dari sisi fisik, kesehatan, dan juga. Bukan karena kekuatan ilmu, agama, dan mental, tetapi lebih dari itu semuanya karena semata-mata panggilan Allah Subhanahu wa Taala,” kata dia menjelaskan.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Kendari, H Sunardi, melaporkan bahwa yang akan diberangkatkan calon jamaah umrah dari Kota Kendari melalui agen travel Salsabila berjumlah 75 orang. “Yang dari pemda (pemerintah daerah) terdiri atas 40 orang, yang 40 orang itu yang direkrut ada dari ASN, tenaga honorer, tenaga kebersihan, marbut masjid, dan ada dari BKMT,” kata Sunardi.

Ia berhadap agar semua rangkaian umrah sejak awal bisa berjalan dengan baik, mulai dari keberangkatan, perjalanan, hingga sampai di Makkah. Sunardi juga menyampaikan bahwa untuk keberangkatan umrah ini akan dilakukan pada tanggal 1 September 2023. “Insya Allah tanggal 2 September 2023 itu sudah berangkat ke Makkah untuk proses umrah,” ucap dia.

Pemerintah Mulai Mempersiapkan Penyelenggaraan Pelayanan Haji 2024

084122300-1688553143-830-556 (1)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah sudah mulai mempersiapkan penyelenggaraan pelayanan haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi, termasuk di antaranya menyiapkan petugas haji dengan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief menyampaikan pentingnya perencanaan matang penyiapan petugas haji, termasuk menetapkan kualifikasi dan skema penempatannya, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan seleksi petugas haji, karena semua harus clear (beres) tahun ini," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Kamis (2/9/2023).

"Kita menyaksikan kondisi di mana kesiapsiagaan sangat penting. Kita sedang siapkan simulasi baru penyelenggaraan haji 2024 dengan menyiapkan petugas lebih matang secara kualifikasi, mental, knowledge (pengetahuan), dan keterampilan," ia menjelaskan.
Hilman mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia pada 2024 mendapat kuota memberangkatkan 221.000 orang untuk berhaji dengan kuota petugas haji sebanyak 2.200 orang.

Menurut dia, pemerintah bernegosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar kuota petugas haji bisa ditambah.

"Kami masih negosiasikan. Jika hasil negosiasi kuota petugas tidak bisa sebanyak tahun 2023, ini akan menjadi tantangan Kemenag untuk mereformulasi petugas secara lebih efektif dan efisien dengan kinerja yang terukur pada bidangnya," katanya.

Pada tahun 2023, pemerintah bisa menugaskan lebih dari 4.000 petugas untuk melayani jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. 

Sementara itu, Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad Hidayat mengatakan bahwa hasil evaluasi kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan dijadikan sebagai masukan dalam perencanaan perbaikan pelayanan, termasuk perbaikan mekanisme perekrutan petugas.

"Skema daring dan terbuka akan tetap dipertahankan. Kita harapkan bisa mendapat petugas terbaik," kata Arsad.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi mencakup peninjauan ulang pola bimbingan teknis petugas, penilaian kinerja, rencana re-formulasi mekanisme pemberangkatan dan pemulangan petugas, serta analisis beban kerja untuk peningkatan remunerasi petugas sesuai beban kerja.

"Jika penilaian kinerja meningkat, mudah-mudahan ada penyesuaian honor petugas haji," katanya.


Banyak Jamaah Lansia Berisiko Meninggal, Ada Wacana Haji Cukup Satu Kali

menko-pmk-muhadjir-effendy-saat-ditemui-di-kemenko-pmk_230824235631-907

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy membuka wacana melarang masyarakat pergi haji lebih dari satu kali guna memangkas antrean.

"Semakin banyak yang lansia karena antrean yang panjang," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Berdasarkan data penyelenggaraan haji 2023, sebanyak 43,78 persen jamaah dari 22.900 peserta haji berusia lebih dari 60 tahun. Sedangkan jamaah haji Indonesia yang meninggal mencapai 774 orang atau 3,38 persen dengan mayoritas berumur lansia.

Dari data tersebut, peserta haji lansia mempunyai risiko 7,1 kali lebih besar meninggal dunia dibandingkan jamaah haji bukan lansia. Adapun penyakit penyebab kematian terbanyak adalah sepsis (infeksi yang menimbulkan kegagalan organ), syok kardiogenik (ketidakmampuan jantung memompa darah), serta penyakit jantung koroner.

Muhadjir menilai kewajiban haji bagi yang mampu hanya satu kali, sementara kesempatan selanjutnya harus diberikan kepada masyarakat yang belum menunaikan ibadah haji. Dengan upaya tersebut, ia berharap dapat mengurangi antrean serta memberikan kesempatan masyarakat yang belum berhaji sebelum mereka menua.

 

"Wacana ini perlu dibahas karena jamaah haji yang semakin menua berimplikasi terhadap kesehatan," katanya.

 

Maka dari itu, ia mendorong agar pihak-pihak terkait melakukan transformasi penyelenggaraan haji agar tetap dapat menjaga kesehatan jamaah selama beribadah hingga kembali pulang ke rumah masing-masing.

 

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam menginformasikan bahwa sejak 5 Agustus 2023 sampai dengan sekarang tercatat ada 26 peserta haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi. Operasional ibadah haji 1444 H dinyatakan berakhir oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas pada 5 Agustus 2023. Saat itu tercatat masih ada 77 peserta haji Indonesia yang dirawat di RSAS Arab Saudi. Dari jumlah itu 26 orang wafat dan delapan lainnya telah diizinkan pulang ke Tanah Air.

Antrean Haji Panjang, Menko PMK Buka Wacana Larang Haji Lebih dari Sekali

jamaah-haji-indonesia-menerima-sajian-air-zam_230818090400-811

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Indonesia perlu melakukan transformasi penyelenggaraan haji agar semakin baik ke depan. Salah satunya, Muhadjir membuka wacana untuk melarang masyarakat untuk pergi haji lebih dari satu kali.

Hal itu dirasa memungkinkan untuk memotong lamanya antrean keberangkatan jamaah haji. "Wacana ini perlu dibahas karena jamaah haji yang semakin menua berimplikasi terhadap kesehatan," ungkap Muhadjir dalam siaran persnya Jumat (25/8/2023) di acara Seminar Nasional Kesehatan Haji.

Muhadjir menilai, kewajiban haji bagi yang mampu hanya satu kali. Sementara kesempatan selanjutnya harus diberikan kepada masyarakat yang belum menunaikan ibadah haji.

 

Muhadjir berharap melalui seminar didapatkan kesimpulan yang dapat direkomendasikan dan diimplementasikan untuk memperbaiki pelayanan haji, khususnya di sektor kesehatan. Mengingat ke depan persoalan kesehatan akan semakin kompleks karena semakin banyak jamaah lansia.

"Semakin banyak yang lansia karena antrean yang panjang. Itu masalah serius yang harus dipersiapkan," ujarnya.

 

Berdasarkan data penyelenggaraan haji pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 43,78 persen jemaah berusia lebih dari 60 tahun. Sedangkan, jamaah haji Indonesia yang meninggal pada tahun itu mencapai 774 orang atau 3,38 permil dengan mayoritas berumur lansia.

 

Dari data tersebut, secara epidemiologi, jamaah haji lansia mempunyai risiko 7,1 kali lebih besar untuk meninggal dibandingkan jamaah haji bukan lansia, dengan penyakit penyebab kematian terbanyak adalah sepsis (infeksi yang menimbulkan kegagalan organ), syok kardiogenik (ketidakmampuan jantung memompa darah), serta penyakit jantung koroner.

Makkah Sempat Dihantam Badai Dahsyat, Begini Kondisinya Terkini

jamaah-umroh-berdoa-saat-badai-di-masjidil-haram-makkah_230823142620-259

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beredar video menunjukan suasana dan kondisi di pelataran Masjidil Haram di Makkah yang diguyur hujan dan diterpa angin kencang.

Tampak jamaah di pelataran Masjidil Haram berlarian, sekat atau pembatas jalan bagi pejalan kaki di pelataran Masjidil Haram juga dalam posisi jatuh setelah diterpa angin kencang.

Di video lain, menunjukkan terpaan anginnya lebih kencang lagi. Pembatas jalan bagi pejalan kaki dan benda-benda lain di pelataran Masjidil Haram terbang tertiup angin.

 

Dengan saling tolong menolong, jamaah ada yang mencari tempat berlindung ke arah dalam masjid dan ke pinggir hotel serta bangunan di samping pelataran Masjidil Haram.

Sementara petugas kebersihan di Masjidil Haram juga berlarian bersama jamaah sambil berusaha menyelamatkan peralatan yang dibawanya.

 

Banyak dari mereka yang berada di pinggir hotel dan gedung-gedung tinggi di sebelah pelataran Masjidil Haram merekam video sambil berdzikir menyebut nama Allah.

 

Ada beberapa orang yang nampak tenang merekam video, mungkin karena suasana Masjidil Haram membuat dia tetap merasa tenang dan terlindungi.

 

Dalam video lain, jalanan di kota Makkah juga diterpa badai. Nampak sebuah papan iklan di pinggir jalan jatuh diterpa angin. Beberapa ruas jalan digenangi air sekitar setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

 

Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, mengatakan hujan disertai badai memang betul terjadi di Makkah pada Selasa (22/8/2023) sekitar waktu Maghrib. Kondisinya agak sedikit menegangkan, terutama yang di luar Masjidil Haram.

"Pembatas-pembatas (sekat pejalan kaki) terbawa angin, banyak juga petugas Masjidil Haram dan jamaah yang menyelamatkan diri," kata Nasrullah saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (24/8/2023).

 

Nasrullah mengatakan, badai tersebut secara umum tidak mengganggu ibadah umroh di dalam Masjidil Haram. Memang ada pilihan tempat untuk melaksanakan umroh (tawaf), selain di pelataran Kabah, bisa melaksanakan tawaf di lantai dua maupun tiga Masjidil Haram.

 

"Tadi saya komunikasi dengan teman-teman di Makkah, situasi sudah berangsur normal, beberapa genangan di wilayah Makkah juga sudah mulai surut, karena di samping hujan juga ada badai," ujar Nasrullah.

 

Nasrullah juga menyampaikan, sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa dari jamaah Indonesia.   

Saudi Ingatkan Keharusan Daftar untuk Mengunjungi Raudhah Masjid Nabawi

051973200-1686579533-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi telah memperingatkan jamaah Muslim yang ingin mengunjungi dan berdoa di Al Raudhah Al Sharifa di Madinah bahwa mereka harus memastikan untuk mendapatkan izin resmi sebelum kedatangan.

Dilansir dari laman Gulf News pada Ahad (20/8/2023), Kementerian Haji dan Umrah Saudi mendesak calon pengunjung untuk berkomitmen untuk mendapatkan izin yang diperlukan sebelum kedatangan.

Kementerian menyatakan izin tersebut dapat diperoleh melalui aplikasi Layanan Nusuk dan Tawakklana. Peringatan itu datang saat musim umrah sedang berlangsung di Arab Saudi.

Setelah melakukan ritual umrah di Masjidil Haram, banyak jamaah akan berduyun-duyun ke Masjid Nabawi untuk berdoa dan mengunjungi Al Raudhah Al Sharifa.

Di samping itu, Arab Saudi mengharapkan sekitar 10 juta Muslim dari luar negeri untuk melakukan umrah selama musim ini.

Sementara Musim umrah telah dimulai sebulan lalu, setelah berakhirnya ziarah haji Islam tahunan yang dihadiri sekitar 1,8 juta Muslim untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah pembatasan terkait pandemi dicabut.

26 Jamaah Wafat Pasca Operasional Haji 2023

pemakaman-jannatul-mala-makkah-arab_220702174408-596

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas telah menyatakan operasional ibadah haji 1444 H berakhir pada 5 Agustus 2023. Saat itu, masih ada 77 jamaah haji Indonesia yang dirawat di RSAS Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 26 jamaah dilaporkan meninggal dunia. Sementara, delapan jamaah telah diizinkan kembali ke Tanah Air.

“Sejak 5 hingga 18 Agustus, ada 26 jamaah haji Indonesia yang wafat pasca operasional ibadah haji 1444 H. Sampai saat ini, total ada delapan jamaah yang sehat setelah menjalani perawatan dan telah di antar ke Tanah Air oleh tim Konsul Haji KJRI Jeddah,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (22/8/2023).

Bagi jamaah yang telah kembali sehat, mereka akan diantar pulang ke Tanah Air setelah mendapat surat keterangan layak terbang dari pihak rumah sakit. Kepulangan jamaah haji Indonesia ini didampingi Tim Konsul Haji KJRI Jeddah.

Setibanya di Tanah Air, mereka akan dijemput tim Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) dan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dilakukan observasi. Jika kondisinya dinyatakan stabil, maka jamaah tersebut akan langsung diantar ke keluarganya.

"Jika tidak, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede untuk pemulihan agar siap melanjutkan perjalanan menuju daerah asal," ucap Nasrullah Jasam.

Ia menambahkan, saat ini ada 43 jamaah haji Indonesia yang masih menjalani perawatan di RS Arab Saudi. Tim KUH KJRI Jeddah akan terus melakukan pendampingan.

Sebanyak 20 jamaah sudah mendapatkan surat keterangan layak terbang. Pihak KJRI pun tengah memproses kepulangannya.

"Ada empat jemaah yang akan pulang dalam posisi baring dan itu perlu proses untuk mendapatkan //seat//nya, karena harus menggunakan sembilan //seat//. Semoga ini bisa segera kita antar pulang,” lanjut dia.

Terakhir ia berharap mesyarakat Indonesia dapat mengirimkan doa, agar jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi ini semua lekas sehat. Dengan demikian, mereka bisa segera kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarganya.

Berikut daftar delapan jamaah yang sehat dan diantar pulang ke Tanah Air:

1. Atikah Suranata Yalman (JKS-53, pulang 13 Agustus 2023);

2. Suparjo Hasim Sutorejo bin Hasim Sutorejo (BTH 26, pulang 15 Agustus 2023);

3. Ramlan bin Achmad Sontel (BTH 10, pulang 16 Agustus 2023);

4. Omad bin Udjang (JKS 73, pulang 16 Agustus 2023);

5. Marini binti Darmo Mulyono (SOC 68, pulang 16 Agustus 2023);

6. Marfuah Kabit Sada (SUB 88, pulang 17 Agustus 2023);

7. Asrinah binti Dorai (SUB 75, pulang 19 Agustus 2023); dan

8. Arifin Lanceng (UPG 37, pulang 20 Agustus 2023).  

Arab Saudi Berikan Sejumlah Keistimewaan untuk Jamaah Umroh Pakistan

012695300-1683292070-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD—Visa umroh untuk jamaah Pakistan diperpanjang hingga 90 hari. Selain itu, lebih banyak lokasi di Makkah dan Madinah akan dibuka bagi jamaah Pakistan untuk mempromosikan wisata religi di Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Dr Tawfiq Bin Fawzan Al Rabiah, seperti dilansir laman Geo News, Selasa (22/8/2023), dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Agama Pakistan, Aneeq Ahmed.

Para peziarah asal Pakistan yang datang ke Arab Saudi akan difasilitasi selama pelaksanaan ibadah mereka. Sambil memastikan hubungan kerja yang erat antara otoritas Pakistan dan Arab Saudi.

Menteri Al Rabiah juga menyampaikan, 100 tempat bersejarah dan keagamaan lainnya sedang dibuka di dua kota suci tersebut untuk mempromosikan wisata religi.

Dia menekankan, Arab Saudi berupaya mengurangi biaya haji bagi jamaah haji, karena Pakistan dan Arab Saudi memiliki hubungan persaudaraan.

 

Selama berada di Pakistan, Menteri Al Rabiah juga mengadakan diskusi mengenai banyak isu penting. Otoritas penerbangan sipil kedua negara juga menandatangani perjanjian yang menyatakan bahwa jumlah penerbangan antara kedua negara akan ditingkatkan.

 

Menteri Agama Pakistan Aneeq Ahmed meminta agar warganya yang berusia di atas 65 tahun yang ingin menunaikan haji dan umrah dikecualikan dari persyaratan biometrik.

 

Baca juga: Sosok Perempuan Hebat di Balik Tumbangnya Tiran dan Singgasana Firaun

 

Dia juga meminta penyediaan lokasi alternatif untuk Rumah Pakistan di Makkah dan Madinah karena adanya perluasan di lokasi dua masjid suci tersebut.

 

Presiden Pakistan Arif Alvi berterima kasih kepada Arab Saudi karena telah membuat pengaturan yang sangat baik untuk ibadah haji tahun ini.

 

Dia berharap hal itu akan mempercepat pembelian Rumah Pakistan di Madinah dari jumlah kompensasi dua Rumah Pakistan yang dibongkar.

 

Dia mengapresiasi kerajaan atas dukungannya yang teguh terhadap tujuan-tujuan penting umat Islam, khususnya sengketa Jammu dan Kashmir, Palestina, dan Afghanistan melalui forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dia memuji kepemimpinan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman untuk normalisasi hubungan dengan Iran.

 

Pakistan berterima kasih kepada kepemimpinan Saudi karena telah membuat pengaturan yang sangat baik bagi para jamaah dari seluruh dunia selama musim haji tahun ini, khususnya warga Pakistan.  

Arab Saudi Ingatkan Jangan Pakai Biro Umroh tak Berizin

089325600-1689724359-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi telah menyarankan umat Muslim di luar negeri, yang berencana umroh, tidak berurusan dengan agen yang tidak berlisensi atau tidak berizin.

"Berurusan dengan perusahaan berlisensi menjamin hak Anda," kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi, berbicara kepada calon jamaah, seperti dilansir Gulf News, Rabu (16/8/2023).

Kementerian menyarankan mereka untuk masuk ke situs webnya dan memeriksa daftar agen berlisensi di negara asal mereka melalui tautan https://eservices.haj.gov.sa. Arab Saudi mengharapkan sekitar 10 juta Muslim dari luar negeri untuk melakukan umroh selama musim ini.

Musim dimulai beberapa pekan yang lalu, bertepatan dengan dimulainya tahun baru Hijriah Islam. Musim haji dimulai setelah akhir ziarah haji Islam tahunan yang dihadiri sekitar 1,8 juta Muslim untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah pembatasan terkait pandemi dicabut.

Umat Muslim, yang tidak mampu secara fisik atau finansial untuk menunaikan ibadah haji, pergi ke Arab Saudi untuk melakukan umroh di Masjidil Haram, tempat suci umat Islam di Makkah. Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi Muslim luar negeri untuk datang ke negara itu untuk melakukan umroh.

Umat Islam yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, kunjungan dan turis diizinkan untuk melakukan umroh dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana makam Nabi Muhammad SAW terletak di Masjid Nabawi di Madinah setelah memesan e -janji temu. Otoritas Saudi telah memperpanjang visa umroh dari 30 hari menjadi 90 hari dan mengizinkan pemegangnya untuk memasuki kerajaan melalui semua outlet darat, udara dan laut dan berangkat dari bandara manapun.

Kerajaan juga mengatakan bahwa ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk berhak untuk mengajukan visa turis, terlepas dari profesinya, dan dapat melakukan umroh. Awal bulan ini, Arab Saudi mengumumkan menambahkan delapan negara lagi ke sistem e-visa kunjungannya.

Ini memungkinkan warga negara mereka datang ke kerajaan untuk umroh dan pariwisata, meningkatkan jumlah negara yang warganya memiliki akses ke sistem ini menjadi 57.

BPKH Kembali Sosialisasikan Transparansi Pengelolaan Dana Haji

badan-pengelola-keuangan-haji-bpkh-sukses-meraih-opini-wajar_230820172456-408

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali melakukan sosialisasi terkait transparansi pengelolaan dana haji. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan hingga ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Terbaru, kegiatan sosialisasi berlangsung di Yogyakarta dan Purwokerto, Jawa Tengah. Sebelumnya, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Gorontalo.

Setiap kegiatan sosialisasi yang digelar, BPKH selalu melibatkan stakeholders yang ada di daerah tersebut. Mulai dari akademisi, masyarakat khusus calon jamaah haji yang tergabung dalam paguyuban, anggota DPRD, hingga awak media alias jurnalis.

"Kami selalu mengedepankan informasi bahwa pengelolaan keuangan haji berlangsung aman, efisien, dan likuid. Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 34/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji," ujar Deputi Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Juni Supriyanto seusai kegiatan sosialisasi di Purwokerto, dalam siaran pers, Ahad (20/8/2023).

Juni menegaskan pengelolaan dana haji juga dilakukan secara optimal, profesional, syariah, transparan, efisien, dan nirlaba. Di sisi lain, pengelolaan dana haji oleh BPKH dilakukan secara transparan, dipublikasikan, diaudit oleh BPK dan diawasi oleh DPR.

Demikian juga, saat bertemu dengan jajaran redaksi dua media lokal di Purwokerto, Juni memaparkan proses transparansi pengelolaan dana haji. Usai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023, hingga pertengahan Agustus 2023, BPKH telah mengelola dana haji sebanyak Rp 160 triliun dari 5,3 juta calon jamaah haji dan dana abadi umat.

"Dana sebanyak itu terbagi menjadi dana abadi umat sebanyak Rp 3,8 triliun, sisanya merupakan setoran dana haji para calon jamaah haji yang sedang menunggu diberangkatkan ke Tanah Suci," ujarnya.

Sementara, penggunaan dana yang dikelola oleh BPKH, yakni dana penyelenggaraan haji, dana bantuan untuk pemberangkatan haji. Sedangkan dana abadi umat digunakan untuk kemaslahatan umat, yakni sosial keagamaan, penyelenggaraan ibadah haji, rumah ibadah, untuk pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan tanggap bencana.

Sikap konsisten menjaga Laporan Keuangan Haji ini menempatkan BPKH sukses meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan BPKH Tahun 2022 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

 

Opini WTP ini merupakan yang kelima kalinya berturut-turut atau quintrick sejak BPKH menyusun Laporan keuangan Tahun 2018. Tahun 2022 juga merupakan tahun pertama BPKH menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai anak perusahaan.

Saat menerima penghargaan Opini WTP dari BPK, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan bahwa bagi BPKH Opini WTP atas Laporan keuangan BPKH ini merupakan hal yang sangat penting sebagai bukti akuntabilitas pengelolaan dana haji. Opini WTP ini untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat atas pengelolaan dana haji yang prudent.

"Opini WTP juga menjadi bukti bahwa dana haji telah dikelola secara profesional, hati-hati, transparan dan akuntabel. Selain itu, Opini WTP kelima kalinya ini menunjukan bahwa pengelolaan dana haji aman dan Likuid sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku," ujarnya.

Secara konsisten pengelolaan dana haji dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dimana hasilnya berupa nilai manfaat yang dipergunakan untuk merasionalisasi biaya penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri setiap tahun. Laporan Keuangan BPKH terdiri dari Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Aset Neto dan Laporan Realisasi Anggaran.

Posisi dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp 168 triliun pada triwulan 1 tahun 2023. Nilai ini meningkat sebesar 4,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Jumlah dana haji pada triwulan 1 tahun 2023 melampaui target yang dikelola, yakni Rp 168 triliun. Jumlah ini meningkat 4,31 persen dibandingkan triwulan 1 tahun 2022. Sedangkan perolehan nilai manfaat mencapai Rp 2,75 triliun.

Di sisi lain, hingga Desember 2022 mengalami peningkatan 4,88 persen atau menjadi sebesar Rp 166,54 triliun dibanding tahun 2021 senilai Rp 158,79 triliun. Dari sisi nilai manfaat, BPKH telah membukukan nilai manfaat sebesar Rp 10,18 triiun di tahun 2022.

Nilai tersebut telah melampaui target nilai manfaat yang ditetapkan di tahun 2022 yaitu sebesar Rp 9,07 triliun dengan capaian 112,26 persen. Nilai manfaat ini akan digunakan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan distribusi virtual account untuk jemaah tunggu.

Terkait pengelolaan keuangan dana haji, Juni menegaskan bahwa semuanya dilakusakan secara transparan. Bahkan masyarakat bisa melihat dan mengawasi secara langsung melalui website resmi BPKH.

"Penggunaan dana haji ini digunakan untuk, sebagai pengelolaan ibadah haji. Dana ini berasal dari setoran jamaah atau calon jamaah haji, yang kemudian dimanfaatkan dan dioptimalisasikan," katanya.

Arab Saudi Minta Jamaah Umroh Patuhi Lima Pedoman Saat Gunakan Kereta Haramain

012695300-1683292070-830-556

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Saat ini umat Muslim di seluruh dunia banyak yang ingin berkunjung ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah. Kementerian Haji dan Umrah pun mengimbau para tamu Allah harus mematuhi lima pedoman, saat naik Kereta Cepat Haramain menuju Makkah dan Madinah.

Pedoman ini diperlukan untuk memastikan kelancaran perjalanan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain dan mencapai Makkah dan Madinah dengan mudah dan aman.
Kementerian Haji mengatakan penumpang harus datang ke stasiun kereta jauh sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan. Setelahnya, jamaah bisa menunjukkan tiket sebelum naik kereta, menjaga kebersihan, mengikuti arahan kru, serta duduk di kursi yang telah ditentukan di tiket.

Dilansir di Saudi Gazette, Kamis (17/8/2023), perusahaan Kereta Api Saudi (SAR) sebelumnya mengumumkan keberhasilan penyelesaian rencana operasional Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain untuk musim haji tahun ini.

Mereka menyebut jumlah penumpang yang menggunakan Kereta Cepat Haramain selama Haji 2023 mencapai lebih dari 750.000. Angka ini mengalami peningkatan 96 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2022.

Bukan cuma itu, mereka juga menyebut jumlah perjalanan yang dioperasikan SAR pada musim haji tahun ini sebanyak 3.627 perjalanan. Hal ini meningkat sekitar 79 persen dibandingkan musim haji tahun lalu.

Menteri Haji dan Umrah Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, sebelumnya telah memaparkan sejumlah perkembangan dan proyek yang dilakukan untuk meningkatkan layanan kepada tamu Allah SWT. Dalam kunjungan ke markas besar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) beberapa waktu lalu. ia membahas perihal sejumlah proyek, termasuk KA Cepat Haramain.

Al-Haramain High Speed Railway dibuat untuk mengurangi jarak antara Makkah dan Madinah menjadi sekitar dua jam. Adanya kereta ini dapat membantu meningkatkan perjalanan dan pergerakan jamaah, dengan perkiraan biaya sebesar 60 miliar riyal Saudi.

Proyek lain yang dilakukan adalah pengembangan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, dengan biaya lebih dari 64 miliar riyal Saudi. Ada juga pengembangan masjid bersejarah dan situs arkeologi Islam, dengan tujuan menciptakan pengalaman yang kaya bagi para peziarah. 

Sumber:

https://saudigazette.com.sa/article/634765/SAUDI-ARABIA/Passengers-told-to-abide-by-five-guidelines-when-boarding-Haramain-train

Kemenko PMK: Pelaksanaan Haji Tetap Perlu Dievaluasi

koordinasi-kemenag-dan-kemenko-pmk-soal-penyelenggaraan-haji_230818070633-798

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan pelaksanaan haji 2023 telah selesai dilaksanakan dan berjalan dengan baik, tetapi masih banyak permasalahan yang harus dievaluasi.

"Walaupun berjalan dengan baik pelaksanaan haji tahun ini perlu adanya evaluasi guna pelaksanaan haji tahun depan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Warsito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/8/2023).

Warsito mengatakan evaluasi yang menjadi catatannya seperti jadwal penerbangan yang selalu berubah, tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana.

Menurutnya, evaluasi tersebut sesuai dengan beberapa arahan Menko PMK Muhadjir Effendy saat rapat tingkat menteri untuk menjadi perhatian kementerian/lembaga guna perbaikan penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M.

Pada 2023 jamaah haji Indonesia sebanyak 229.000 orang (termasuk kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi sebanyak 8.000 orang). pada penyelenggaraan 2023 merupakan kuota terbanyak kedua setelah pelaksanaan 2019 sebanyak 231.000 orang

Adapun peserta haji yang wafat tahun 1444 H/2023 M sebanyak 775 orang, rinciannya usia di atas 65 tahun/lansia sebanyak 577 orang dan usia di bawah 65 tahun sebanyak 198 orang. Angka tersebut berpotensi bertambah karena masih ada yang sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi sekitar 75 orang.

Ia berharap pada 2024 perlu ditetapkan kebijakan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah calon haji sebagai tahapan utama sebelum dilakukan tahapan berikutnya, terutama bagi jamaah haji lansia. Selain itu, para peserta calon haji diwajibkan untuk menjadi peserta aktif BPJS.


"Pelayanan akomodasi, konsumsi dan transportasi agar lebih mengakomodir jemaah haji lansia," katanya.

Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi secara detail kesiapan bandar udara yang menjadi embarkasi dan debarkasi haji terkait dengan kapasitas, sarana dan prasarana bandar udara, serta wildlife hazard untuk meminimalisir permasalahan teknis dan operasi penerbangan.

Doa Agar tak Menzalimi dan Dizalimi Orang

doa-sapu-jagat-yang-sangat-disukai-rasulullah-saw_230327192058-546

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Setiap Muslim tentu ingin menghindari dirinya melakukan perbuatan menzalimi orang, apalagi dizalimi orang. Untuk itu, Muslim dapat memanjatkan doa kepada Allah ﷻ agar terhindar dari hal-hal buruk tersebut.

Berikut doanya:

اللّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ، وَالْقِلَّةِ، وَالذِّلَّةِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أو أُظْلَمَ

ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL FAQRI WA A'UUDZU BIKA MINAL QILLATI WADZ DZILLATI WA A'UUDZU BIKA AN AZHLIMA AU UZHLAMA


(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari kekurangan dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari melakukan kezaliman atau dizalimi)

Dikutip dari Kumpulan Doa Lengkap Untuk Kebutuhan Hamba Allah terjemahan Abu Zur'ah, Dalilnya :

عن أَبِي هريرة، أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول ، اللّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ، وَالْقِلَّةِ، وَالذِّلَّةِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أو أُظْلَمَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdoa: "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL FAQRI WA A'UUDZU BIKA MINAL QILLATI WADZ DZILLATI WA A'UUDZU BIKA AN AZHLIMA AU UZHLAMA"

 (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari kekurangan dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari melakukan kezaliman atau dizalimi)" (HR An-Nasa`i).


Pembimbing Harus Memahami Kondisi dan Masalah Riil Manasik Haji

062847900-1653547663-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembimbing haji merupakan sosok yang penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sertifikasi untuk memastikan kecakapannya.

Agenda sertifikasi pembimbing manasik haji pun tidak hanya diisi dengan pertemuan klasikal dan sesi pemaparan yang bersifat kognitif. Direktur Bina Haji Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan proses sertifikasi juga dikuatkan dengan praktik lapangan.

Hal ini bertujuan agar para pembimbing ibadah benar-benar memahami proses manasik haji, baik aspek teori maupun praktik. Lebih dari itu, pembimbing juga memahami kondisi riil dan dinamika permasalahan, agar dapat memberikan pemahaman kepada jamaah.

"Sertifikasi tidak hanya teori. Peserta benar-benar diberi pemahaman praktis agar mereka bisa menjelaskan hal ihwal manasik haji secara lengkap kepada jamaah, termasuk kondisi riil dan problematika di Makkah dan Madinah," kata Arsad Hidayat dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Jumat (18/8/2023).

Saat ini Kemenag tengah menggelar Program Sertifikasi Pembimbing di Bandung. Kegiatan ini diikuti 100 ASN Kementerian Agama dari berbagai daerah.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Berdasarkan jadwal, kegiatan berlangsung sejak Senin (14/8/2023) hingga hari ini, 18 Agustus 2023.

Kasubdit Bimbingan Jamaah, Khalilurrahman, menjelaskan proses sertifikasi berlangsung lima hari. Setelah tiga hari berlangsung secara klasikal, peserta sertifikasi pembimbing manasik haji profesional akan melakukan praktik lapangan.

"100 peserta sertifikasi pembimbing haji profesional ini melakukan praktik manasik haji di Masjid Al Jabar Bandung," ujar dia.

Ketua Panitia Manasik Arif Rahman menjelaskan, peserta diberangkatkan dari hotel pada pukul 04.00 WIB menuju Masjid Al Jabar. Mereka diharuskan memakai ihram secara sempurna.

Setelah shalat Subuh, mereka masuk ke Galeri Rasulullah yang ada dilantai dasar Masjid Al Jabar. Mereka akan menyaksikan prolog perjuangan Rasulullah SAW beserta miniatur lokasi tempat rasulullah melakukan syiar islam.

Sekitar pukul 07.00 WIB, para peserta mendengarkan paparan skenario pelaksanaan manasik yang disampaikan KH. Adam Anhari. Setelah itu, layaknya jamaah haji, peserta sertifikasi membentuk struktur kloter dengan mengelompokkan peserta per-regu dan per-rombongan, serta masing-masing diketuai oleh ketua ragu atau ketua rombongan.

"Selain materi teoritik, peserta sertifikasi juga dibekali dengan praktik dan gladi posko. Hal ini dimaksudkan agar peserta bisa memahami kondisi ril lapangan dengan segala problematikanya," ucap Arif Rahman.

Arab Saudi Minta Jamaah Umroh Patuhi Etika dan Aturan Selama Ibadah

Mekkah-Madinah-Memasuki-Musim-Dingin-01122022-Bal-3

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi meminta jamaah umroh dan pengunjung untuk tidak tidur di Masjidil Haram di Makkah. Mereka harus menghindari hal tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan dan instruksi yang telah ditetapkan Saudi.

Dalam pernyataan Kementerian Saudi sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Senin (7/8/2023), disebutkan bahwa jamaah tidak boleh berbaring atau tidur terutama di koridor, tempat sholat, di jalur kendaraan darurat, dan jalur yang dialokasikan untuk kursi roda penyandang disabilitas.

Kementerian juga menekankan, jamaah harus mematuhi etika dalam melaksanakan ibadah umroh. Di antaranya ialah perilaku yang baik dengan semua orang dan keinginan atau sikap yang kooperatif untuk bekerja sama, selain mengikuti instruksi dari penyelenggara dan pekerja.

 

Agar tidak melanggar aturan, Kementerian Haji dan Umroh Saudi menyatakan bahwa setiap orang yang ingin menunaikan ibadah umroh harus mendapatkan izin sebelum tiba di Masjidil Haram di Makkah melalui penerapan layanan Nusuk atau Tawakkalna.

Musim umroh dimulai setelah berakhirnya musim ziarah haji, di mana pada tahun ini dihadiri oleh sekitar 1,8 juta jamaah dari seluruh dunia. Ini merupakan pertama kalinya dalam tiga tahun setelah pembatasan terkait pandemi dicabut.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi Muslim luar negeri untuk datang ke negara itu untuk melakukan umroh.

 

Mereka yang memiliki berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, kunjungan dan wisata diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana makam Nabi Muhammad (SAW) berada di Masjid Nabawi di Madinah setelah memesan e-appointment.

 

Otoritas Saudi telah memperpanjang visa umroh dari 30 hari menjadi 90 hari dan mengizinkan pemegangnya untuk memasuki kerajaan melalui semua outlet darat, udara, dan laut dan berangkat dari bandara manapun.

Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jamaah Haji Dicairkan Bertahap
664xauto-doa-melihat-kabah-di-mekah-sebagai-penghormatan-dan-ungkapan-keagungan-220907a

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Saiful Mujab mengatakan asuransi jiwa dan kecelakaan jamaah haji sudah mulai dicairkan secara bertahap.

"Sampai hari ini, biaya asuransi sudah ditransfer ke 301 rekening," ujar Saiful di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah berakhir. Ada lebih dari 700 peserta haji Indonesia yang wafat pada musim haji tahun ini.

Kementerian Agama menyiapkan perlindungan berupa asuransi jiwa bagi jamaah haji Indonesia yang wafat dan yang mengalami kecelakaan.

Saiful mengatakan keluarga peserta haji bisa mulai melakukan pengecekan ke rekening saat almarhum melakukan pelunasan biaya haji.

 

"Jadi, pencairan langsung ke rekening jamaah wafat yang digunakan saat melakukan pelunasan biaya haji di BPS bipih sebelum mereka berangkat," kata dia.

 

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag mencatat ada 775 orang yang wafat tahun ini. Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah saat ini masih terus melakukan verifikasi data.

 

"Sisanya, masih dalam proses verifikasi dan akan segera dilakukan pembayaran," kata Saiful.

 

Menurut dia, klaim asuransi sepenuhnya dilakukan oleh Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Persyaratan yang dibutuhkan adalah Certificate of Date (COD) dan Surat Keterangan Kematian (SKK) jamaah wafat yang sudah diverifikasi oleh Siskohat.

 

"Keluarga jamaah tidak perlu melakukan apa-apa, cukup mengonfirmasikan ke bank penerima setoran almarhum/almarhumah, apakah dana klaim asuransi sudah ditransfer atau belum," kata Saiful.

 

Adapun ketentuan asuransi jiwa dan kecelakaan bagi haji Indonesia 1444 H yakni jamaah wafat diberikan asuransi sebesar minimal biaya perjalanan ibadah haji (bipih) perembarkasi.

 

Jamaah wafat karena kecelakaan diberikan dua kali bipih perembarkasi, kecelakaan yang mengalami cacat tetap diberikan santunan dengan besaran yang bervariasi antara 2,5 persen sampai 100 persen bipih per embarkasi.

 

Kemudian, pengurusan asuransi dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pihak perusahaan asuransi akan membayar klaim melalui transfer ke rekening jamaah. Terakhir, asuransi meng-cover sejak jamaah masuk asrama embarkasi haji sampai jamaah pulang kembali ke debarkasi haji

Nilai Tanggungan Asuransi Umroh Bagi Jamaah Internasional Hingga 100 Ribu Riyal

068225400-1689724320-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kerajaan Arab Saudi menetapkan setiap Muslim yang ingin melaksanakan umroh harus memiliki asuransi. Bagi jamaah internasional, asuransi ini sudah masuk dalam biaya pembuatan visa.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi terbaru mengumumkan, polis asuransi umroh untuk peziarah internasional tersebut menawarkan pertanggungan dengan manfaat hingga 100 ribu riyal atau setara Rp 400 juta.

Dilansir di Saudi Gazette, Selasa (25/7/2022), kementerian juga menekankan asuransi ini wajib untuk semua jamaah yang datang dari luar Arab Saudi. Adanya asuransi ini diharap dapat memberikan perlindungan menyeluruh bagi pemegangnya.

Terkait cakupan polisnya, disampaikan hal ini sudah mencakup situasi medis darurat, infeksi Covid-19 yang tidak terduga, kecelakaan umum dan kematian, hingga pembatalan atau penundaan penerbangan.

Adapun pembayaran maksimum dari polis asuransi umroh wajib untuk jamaah internasional ini ditetapkan sebesar 100 ribu riyal Saudi. Kementerian Haji juga mendorong siapa pun yang mencari informasi lebih lanjut untuk menghubungi otoritas terkait, melalui saluran komunikasi resmi mereka di Program Asuransi Komprehensif bagi Para Tamu Rahman.

Nomor kontak lokal yang bisa dihubungi adalah 8004400008 dan nomor internasional 00966138129700. Informasi tambahan dapat diperoleh dari situs web mereka, https://www.riaya-ksa.com.

Wapres Pastikan Penyelenggaraan Haji Dievaluasi Setiap Tahun
wapres-kh-maruf_230803113528-305

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan penyelenggaraan ibadah haji akan dievaluasi setiap tahun untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang terjadi.

"Masalah haji setiap tahun penyelenggaraan selalu ada evaluasi. Nah yang baik, yang tidak baik, mana harus disempurnakan, itu selalu ada evaluasi,” ujar Wapres dalam keterangan pers usai menyaksikan Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur, di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (4/8/2023).

 

Pernyataan Wapres menyikapi pertanyaan tentang banyaknya jamaah yang wafat di Tanah Suci yakni sebanyak 772 orang, dan merupakan angka tertinggi sejak 2015. Wapres mengatakan banyaknya jemaah yang wafat disebabkan beberapa faktor, salah satunya banyaknya jamaah haji lanjut usia (lansia).

 

“Nah tahun ini memang ada masalah yang perlu mendapat (perhatian) lebih serius, banyaknya yang wafat, itu kan karena memang pertama tentu banyak jemaah haji yang lansia,” tuturnya.

Faktor kedua, kata Wapres, cuaca di Arab Saudi yang sedang panas-panasnya saat pelaksanaan ibadah haji. Sementara faktor ketiga adalah kurangnya kesiapan dalam menghadapi banyaknya jemaah lansia dan cuaca panas.

 

"Faktor ketiga dalam menghadapi dua hal ini (banyaknya lansia dan cuaca panas) kurang disiapkan antisipasinya, termasuk juga mungkin aturan-aturan di Saudi, sinkronisasi aturan menghadapi jemaah lansia dan cuaca panas kan mesti ada langkah-langkah antisipatifnya,” ujarnya.

 

Faktor-faktor tersebut menurut Wapres, perlu dievaluasi sebagai langkah antisipasi untuk penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang agar terlaksana dengan lebih baik.

 

“Selain dari pada apa yang dievaluasi tahun ini, tahun depan harus diantisipasi hal yang tentu akan terjadi,” katanya.

 

Di samping itu, lanjut Wapres, berbagai tantangan dan masalah lain yang mungkin terjadi pada penyelenggaraan haji mendatang juga harus diinventarisasi dan dicarikan alternatif solusi.

 

“Kita tidak tahu yang akan datang ini masalahnya apa, masalah-masalah yang dihadapi ini diantisipasi. Jadi menyikapi kekurangan kemarin dan juga tantangan ke depan belum tentu sama, bisa saja berbeda. Itu harus kita siapkan, di dalam rangka melakukan evaluasi harus sesempurna mungkin (dan) seoptimal mungkin,” ujarnya.


4 Ciri Haji Mabrur

003027300-1688219099-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap muslim yang berhaji, menginginkan agar menjadi haji mabrur. Apa saja di antara sifat haji mabrur?

Dikuti dari Masalah-masalah yang Sering Ditanyakan Seputar Haji oleh Abdullah bin Shalih al-Fauzan, Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu \'Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam bersabda :

“Umrah ke umrah (berikutnya) sebagai pelebur (dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan bagi haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga.” Diriwayatkan oleh Bukhari (1683) dan Muslim (1349).

 

Sedang haji mabrur terhimpun empat sifat di dalamnya :

Pertama, biaya hajinya berasal dari harta yang halal. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

 

“Sesungguhnya Allah Ta\'ala baik, tidak menerima kecuali yang baik.” HR. Muslim (1015)

 

Kedua, jauh dari perbuatan maksiat, dosa, bid\'ah dan hal-hal yang berseberangan dengan syariat. Karena jika terkontaminasi ke dalam amal shalhh apapun maka terkadang dapat menyebabkan tidak diterima amal tersebut, sedangkan untuk haji lebih-lebih lagi.

 

Ketiga, bersungguh-sungguh dalam menjaga kewajiban-kewajiban haji beserta sunnah-sunnahnya, dengan mengkuti nabi dalam mengejawantahkannya. Sambil mengagungkan syiar-syi\'ar Allah Ta\'ala.

 

Keempat, berakhlak baik, lembut terhadap orang di sekitarnya, bersikap tawadhu\' (rendah hati) saat di kendaraan, rumah dan berinteraksi dengan orang lain, di setiap keadaan. Sebagaimana keadaan Nabi Shallallahu “Alaihi wa Sallam saat berhaji.

 

Yang lebih baik lagi seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr sebagaimana yang tercantum dalam at-Tamhid, “Adapun haji mabrur adalah haji yang tidak terdapat unsur riya\' (pamer diri) dan sum\'ah (siar diri), dan tidak ada perkataan yang seronok serta tidak berbuat maksiat, dan dengan harta yang halal ...”


Arab Saudi Luncurkan Peta Jalan Haji 2024

013118800-1688100906-830-556

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Pemerintah Arab Saudi meluncurkan peta jalan dimulainya operasi Haji 2024 akhir pekan lalu. Hal ini diumumkan tepat saat otoritas mengesahkan penutupan operasi haji 2023.

 

Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr Tawfiq Al Rabiah, menyampaikan hal ini di kantor pusat Kementerian Haji dan Umrah Saudi di Makkah, saat upacara untuk menandai berakhirnya operasi Haji 2023. Adapun operasi haji 2024 akan segera dimulai dengan penerbitan surat ke masing-masing negara.

Dilansir di This Day Live, Selasa (4/7/2023), ia menyebut pertemuan persiapan haji 2024 akan berlangsung antara 16 September dan 14 November 2023. Sedangkan Simposium dan Pameran Haji Internasional akan berlangsung pada 8 Januari 2024.

 

Tidak hanya itu, Tawfiq juga menyatakan penyelesaian kontrak akomodasi dan Masyair dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari 2024. Penerbitan visa haji akan dimulai pada 1 Maret 2024.

Menteri Haji menambahkan, penutupan penerbitan visa dijadwalkan pada 29 April 2024. Adapun untuk kedatangan jemaah haji 2024 gelombang pertama ke Arab Saudi akan dimulai pada 9 Mei 2024.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga mengisyaratkan bahwa misi haji atau negara pertama yang menyelesaikan semua persiapan haji akan memiliki kesempatan memilih lokasi pilihannya di Masyair, untuk haji 2024.

 

Terakhir, Tawfiq berterima kasih kepada semua lembaga dan misi haji atas peran mereka dalam ibadah haji 2023. Ia menegaskan kembali komitmen Kerajaan untuk melayani para tamu Allah sebaik mungkin, dengan mendengarkan umpan balik dari misi haji dan meningkatkan layanannya.

 

Salah satu agenda kegiatan tersebut adalah pengumuman pemenang penghargaan Layanan Haji Labbaikum 2023. Irak muncul sebagai misi haji terbaik secara keseluruhan untuk operasional haji 2023.

 

Negara lain, seperti Malaysia, Gambia, Bahrain, Singapura, Afrika Selatan, dan Azerbaijan, juga turut diakui keunggulannya di berbagai aspek pelaksanaan ibadah haji.

 

Seiring dengan berakhirnya puncak haji 2023, secara bertahap jamaah haji dari seluruh dunia akan meninggalkan Tanah Suci. Bagi jamaah haji asal Nigeria, Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) akan mulai menerbangkan jamaah haji kembali ke Tanah Air.

 

Seorang pejabat senior NAHCON, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan tidak ada alasan bagi jamaah untuk khawatir. Pihaknya telah siap sepenuhnya menerbangkan jamaah haji pulang ke Nigeria. 

 

Sumber:

https://www.thisdaylive.com/index.php/2023/07/03/saudi-arabia-govt-unveils-roadmap-for-2024-hajj-declares-2023-hajj-closed

Musim Umroh Baru, Arab Saudi Ingatkan Sanksi Pelanggaran pada Penyedia Layanan
025311900-1689724354-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Gelombang pertama jamaah umroh dari berbagai negara tiba di Arab Saudi pada Rabu, 1 Muharram 1445 Hijriyah bertepatan dengan dimulainya musim umroh tahunan.

Dilansir di Saudi Gazette, Rabu (19/7/2023), semua lembaga dan sektor pemerintah dan swasta terkait umroh telah menyelesaikan persiapan terpadu mereka untuk menerima jamaah. Selain itu, memperluas fasilitas serta layanan terbaik untuk jamaah melakukan ritual dengan mudah dan nyaman.

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mendesak semua perusahaan penyedia layanan umroh berlisensi untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah dan tidak melanggar kewajiban mereka dalam penyediaan layanan. Dikatakan bahwa pasal 7 peraturan untuk layanan jamaah asing dan pengunjung Masjid Nabawi menetapkan perusahaan yang berlisensi yang melanggar salah satu ketentuan dan peraturan akan menghadapi hukuman.

Sanksinya termasuk denda maksimal 50 ribu riyal dan penangguhan izin untuk jangka waktu tidak lebih dari enam bulan dan pembatalan izin yang diberikan kepada perusahaan. Pihak berlisensi di luar negeri akan dilarang berurusan dengan perusahaan berlisensi di Saudi jika melanggar salah satu kewajiban kontraktual.

Menurut peraturan, mereka yang melayani jamaah tanpa mendapatkan izin yang diperlukan akan dihukum dengan denda tidak melebihi 100 ribu riyal. Pelanggaran tersebut antara lain kegagalan penyediaan tempat tinggal bagi jamaah, penyediaan perumahan tanpa izin atau tanpa klasifikasi, perbedaan dalam program pemondokan, dan kegagalan untuk memberi tahu kementerian tentang perubahan pemondokan.

Kemudian, kegagalan dalam penyediaan transportasi, mengamankan pengangkutan tanpa izin, ketidaksesuaian program transportasi, kegagalan dalam menerima jamaah, dan kegagalan mengonfirmasi reservasi keberangkatan atau kegagalan untuk menindaklanjuti keberangkatan.


Berikutnya, tidak melaporkan jamaah haji yang tertunda, penyediaan layanan oleh agen eksternal di wilayah Saudi atau pengelompokan kembali jamaah haji yang salah atau tertunda, kegagalan untuk mendidik jamaah sehubungan dengan kepatuhan terhadap berat bagasi yang diizinkan pada saat keberangkatan, dan kegagalan untuk mengawasi keberangkatan jamaah.

Kementerian juga mengutip pelanggaran seperti kurangnya program untuk jamaah di Madinah, dan ketidakpatuhan terhadap instruksi pembubaran, kegagalan mengarahkan jamaah ke lokasi perumahan yang benar, keterlambatan mengamankan pemondokan, tidak adanya perwakilan perusahaan umrah untuk mendampingi jamaah selama umroh atau kunjungan, kegagalan untuk menindaklanjuti pasien rawat inap dan kasus kematian atau jamaah haji yang hilang dan menyelesaikan prosedur yang berkaitan dengan mereka.

Pelanggaran juga termasuk kegagalan untuk mengonfirmasi reservasi untuk mengunjungi Raudah Al-Sharif, dan ketidakhadiran perwakilan untuk menindaklanjuti keberangkatan jamaah dan tidak memberikan layanan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, dan tidak memberi tahu kementerian dalam peristiwa kasus wanprestasi.

7.126 Pekerja Musiman Bantu Lancarkan Operasional Haji
013366000-1689724291-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Otoritas Saudi mengumumkan operasional haji 1444 H/2023 M telah resmi berakhir pada akhir Juni lalu. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah satu tahun sekali ini, otoritas terkait berupaya menghadirkan pekerja sukarela atau musiman.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (MHRSD) menyebut, jumlah pegawai Saudi yang memperoleh izin Ajeer untuk pekerjaan musiman Haji 2023 mencapai 7.162 orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Dilansir di Saudi Gazette, Ahad (23/7/2023), MHRSD mencatat bahwa upah rata-rata bagi mereka yang memiliki izin Ajeer tersebut berjumlah sekitar 5.762 riyal Saudi atau setara Rp 23,1 juta.

Sejauh ini, MHRSD menegaskan tidak ada kasus yang terdeteksi mengenai tidak dilakukannya kontrak, atau keterlambatan pembayaran iuran keuangan. Jika ada kasus individu, maka hal ini ditangani melalui portal resmi.

Perlu disebutkan bahwa platform Ajeer diluncurkan oleh MHRSD sekitar enam tahun yang lalu. Hadirnya Ajeer berkontribusi dalam mengatur pekerjaan sementara dan memfasilitasi jangkauan tenaga kerja.

Di sisi lain, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar tenaga kerja, melalui keuntungan dari tenaga kerja di Arab Saudi sebagai alternatif perekrutan.

Platform Ajeer juga bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas solusi tenaga kerja di pasar Saudi. Kehadirannya diharap dapat memenuhi kebutuhan, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerja. 

Sumber:

https://saudigazette.com.sa/article/634312/SAUDI-ARABIA/Ajeer-employed-7162-Saudis-in-Hajj-with-wages-averaging-SR5762

Jumlah Jamaah Haji Lansia Tahun Ini Terbanyak dalam Dekade Terakhir

departemen-urusan-haji-dan-transportasi-arab-saudi-menyetujui-pengoperasian_220709152528-389

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jumlah jamaah haji lansia alami peningkatan setiap tahunnya. Pada ibadah haji tahun ini, lonjakan lansia hampir mencapai 100 persen.

Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, lebih 61.000 lansia dari 209.782 jamaah haji yang tahun ini tiba di Arab Saudi. Ini merupakan angka lansia terbesar dalam 10 tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji.

Pada 2014, jumlah jamaah haji lansia pada angka 22.022. Jumlah ini terus meningkat menjadi 23.928 (2015), 25.471 (2016), dan 33.732 (2017). Sempat turun menjadi 32.499 pada 2018, lalu naik lagi pada angka 39.659 di 2019. Kalau melihat data ini, lonjakan lansia hampir mencapai 100 persen pada 2023.

"Sesuai dengan amanat UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU), jamaah haji Indonesia perlu mendapatkan pelayanan kesehatan," kata anggota Amirul Hajj perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Sundoyo, di Madinah, Selasa (4/7/2023).

Dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan bagi jamaah, Kementerian Kesehatan pada penyelenggaraan haji 2023, telah merekrut 2.113 tenaga kesehatan. Mereka terdiri atas tenaga dokter, termasuk dokter spesialis, dan perawat.

Selain dokter dan perawat, ada juga Tenaga Promosi Kesehatan. Tugasnya, memberikan pelayanan di luar gedung dengan cara memberikan edukasi dan imbauan agar jamaah menjaga kesehatan dengan cara banyak minum dan makan makanan yang sehat.

 

"Kami juga siapkan pelayanan kesehatan di kloter, sektor, dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik Makkah maupun Madinah. Disiapkan juga, pelayanan kesehatan pada Pos Kesehatan Arafah dan Pos Kesehatan Mina," ujarnya.

Jika ada jamaah yang tidak dapat diberikan pelayanan kesehatan di KKHI karena peralatan kesehatan yang terbatas, Sundoyo memastikan mereka dirujuk ke RS Arab Saudi. Selama menjalani perawatan di RS Arab Saudi, jamaah akan didampingi oleh tenaga kesehatan Indonesia.

"Hal ini untuk memudahkan komunikasi antara pasien dengan tenaga kesehatan RS Arab Saudi," ujarnya.

Layanan kesehatan yang disiapkan Kemenkes juga didukung dengan obat-obatan dan alat kesehatan, termasuk alat kesehatan habis pakai. Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan jamaah haji mendapatkan hak akses terhadap pelayanan kesehatan dengan mutu yang baik.

"Penanganan kesehatan menjadi bagian dari usaha menjaga kesehatan jamaah," ujarnya.

Panitia Haji: Kita Usahakan Jamaah Haji Tak Berlama-lama di Debarkasi
039523200-1688553147-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pelaksana Harian Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kementerian Agama Sumatra Barat, Zilwadi, mengatakan kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Debarkasi Padang pada 17 Juli 2023 nanti. Zilwadi menyebut kloter pertama ini akan berangkat dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah pada 16 Juli 2023.

"Insya Allah kloter pertama Debarkasi Padang akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 17 Juli pukul 03.45 WIB," kata Zilwadi, Kamis (6/7/2023).

Zilwadi menjelaskan kloter pertama Debarkasi Padang beranggotakan 393 orang yang terdiri dari 388 jamaah dan sisanya adalah petugas haji.

Seluruh jamaah kloter I ini berasal dari Kota Padang. Saat ini kloter pertama Debarkasi Padang menurut Zilwadi dalam keadaan sehat setelah melaksanakan berbagai rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Zilwadi menambahkan kloter II Debarkasi Padang akan  berangkat dari Jeddah pada 17 Juli 2023.

Setelah jamaah haji mendarat di Bandar Udara Internasional Minangkabau, petugas akan langsung mengantar mereka ke Debarkasi Haji Padang menggunakan bus.

Setelah jamaah haji sampai di Debarkasi Haji Padang, Kantor Wilayah Kementerian Agama akan melakukan serah terima jamaah dengan pemerintah kabupaten dan kota. Jamaah haji selanjutnya akan diantar dari debarkasi ke daerah asal masing-masing.

"Kita usahakan jamaah itu tidak berlama-lama di debarkasi karena kita juga tahu mereka pasti sudah sangat rindu dengan sanak keluarganya," kata Zilwaldi menambahkan.

Janji Jamaah Haji setelah Kembali ke Kampung Halaman
042069700-1688553107-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU- Asisten I Setdaprov Riau, Masrul Kasmy, mengatakan pada Rabu (5/7/2023) kemarin, sebanyak 374 jamaah haji yang tergabung ke dalam kelompok terbang (kloter) I Riau, kembali ke tanah air.

374 jamaah haji Kloter 1 EHA Riau ini merupakan jamaah haji penuh asal Kota Pekanbaru.


"Alhamdulillah seluruh rombongan dalam keadaan sehat wal afiat dan insyaallah memperoleh haji yang mabrur," kata Masrul Kasmy, Kamis (6/7/2023).

 

Masrul berpesan kepada seluruh jamaah haji asal Kota Pekanbaru untuk bisa berjanji kepada diri sendiri dan Allah SWT agar bisa meningkatkan ibadahnya.

"Berjanji kepada Allah jangan lagi kita berpisah dengan masjid, apalagi Kota Pekanbaru ini banyak sekali masjid yang melakukan kegiatan pengajian. Mari sama-sama kita mencintai masjid, berjanji kepada Allah SWT untuk menegakkan shalat 5 waktu di masjid," ujar Masrul.

 

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan ibadah haji merupakan momen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap jamaah haji ini dapat menjadi agen perubahan yang baik.

 

"Kita berharap jamaah haji ini dapat menjadi agen perubahan yang lebih baik. Sehingga kita bisa maju dan berkembang lagi di masa yang akan datang," ucap Ingot.

 

Dalam penyambutan kedatangan jamaah haji ini Pemko Pekanbaru menyediakan fasilitas bus untuk transportasi jamaah dari bandara ke EHA. Kemudian diantarkan ke keluarga di Kantor Kemenag Kota Pekanbaru Jalan Arifin Ahmad.

 

"Ada delapan bus yang kita sediakan, dan untuk kloter selanjutnya juga kita akan menyediakan busnya,"  ujar Ingot.


Menag: Pelayanan yang Diberikan Petugas Haji Sudah Lampaui Batas

departemen-urusan-haji-dan-transportasi-arab-saudi-menyetujui-pengoperasian_220709152528-389

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, menyebut ucapan terima kasih tak cukup saat melihat kerja keras, pengabdian, dan dedikasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat mengawal puncak haji di Arafah, Mudzalifah dan Mina (Armina). Ucapan terima kasih saja tidak cukup.

“Tugas bapak/ibu PPIH dalam melayani jamaah sudah melampaui batas, seperti menggendong jamaah lansia dan membersihkan kotoran jemaah lansia. Itu semua tidak ada dalam pakta intergritas, tapi saudara-saudaraku PPIH melakukannya,” kata Yaqut Cholil Qoumas, dalam Amanat Rakor Persiapan Pelayanan Jemaah Haji Pasca-Armina 1444H/2023M di Makkah, Arab Saudi, Selasa (4/7/2023).

Dia mengaku melihat sendiri kerja keras  PPIH baik sebelumnya Armina maupun ketika puncak haji. Beberapa jamaah yang tersasar saat melempar jumrah dibawa kembali ke maktabnya.

 

“Selama 4 hari jamaah berada di Mina, bapak/ibu sudah memberikan yang terbaik untuk jamaah, ini sungguh luar biasa,” kata Gus Men, sapaan Yaqut Cholil Qoumas.

Bukan hanya itu, PPIH juga melayani jamaah lansia dalam menuntunnya melempar jumrah. Hal serupa juga dilakukan para medis dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk jamaah, termasuk menyisir jamaah yang membutuhkan pertolongan sepanjang jalur jemarat.

 

Gus Men mengucapkan terima kasih pada PPIH. Namun dirinya menyadari jika kalimat itu tidak cukup untuk membalas semua kebaikan para PPIH selama ini. “Saya mendoakan semoga PPIH terus diberikan kesehatan, kesuksesan nantinya saat kembali ke tanah air dan selalu mendapatkan kemudahan dalam segala urusan, amin ya rabbal alamin,” ujarnya.

 

Yaqut Cholil Qoumas mengakui masih ada saja pihak yang menilai petugas tidak bekerja dengan benar.

 

"Jadi kalau hari ini ada yang mengatakan bahwa petugas haji tidak profesional dan tidak mampu memberi pelayanan kepada jamaah haji, saya akan menghadapi mereka," kata Gus Yaqut.

 

"Kalau saya memiliki kemampuan Bapak Ibu sekalian saya akan sujud di bawah kaki Bapak Ibu sekalian sebagai tanda penghormatan saya atas apa yang Bapak Ibu sekalian abdikan kepada para jamaah haji. Sangat luar biasa," puji Gus Yaqut.

Larangan Berpuasa pada Idul Adha dan Hari Tasyrik

web-ibadah-haji

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat islam dilarang untuk berpuasa selama Idul Adha dan Hari Tasyrik pada 11,12, 13 Dzulhijjah. Sebaliknya, pada hari ini umat dapat bersenang-senang untuk menyantap makanan.

Dikutip dari buku Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik Oleh Muhammad Abduh Tuasikal, Dari bekas budak Ibnu Azhar, dia mengatakan bahwa dia pernah menghadiri shalat ‘ied bersama ‘Umar bin Al Khaththab radhiyallahu 'anhu. ‘Umar pun mengatakan,

هذان يومان نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صيامهما: يوم فطركم من صيامكم، واليوم الآخر تأكلون فيه من نُسُكِكُم.

“Dua hari ini adalah hari yang Rasulullah ﷺ larang untuk berpuasa di dalamnya yaitu Idul Fithri, hari di mana kalian berbuka dari puasa kalian. Begitu pula beliau melarang berpuasa pada hari lainnya, yaitu Idul Adha di mana kalian memakan hasil sesembelihan kalian.” (HR. Bukhari, no. 1990 dan Muslim, no. 1137)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah ﷺ melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.” (HR. Muslim, no. 1138)

Kaum muslimin telah bersepakat (berijma’) tentang haramnya berpuasa pada dua hari raya, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. (Lihat Ad-Darar Al-Madhiyah Syarh Ad-Durar Al-Bahiyah, Muhammad bin ‘Ali Asy-Syaukani, hlm. 220)

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan, “Hari-hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyrik tersebut dimasukkan dalam hari ‘ied. Hukum yang berlaku pada hari ‘ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyrik, seperti hari tasyrik memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban, diharamkannya puasa (sebagaimana pada hari ‘ied, pen) dan dianjurkan untuk bertakbir ketika itu.” (Syarh Shahih Muslim, 6:184)

Imam Malik, Al-Auza’i, Ishaq, dan Imam Asy Syafi’i dalam salah satu pendapatnya menyatakan bahwa boleh berpuasa pada hari tasyrik pada orang yang tamattu’ jika ia tidak memperoleh al hadyu (sembelihan qurban). Namun untuk selain mereka tetap tidak diperbolehkan untuk berpuasa ketika itu. (Syarh Shahih Muslim, 8:17)

Dalil dari pendapat ini adalah sebuah hadits dalam Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah, mereka mengatakan,

“Pada hari tasyrik tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapat al hadyu ketika itu.” (HR. Bukhari, no. 1997 dan 1998)

Banyak Jamaah Haji Indonesia Terkena Heatstroke
tampak-arus-jamaah-haji-seluruh-dunia-termasuk-indonesia-melintas_220710223208-980

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia yang dirawat di RSAS yang berada di Mina Al Wadi kurang lebih ada 56 orang termasuk di Mina Azzasir. Sementara jamaah haji yang diobservasi di rumah sakit Mina ini ada 189 orang.

"Ini merupakan data hari kedua dari tanggal 28 Juni selama jamaah berada di Mina. Penyebab terbanyak itu penyakit heatstroke. Mereka rata-rata berusia di batas 55 tahun," ungkap Kasi Kesehatan Satgas Mina Thafsin Alfarizi, Rabu (29/6/2023).

Thafsin menyebut, ada tiga jenis penyakit yang menyerang jamaah. Di antaranya, heatstroke sebanyak 39 jamaah, penyakit pernapasan sebanyak 19 orang, dan kelelahan 17 orang.  "Ini adalah penyakit tiga terbesar dari angka kunjungan pos pelayanan selama dua hari di Mina hingga pukul 10.00 ini," ucapnya.

Tahfsin menjelaskan, jamaah haji heatstroke karena kena sengatan atau terpapar cukup lama panas tanpa menggunakan pelindung diri dan juga kurangnya cairan.

"Imbauan untuk melontar sebaiknya ikutilah aturan yang sudah diatur pemerintah Indonesia, jam-jam tertentu sehingga untuk kepadatan maupun cuaca apabila ada cuaca cukup panas menggunakan penutup kepala atau payung kemudian kaca mata," katanya.

Selain itu, kata Thafsin, jangan lupa minum oralit dengan air sebanyak 300 ml sekali dalam sehari sebelum pergi. "Siapkan minum selama di perjalanan dan semprotan-semprotan yang mungkin bisa mengurangi dehidrasi selama melempar di jamarat. Ya itu jadi pemicu hit steoke," katanya.

Untuk itu, Thafsin menyarankan agar jamaah yang tidak bisa melontar jumrah karena kondisi kesehatan sebaiknya dibadalkan saja.

106 Ribu Orang Manfaatkan Kereta Al Mashaer untuk Lempar Jumrah

departemen-urusan-haji-dan-transportasi-arab-saudi-menyetujui-pengoperasian_220709152528-389

REPUBLIKA.CO.ID, MINA -- Sebanyak 106 ribu anggota jamaah haji memanfaatkan kereta listrik Al Mashaer untuk pergi ke jalur Jamarat guna melempar jumrah.

"Lebih dari 396 ribu orang telah pindah dari Muzdalifah ke Mina. Pergerakan kereta Al Mashaer yang menghubungkan Muzdalifah ke Jembatan Jamarat telah dimulai, yang sejauh ini telah membantu lebih dari 106 ribu penumpang," ujar Juru Bicara Sistem Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh Al-Zuwaid di Makkah, Kamis (29/6/2023).

Ia mengatakan operasional kereta listrik Al Mashaer berjalan sesuai rencana dan terus dilanjutkan dalam memberikan layanan transportasi yang mudah bagi jamaah haji selama 24 jam.

Ia menyatakan sedang mempersiapkan implementasi rencana operasional untuk tahap keberangkatan, baik jamaah yang ingin kembali ke negaranya melalui bandara maupun ke Madinah melalui jalan darat atau dengan kereta api Al Haramain.

Al Haramain tetap melaksanakan rencana operasionalnya selama musim haji tahun ini, di mana lebih dari 1,5 juta tempat duduk disediakan melalui lebih dari 3.000 perjalanan.

Untuk sektor udara, rencana operasional tahap kedua musim haji tahun ini dimulai dengan menyiapkan enam bandara yang diperuntukkan bagi jemaah haji asing dan domestik.

Terkait kerja sama dengan Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci, dia mengaku sedang mempelajari pengembangan transportasi antara tempat-tempat suci dan penyediaan berbagai moda transportasi, seperti menghubungkan kereta Al-Mashaer dengan kereta Al-Haramain, melewati area pusat.

Arab Saudi Luncurkan Paket Layanan Digital Bagi Jamaah Haji

091101500-1682842480-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, memastikan jamaah haji yang sakit akan diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.

 

"Semua jamaah yang masih ada di Madinah, baik itu di KKHI ataupun di rumah sakit, pemerintah menjamin bahwa mereka akan diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji," kata Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH Arab Saudi Cecep Nursyamsi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Selasa (13/6/2023).

Hari ini, sebanyak tiga jamaah haji yang sedang dirawat di KKHI dievakuasi ke Makkah, menyusul rombongan kloter mereka masing-masing yang sudah berada di Makkah.

 

Bila kemudian di hari terakhir evakuasi pada 16 Juni mendatang, jamaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi di Madinah tidak memungkinkan untuk berangkat ke Makkah, pemerintah akan membadalhajikan mereka. Dengan begitu, mereka tetap melaksanakan ibadah haji.

Bila mereka mampu melakukan perjalanan ke Makkah, namun tidak memungkinkan untuk menjalani wukuf secara mandiri, jamaah sakit tetap akan diberangkatkan ke Arafah. Mereka diikutsertakan dalam safari wukuf yang secara syar'i tetap sah dalam prosesi rukun ibadah haji.

 

Dalam safari wukuf, jamaah sakit diangkut dengan ambulans ke Arafah dan melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijjah. Untuk proses evakuasi jamaag dari Madinah ke Mekah, Cecep mengatakan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dari sisi medis maupun dokumen perjalanan. Yang terpenting mereka dipastikan kondisi kesehatan mereka sudah layak untuk dievakusi ke Makkah.

 

"Adapun untuk dokumen-dokumen yang diperlukan selain surat jalan, rekam medik, ada paspor dan surat jalan dari Pak Daker (Kepala Daker Madinah Zaenal Muttaqin)," ujar Cecep.

 

Sampai saat ini sudah 18 Jamaah haji yang dievakuasi dari Madinah ke Makkah."Total ada 18 jamaah yang sudah dievakuasi. Rencananya hingga 15 Juni pagi ada 13 orang termasuk yang hari ini," ujar Penanggung Jawab Evakuasi Jemaah Haji KKHI Daker Madinah Rikho Ade Putera, Selasa (13/6/2023).

 

Saat ini, lanjutnya, masih ada jamaah haji yang dirawat di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Meski demikian trennya cenderung menurun. "Kalau sudah dipulangkan dari RSAS dan sudah ditinggalkan oleh kloternya di Makkah nanti tugas kita KKHI mengevakuasinya ke Makkah," katanya.

Jamaah Haji Lansia Indonesia Capai 30 Persen, 6.184 Orang Pakai Kursi Roda
055081500-1685351820-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji lanjut usia (lansia) jumlahnya mencapai sekitar 30 persen atau 67.000 orang dari 229.000 total kuota jamaah haji Indonesia tahun 2023. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), ada 6.184 jamaah haji yang membutuhkan kursi roda sejak dari Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Layanan Lansia pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Slamet, mengatakan setelah melakukan pendataan, jumlah jamaah haji yang memerlukan kursi roda jumlahnya naik ketika di Arab Saudi. Apakah jamaah haji yang memerlukan kursi roda tersebut tidak dilaporkan sejak di Tanah Air, sehingga jumlahnya bertambah saat tiba di Tanah Suci.

"Sebenarnya dia (jamaah haji) menggunakan kursi roda dari Tanah Air tapi mungkin tidak tagging (ditandai) atau memang dia (jamaah haji) berubah statusnya yang tadinya tidak butuh kursi roda tapi kesehatannya menurun dan membutuhkan kursi roda (saat di Tanah Suci)," kata Slamet di Kantor Daerah Kerja Makkah, Selasa (20/6/2023).

 

Slamet menyampaikan bahwa umumnya ada kenaikan jumlah jamaah haji yang membutuhkan kursi roda. Untuk itu terus didata berapa jumlah pastinya jamaah haji yang memerlukan kursi roda, tapi datanya belum final karena jamaah haji dari Tanah Air masih terus berdatangan ke Arab Saudi.

Data jamaah haji yang memerlukan kursi roda tersebut dibutuhkan untuk identifikasi saat jamaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sehubungan dengan itu, dikumpulkan seluruh koordinator lansia di sektor-sektor.

 

Mengenai jamaah haji yang memerlukan kursi roda bertambah jumlahnya, Slamet mengatakan, ada juga kemungkinan jamaah haji tidak lapor atau tidak tahu sehingga datanya tidak dimasukan ke dalam Siskohat bahwa mereka membutuhkan kursi roda.

 

"Sebenarnya kalau kursi roda, prinsipnya kita menyediakan di titik-titik layanan misalnya saat turun dari pesawat dan naik pesawat, saat naik dan turun bis. Kita sebenarnya pemerintah tidak menyediakan (kursi roda) untuk aktivitas personal (jamaah haji), aktivitas personal menjadi tanggung jawab jamaah," ujar Slamet.

 

Slamet menambahkan, jumlah jamaah haji pengguna kursi roda ini dinamis sekali. Ada jamaah haji yang tidak menggunakan kursi roda saat beraktivitas biasa, tapi ketika melakukan aktivitas berat memerlukan kursi roda.

 

"Misalnya saat umroh wajib, jamaah haji mengatakan saya bisa jalan tapi saya tidak kuat kalau harus umroh wajib (jalan kaki) sehingga saya harus (pakai kursi roda) didorong, itu jadi statusnya pengguna kursi roda," jelas Slamet.

 

Ia mengatakan, jadi memang ada jamaah haji pengguna kursi roda di saat tertentu saja. Misalnya saat aktivitas berat butuh kursi roda, tapi saat aktivitas ringan tidak butuh kursi roda. Ada juga jamaah haji yang setiap beraktivitas membutuhkan kursi roda.

 

Untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, Slamet mengatakan pada Selasa (20/6/2023) siang masih menyusun skenarionya. Setiap skenario punya plus dan minusnya. "Tapi poinnya kita tidak ingin jamaah terlalu kelelahan," kata Slamet.


Skema dan Rute Pelaksanaan Puncak Ibadah Haji

haji-dalam-angka-direktur-pelayanan-haji-luar-negeri_220730175149-106

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH -- Persiapan puncak haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah mencapai 90 persen."Kita sudah cek persiapan-persiapan di masyair Arafah, Muzdalifah dan Mina, sekitar 90 persen, tinggal finishing saja" kata Ketua PPIH Arab Saudi, Subhan Chalid di Makkah, Selasa (20/6/2023).

Dia mengatakan pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan bahwa hari ini Senin (19/6/2023) adalah tanggal 1 Dzulhijjah. Artinya, tinggal 8 hari lagi menuju perjalanan ke Arafah pada 9 Dzulhijjah (27 Juni). "Mudah-mudahan nanti H- 3 sudah ready semua dan tinggal digunakan Insyaallah," kata dia.

Dia mengatakan PPIH sedang melakukan berbagai sosialisasi kepada jamaah terkait skema dan rute perjalanan puncak haji bagi para jamaah haji Indonesia utamanya lanjut usia (lansia)

"Beberapa skema yang kita bahas perjalanan jamaah Indonesia ini sedang kita usulkan ke pemerintah Arab Saudi agar rute mandatory yang mereka siapkan bisa kita berikan pengecualian untuk jamaah lansia" kata dia.

Subhan mengatakan PPIH akan mendapatkan gambaran skema perjalanan puncak haji sehingga meringankan beban lansia. "Kita lakukan sosialisasi seperti apa tema apa yang bisa kita ambil untuk meringankan energi bagi para lansia" kata dia.

Dia berharap suhu pada perjalanan puncak haji bisa turun meski beberapa waktu lalu sempat mencapai 51° Celcius.  "Kita berdoa mudah-mudahan nanti suhunya bisa melandai, tetapi kalau lihat hari ini bahkan kemarin itu sampai 51 derajat, perlu waspada kita utamanya adalah lansia, " kata dia.

Pergerakan Puncak Haji

Adapun pergerakan petugas dan jamaah haji selama periode puncak haji adalah sebagai berikut:

 

1. 6-7 Dzulhijjah (24-25 Juni) - pergerakan petugas haji ke Arafah.

2. 8 Dzulhijjah (26 Juni) - pergerakan jemaah haji dari hotel di Makkah ke Arafah mulai pukul 07.00 - 22.00 waktu Arab Saudi (WAS).

3. 9 Dzulhijjah (27 Juni) - jemaah haji wukuf di Arafah dari lepas zuhur sampai ashar

4. 9 Dzulhijjah (27 Juni) - sekitar pukul 18.30 WAS jamaah haji mulai diberangkatkan dari Arafah ke Muzdalifah untuk mengumpulkan batu lempar jumrah. Proses ini diperkirakan berlangsung sampai tengah malam

5. 10-13 Dzulhijjah (28 juni-1 Juli) jamaah haji melakukan mabit dan lempar jumrah di Mina.


Skenario Terburuk Apabila Jamaah Sakit Tak Dapat Melaksanakan Haji, ini Penjelasan PPIH
019160200-1686190622-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci meluncurkan paket layanan digital, bagi umat Islam yang melakukan ibadah haji tahunan bulan ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk membuat perjalanan menjadi nyaman.

 

Paket tersebut diresmikan oleh Badan Teknis, Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan. Lembaga tersebut merupakan afiliasi dari Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci.

Diperkenalkan sebagai bagian dari satu platform yang melayani peziarah dan pengunjung dari dua tempat suci, paket ini menampilkan aplikasi yang berguna untuk membimbing umat beriman, memberikan fatwa agama, serta menerima proposal peziarah.

 

Dilansir di Gulf News, Rabu (21/6/2023), aplikasi lain juga hadir bermuatan pembacaan Alquran dan doa keagamaan, dengan tujuan memperkaya pengalaman para peziarah.

Tidak hanya itu, Kepresidenan baru-baru ini memperkenalkan sejumlah layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Masjidil Haram Makkah yang sering dikunjungi jutaan jamaah. Layanan pintar juga mencakup robot untuk sterilisasi dan desinfeksi di lokasi yang luas.

 

Ibadah haji, yang merupakan salah satu dari lima kewajiban Islam, akan memasuki puncaknya minggu depan. Lebih dari 1 juta jamaah telah tiba di Saudi, menyusul kebijakan Kerajaan yang mencabut pembatasan terkait Covid-19.

 

Arab Saudi mengatakan tidak akan ada batasan jumlah jamaah haji dari seluruh dunia untuk musim haji mendatang. Hal ini membalikkan kebijakan pembatasan sebelumnya yang dipicu oleh pandemi global.

 

Dalam dua tahun terakhir, Arab Saudi mengurangi jumlah umat Islam yang diperbolehkan menunaikan ibadah haji. Sementara, sekitar 2,5 juta Muslim biasanya menghadiri haji setiap tahun di masa pra-pandemi.


Inilah 3 Penyakit Terbanyak Penyebab Jamaah Haji Wafat dan Cara Antisipasinya
099435800-1686658163-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Berdasarkan data Penyelenggaran Kesehatan Haji di Arab Saudi, ada tiga penyakit penyebab banyaknya jamaah haji wafat. Penyakit itu adalah infark miokard akut (17 kasus kematian), syok kardiogenik (12 kasus kematian), dan strok (3 kasus kematian) dari total 53 kematian per 12 Juni 2023.

 

Infark miokard akut adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh sumbatan pada arteri koroner. Syok kardiogenik adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Kondisi ini sering kali dipicu oleh serangan jantung berat.

Strok adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (strok iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (strok hemoragik).

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dokter Edi Supriyatna, menjelaskan cara menghindari infark miokard akut, syok kardiogenik, dan strok.

Menurutnya infark miokard akut, syok kardiogenik, dan strok dapat terjadi pada jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit jantung serta penyakit strok (komorbid).

 

"Jamaah haji yang memiliki komorbid penyakit jantung dan pernah menderita strok, agar terhindar dari syok kardiogenik, infark miokard serta strok disarankan diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan haji yang ada di kloter, sektor dan KKHI minimal tiga kali dalam seminggu," kata Edi saat dihubungi Republika di Makkah, Rabu (14/6/2023)

 

Edi menyarankan jamaah haji yang memiliki komorbid penyakit jantung dan pernah menderita strok, jika mendapatkan keluhan kesehatan segera periksa ke petugas kesehatan. Kemudian minum obat secara teratur sesuai anjuran dari dokter.

Apakah Jamaah Haji Disunnahkan Berpuasa 9 Dzulhijjah?

055854100-1686567266-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam disunnahkan berpuasa pada 9 Dzulhijjah. Namun, bagaimana untuk muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji?

Mengutip buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Hanif Luthfi menurut pendapat mayoritas ulama, puasa arafah tanggal 9 Dzulhijjah itu tidak disunnahkan bagi orang yang berhaji.

Imam an-Nawawi (w. 676 H) menyebutkan:

ذكرنا أن مذهبنا استحباب قطره ورواه ابن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان رضي الله عنهم ونقله الترمذي والماوردي وغيرهما عن أكثر العلماء ونقله العبدري عن عامة الفقهاء غير ابن الزبير وعائشة ونقله ابن المنذر عن مالك والثوري

Telah kita sebutkan bahwa dalam mahzhab kami (Syafi iyyah), sunnah tidak berpuasa bagi orang yang berhail (di hari Arafah). Inilah yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dari Nabi. Abu Bakar, Umar dan Utsman. At-Tirmizi dan al-Mawardi meriwayatkan dari kebanyakan ulama selain Ibnu az-Zubair dan Aisyah. Thnu al-Munzir juga menyebutkan bahwa ini adalah pendapat dari Imam Malik dan at-Tsauri.

Imam ar-Ramli mengatakan,

أَمَّا الحاج فلا يُسَنُ لَهُ صَوْم يَوْم عَرَفَة بَل يُسْتَحَبُّ له فطرة ولو كان قويا للاتباع

"Adapun haji, maka tidaklah disunnahkan baginya untuk berpuasa pada hari Arafah."

Justru sunnah baginya adalah tidak berpuasa meski dia kuat, karena mengikuti praktik Nabi.

Pendapat ini hari ini bisa jadi sangat relevan dan pas, mengingat orang yang berhaji sudah cukup kesusahan dalam menjalankan ibadahnya. Apalagi jika dilakukan dengan berpuasa.

Meski ada beberapa ulama yang menyebutkan puasa arafah tetap sunnah bagi jamaah haji. Seperti misalnya Ibnu al-Munzir yang menyandarkan pendapat ini kepada Ibnu az-Zubair, Utsman bin Abu al-Ash, Aisyah, Ishaq bin Rahawaih:

وحكى ابن المنذر عن ابن الزبير وعثمان بن أبي

العاص الصحابي وعائشة واسحق بن راهويه استحباب الصوم واستحبه

Ibnu al-Munzir menceritakan dari Ibnu az-Zubair, Utsman bin Abu al-Ash, Aisyah, Ishaq bin Rahawaih bahwa mereka menanggap sunnah puasa Arafah bagi jamaah haji.

Kenali Lokasi Hotel Menuju Masjid Nabawi
ilustarsi-berdoa-di-raudhah-_161129134900-335

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Agung Sasongko dari Madinah, Arab Saudi
Hingga hari ke-15 kedatangan jamaah haji Indonesia di Madinah, suasana Masjid Nabawi semakin padat jamaah. Kepadatan tersebut terjadi sepanjang pelaksanaan lima waktu sholat wajib. Salah satu titik kepadatan tersebut adalah Raudah.

Sebagaimana banyak dijelaskan, Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang sangat mulia. Rasulullah bersabda, ''Janganlah kalian berkunjung kecuali pada tiga masjid, yakni Masjid al-Haram (Makkah), masjidku ini (Nabawi di Madinah), dan Masjid al-Aqsha (Palestina).''

Untuk pelaksanaan haji tahun ini, seluruh jamaah haji Indonesia menginap di hotel yang berada di kawasan Markaziyah, kawasan hotel yang mengelilingi Masjid Nabawi. Lokasi hotel terdekat berada persis di depan pelataran Masjid Nabawi, sementara yang terjauh berjarak 500 meter. Dengan kondisi ini, bila jamaah berjalan kaki hanya dibutuhkan waktu 10 menit.

Bagi jamaah yang sudah terbiasa atau beberapa hari sudah tiba di Madinah, tentu dengan mudah menemukan lokasi masjid. Namun, bagi jamaah yang baru tiba maka diperlukan pemetaan menuju lokasi. Untuk itu, ada sejumlah tips bagi jamaah haji Indonesia untuk lebih mudah menuju Masjid Nabawi:

 

1. Catat nomor sektor kawasan hotel tempat jamaah menginap. Bila tidak paham tanya petugas yang berada di lokasi jamaah menginap. Pemetaan yang ditetapkan PPIH Arab Saudi, sektor terbagi menjadi lima wilayah yakni sektor 1, sektor 2, sektor 3, sektor 4, dan sektor 5.

 

2. Catat pintu gerbang masjid dan pintu masuk ke dalam ruang masjid

 

Nomor pintu ini akan menjadi patokan jamaah ketika nanti keluar usai ibadah di Masjid Nabawi. Seandainya jamaah diarahkan keluar dari pintu yang berbeda karena kebijakan askar maka jamaah tinggal mencari nomor pintu masuk yang tadi.

 

Ada lima titik pintu gerbang yang akan jadi patokan jamaah:

 

Sektor 1:

Pintu gerbang 330 hingga pintu 341. Pintu 341 itu patokannya sudah mendekati pemakaman baqi. Jamaah tinggal mencatat pintu masuk ke dalam ruang utama masjid antara pintu 20 hingga 27.

 

Sektor 2

Pintu gerbang 327 hingga 322. Patokan utamanya pada pintu 327 terdapat lapangan luas yang berada persis di depannya. Untuk masuk ke masjid, jamaah tinggal mencatat pintu 22 hingga pintu 11. Bagi jamaah perempuan ada pintu masuk khusus pada pintu 7 dan 14. Nanti ada pembatas hijau yang memang diperuntukan untuk perempuan.

 

Dalam kasus jamaah sudah padat maka askar akan menentukan lokasi mana yang memang diperuntukan bagi jamaah perempuan. Ada banyak askar yang berjaga di sana sehingga jamaah tidak perlu bingung seandainya tidak kebagian sholat di dalam ruang utama masjid.

 

Sektor 3 dan Sektor 4

Pintu gerbang yang menjadi patokan adalah 309 hingga 327. Sepanjang pintu gerbang masuk tersebut terdapat museum as-salam dan lapangan terbuka. Untuk patokan pintu masuk berada pada nomor 6 hingga 15.

 

Sektor 5

Pintu gerbang yang perlu dicatat antara 309 hingga 365. Sepanjang pintu gerbang masuk masjid patokan bangunanya adalah Museum Nabi Muhammad. Sementara pintu yang bisa dimasuki 1-6 dan 35 hingga 41. Namun khusus pintu 35-41 merupakan kawasan check point pemeriksaan Raudah. Jamaah tinggal melihat pintu mana yang bisa digunakan untuk masuk ke dalam masjid.

 

Agat tidak tersesat di Masjid Nabawi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

Jamaah juga harus mengingat pintu masuk terdekat dengan hotelnya agar tidak tersesat jalan.

 

Upayakan pula selalu berkelompok saat bepergian baik ke masjid maupun tempat lain

 

Jangan lupa membawa kartu identitas hotel, kartu merah putih dan kartu kesehatan.

 

Bila jamaah haji bingung dan kehilangan sandal di Masjid Nabawi, jamaah tidak perlu cemas. Carilah Pos Sektor Khusus yang berada persis di samping Gate 21 dan toilet 10.

 

Pos ini khusus melayani jemaah tersesat jalan dan menyediakan sandal serta minum bagi jamaah. Para petugas sektor ini juga akan mengantarkan kembali jamaah ke hotelnya

 

Tak hanya pelindung, jemaah juga harus selalu membawa menyediakan tas kecil (goody bag) atau kantong plastik saat ke Masjid Nabawi. Tas ini berguna untuk membawa air minum dan sandal masuk ke dalam masjid dan letakkan dekat dengan posisi sholat.

Syarat Seorang Muslim Wajib Berangkat Haji
069003200-1686149755-830-556

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Haji adalah rukun Islam kelima sehingga patut dilaksanakan oleh Muslim yang memang telah mampu untuk melaksanakannya. Allah SWT berfirman:

"Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam" (QS Ali Imran ayat 97).

Haji yang mabrur atau diterima, adalah salah satu amalan terbaik di sisi Allah SWT.

فقد سُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ أَيُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ» قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: «جِهَادٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: «حَجٌّ مَبْرُورٌ». [أخرجه البخاري

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang amalan terbaik. Nabi SAW kemudian menjawab, "Iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya."

 

Lalu beliau SAW ditanya lagi, "Apa lagi?" Nabi SAW menjawab, "Jihad di jalan Allah." Ditanyakan lagi kepada beliau, "Apa lagi?" Beliau SAW menjawab, "Haji yang mabrur." (HR Bukhari).

 

Adapun mengenai syarat-syarat wajibnya melaksanakan ibadah haji, Pusat Fatwa Elektronik Internasional Al Azhar Mesir menyampaikan penjelasan. Terdapat empat hal yang menjadi syarat wajibnya haji.

 

Empat itu ialah Islam, baligh, berakal, mampu dari sisi harta dan fisik dalam menjalankan ibadah tersebut.

 

Berdasarkan hal itu, siapa pun yang memiliki kemampuan secara fisik tetapi tidak mampu secara finansial maka dia tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji.

 

Adapun bila mampu secara finansial tetapi tidak mampu secara fisik maka ia dapat menunjuk atau mendelegasikan seseorang untuk menjalankan ibadah tersebut.

 

Selanjutnya, siapa yang memiliki utang maka utang itu harus dilunasi terlebih dulu, baru kemudian dapat menunaikan ibadah haji dan umroh.


Evaluasi Gelombang Pertama Jamaah Haji, Kordinasi akan Diperkuat

019757700-1686138179-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Pada Kamis (8/7/2023) dini hari Waktu Arab Saudi (WAS) akan tiba kloter JKS-37 di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis, Madinah. Kedatangan rombongan sebanyak 374 jamaah ini merupakan kloter terakhir gelombang pertama jamaah haji Indonesia yang tiba di Madinah.

Bila ditotal sudah 260 kloter dengan jumlah jamaah 99.805 orang berada di Madinah. Sementara, sebanyak 38.569 orang jamaah yang sebelumnya selama sembilan hari di Madinah telah diberangkatkan menuju Makkah. Saat ini, ada 64 jamaah yang sakit dan tengah menjalani perawatan di Madinah. Untuk data terakhir jamaah yang meninggal dunia tercatat 20 orang.

 

Kepala Daerah Kerja Madinah, Zaenal Muttaqin mengatakan telah melakukan evaluasi sepanjang kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang pertama. Adapun evaluasi yang menjadi perhatian adalah mengintensifkan perlindungan jamaah baik yang berada di sektor khusus di area Masjid Nabawi maupun sektor-sektor yang berada di hotel-hotel.

 

"Kordinasi akan terus diperkuat sehingga nanti akan lebih siap lagi saat menerima rombongan jamaah haji Indonesia gelombang kedua yang diberangkatkan dari Makkah," kata dia, Rabu (7/7/2023).

Evaluasi lain, lanjutnya, pihaknya akan terus berkordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi terkait layanan Raudhah. Menurutnya, layanan ini kerap kali alami kendala utamanya pada sistemnya."Kami meminta dan berkordinasi agar diberikan solhsinya apakah memang harus melalui aplikasi atau manual untuk jamaah haji," paparnya.

 

Pada Kamis,(8/2/2023) dini hari, dijadwalkan tiba kloter terakhir gelombang pertama jamaah haji Indonesia yang tiba di Bandara Ami Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Kloter yang terakhir tersebut kloter 37 Jakarta-Bekask (JKS)

 

yang mengangkut 374 jemaah dengan Saudia Airlines padahal seharusnya JKS-38 yang mengangkut 374 penumpang dengan Saudia Airlines dari Jakarta.

 

Kasi Pelayanan dan Kepulangan Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Cecep Nursyamsi mengatakan kedatangan JKS 38 lebih awal pada Rabu (7/6/2023) pukul 23.40 WAS daripada JKS 37 pada Kamis dini hari.

 

"Kloter terakhir diterbangkan dari Indonesia adalah JKS 38, sementara secara waktu, kloter terakhir yang tiba di Madinah adalah JKS 37," kata Cecep di Madinah, Rabu (7/6/2023).

 

Dia mengatakan JKS 37 yang berangkat dari Jakarta kemungkinan mengalami technical landing di Bandara Kualanamu, Medan (KNO). "Jadi ada selisih waktu sekitar 3 jam (dari jadwal), " kata dia.

Amalan Sunnah di Raudhah
ilustarsi-berdoa-di-raudhah-_161129134900-335

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Di dalam masjid Nabawi ada sebuah tempat yang memiliki keitimewaan, tempat tersebut ber­nama Raudhah.
Dikutip dari buku Rindu Tanah Suci Makkah dan Madinah oleh Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mensifati tempat terse­but sebagai taman­-taman surga, karena sebab turunnya rahmat dan kebahagiaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:ِ

ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة

Di antara rumahku dan mimbarku ada Raudhah (taman) dari taman­-taman surga. (HR Bukhari dan Muslim).

Maka dianjurkan agar kita mengerjakan amalan sunnah di Raudhah, seperti sholat, dzikir, berdoa, membaca Alquran dengan syarat mendapati ke­mudahan dan tidak menyakiti orang lain. (Fadhlul Madinah Wa Adab Suknaha Wa Ziratiha)

Mengucapkan Salam Kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Apabila seseorang telah masuk masjid de­ngan mendahulukan kaki kanan seraya berdoa lalu sholat Tahiyyatul Masjid dua rakaat, maka setelahnya hendaknya mengucapkan salam ke­pada Nabi, pergi ke tempat kuburan Nabi yang letaknya tidak jauh dari Raudhah. Mengucapkan salam dengan menghadap kuburan dan membe­lakangi kiblat, seraya berkata: Assalamu ‘Alaika Ayuuhan Nabiyyi Warahmatullahi Wa Bara­kaatuh. (Keselamatan atasmu Wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya).

Mengucapkan Salam Kepada Abu Bakr as-Shiddiq. Kemudian hendaklah melangkah sedikit ke kanan agar berdiri di depan kuburan Abu Bakr seraya mengucapkan: Assalamu ‘Alaika Ya Aba Bakr, Assalamu ‘Alaika Ya Khalifatu Rasulillah, Rodhiya Allah ‘Anka, Wa Jazaaka ‘An Ummati Muhammad Khairan. (Keselamatan atasmu Wa­hai Abu Bakar, keselamatan atasmu wahai Khali­fah Rasululillah, semoga Allah meridhaimu, dan membalasmu dengan kebaikan atas jasamu ke­pada ummat Muhammad).

Mengucapkan Salam Kepada Umar bin Khatthab. Kemudian hendaklah melangkah sedikit ke kanan agar berdiri di depan kuburan Umar bin Khatthab seraya mengucapkan: Assalamu ‘Alai­ka Ya Umar, Assalamu ‘Alaika Ya Amiirol Muk­minin, Rodhiya Allah ‘Anka, Wa Jazaaka ‘An Um­mati Muhammad Khairan. (Keselamatan atasmu Wahai Umar, keselamatan atasmu wahai Amiirul Mukminin, semoga Allah meridhaimu, dan mem­balasmu dengan kebaikan atas jasamu kepada ummat Muhammad).

Keutamaan Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah
jamaah-haji-sedang-melaksanakan-shalat-wajib-di-masjidil-haram-_190804013013-847

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Makkah merupakan suatu bumi Allah yang lebih dicintai oleh-Nya. Abdullah bin Adi bin Hamra Az-Zuhri pernah melihat Rasulullah SAW di atas kendaraannya di pasar Makkah yang bernama “Hazwarah”, di sana Rasulullah SAW bersabda,

وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلاَ أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ

“Demi Allah, sesungguhnya kamu (kota Makkah) adalah sebaik-baik tanah Allah, dan tanah yang paling dicintai oleh Allah, seandainya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar (darimu).” (HR Tirmidzi no 3925 dan Ibnu Majah no 3108).

Makkah merupakan kota yang istimewa. Dalam perspektif Islam, Makkah merupakan Tanah Suci yang mulia. Di antara wujud kemuliaannya ialah amalan yang dilakukan di sana insya Allah akan diganjar pahala lebih banyak daripada tempat-tempat lain di muka bumi.

Banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang mengisyaratkan keistimewaan kota tempat kelahiran Nabi Muhammad itu. Di antaranya adalah hadis yang mengabarkan, seorang mukmin bila shalat di Masjid al-Haram akan memperoleh balasan hingga 100 ribu kali lipat daripada shalat di masjid-masjid lainnya.

Ibnu Zubair ra berkata, Rasulullah SAW bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِى مَسْجِدِى

“Satu kali shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lain, kecuali di Masjid al-Haram. Satu kali shalat di Masjid al-Haram lebih afdal (utama) daripada 100 ribu kali shalat di masjidku ini.”

Dikutip dari buku “Zikir dan Doa: Mencapai Haji Mabrur”, KH Mawardi Labay El-Sulthani menjelaskan, segala kebajikan di Tanah Haram juga dilipatgandakan balasannya. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang,

“Dan apakah kebajikan tanah haram? Lali Rasulullah Saw bersabda, ‘Setiap kebajikan akan dibalas dengan seratus ribu kebajikan.”

Tidak hanya kebajikannya, segala kejahatan yang dilakuakn di Makkah juga akan dilipatgandakan. Mujhaid berkata, “Dilipatgandakan kejahatan di Makkah itu sama halnya dilipatgandakannya kebajikan.”

Ketika melaksanakan ibadah haji di Makkah, jamaah haji juga akan menghadapi cuaca yang sangat panas. Namun, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang sabar atas panas Makkah satu saat dari siang harinya, niscaya jauhlah daripadanya oleh neraka Jahanam 100 tahun.”

Ganjaran Istimewa Bagi Pengunjung Tanah Suci

ibadah-haji-di-makkah-ilustrasi-_190121103829-303

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyampaikan penjelasan tentang keistimewaan Tanah Suci dalam 'Zaadul Ma'aad'. Dia mengatakan, Tanah Suci Makkah dipilih Allah karena merupakan yang terbaik dan paling mulia di antara banyak tempat dan negeri.

Para hamba-Nya dilarang memasuki Tanah Suci kecuali di antaranya dalam keadaan tawadhu dan khusyu serta tidak memakai pakaian penghuni dunia. Di dalamnya, pepohonan tidak boleh ditebang, rerumputan tidak boleh dicabut dan binatang buruan tidak boleh diusik.

Mereka yang berangkat menuju Tanah Suci itu, mendapat ganjaran yang sungguh istimewa. Dosa-dosanya yang lalu diampuni. Karena keberangkatan ke Tanah Suci merupakan penebus dosa di masa lalu sekaligus sebagagai pembersih kesalahan.

Dalam riwayat Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang mendatangi rumah ini (Ka'bah), lalu tidak berbuat rafats, tidak berbuat fasik, maka ia kembali sebagaimana hari saat dilahirkan ibunya." (HR Bukhari dan Muslim)
Rafats yaitu melakukan hubungan badan ketika sedang ihram dan hal-hal yang mengarah padanya. Adapun fasik yang dimaksud yakni segala perbuatan maksiat.

 

Allah SWT tidak meridhai para pengunjung Tanah Suci kecuali dengan pahala surga. Diriwayatkan dari Abdullah bin Masud, Nabi SAW bersabda:

 

"Rangkaikanlah antara haji dan umroh, sungguh keduanya itu menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana perapian mengikis karat besi, emas dan peran. Tak ada balasan bagi haji mabrur selain surga." (HR At-Tirmidzi)

 

Juga dalam riwayat Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, "Umroh sampai umroh adalah penghapus apa yang ada di antara keduanya. Sedangkan haji mabrur tidak ada ganjarannya kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

 

Selain Makkah, tidak ada tempat yang wajib dikunjungi bagi orang yang mampu dan melakukan thawaf. Juga tidak ada tempat yang disyariatkan untuk dicium dan disentuh, yang dengannya dosa-dosa diampuni, kecuali hajar aswad dan rukun yamani.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zubair, Nabi SAW bersabda, "Satu kali sholat di masjidku (Masjid Nabawi) ini lebih utama dari 1.000 kali sholat di tempat lain kecuali Masjidil Haram. (Sebab), satu kali sholat di Masjidil Haram lebih utama dari sholat 100 kali di masjidku ini (Masjid Nabawi)." (HR Ahmad dengan sanad yang shahih, dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban)

Dua Kunci Sukses Berhaji, Apa itu?
074186600-1685206550-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 366 calon jamaah haji asal Kabupaten Indramayu diberangkatkan hari ini menuju Asrama Haji Indramayu, Senin (29/5/2023). Mereka dilepas dari Pendopo Indramayu oleh Bupati Nina Agustina dan unsur Forkopimda.

Suasana haru pun mewarnai pelepasan keberangkatan calhaj yang masuk kelompok terbang (kloter) 2 tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Moh Mulyadi menyebutkan, jumlah calhaj asal Kabupaten Indramayu pada tahun ini totalnya ada 1.788 calhaj. Mereka terbagi kedalam enam kloter, yaitu kloter 2, kloter 8, kloter 15, kloter 20, kloter 22 dan kloter 24.

‘’Untuk kloter 2 KJT yang dilepas hari ini berjumlah 374 orang, yang terdiri dari 366 calhaj dan delapan petugas,’’ ujarnya.

Mulyadi pun berpesan kepada seluruh calhaj untuk selalu menjaga kesehatan dan kesabaran dalam melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

‘’Semoga para jamaah calon haji kloter selalu diberikan perlindungan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur,’’ ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyampaikan rasa bahagia dan mengucapkan selamat atas keberangkatan para calhaj ke Tanah Suci.

‘’Pada pemberangkatan haji tahun 2023, Alhamdulillah kita patut berbahagia dan bersyukur Embarkasi Haji Indramayu sudah mulai digunakan. Bapak Ibu dapat menggunakan Embarkasi Haji Indramayu kemudian berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Kertajati,’’ ungkapnya.

Nina menyampaikan, calhaj yang dilepas hari ini merupakan kloter pertama di Kabupaten Indramayu. Namun, mereka merupakan kloter kedua yang diberangkatkan dari Embarkasi Haji Indramayu.

Nina pun berpesan kepada seluruh calhaj untuk selalu menjaga kesehatan agar ibadah hajinya dapat ditunaikan dengan baik. Apalagi, banyak calhaj lansia sehingga diharapkan mereka saling menjaga selama di Tanah Suci.

‘’Saya berharap kepada Bapak Ibu agar meningkatkan kesabaran dan niat secara tulus, ikhlas dalam menjalankan ibadah haji guna mendapatkan keridhoan dan barokah dari Allah SWT,’’ kata Nina.

 

Keberuntungan Jamaah Haji yang Sudah Berangkat ke Tanah Suci
072463500-1685348715-830-556

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski sudah berusia lanjut, jamaah haji Indonesia yang sudah berada di Tanah Suci merupakan hamba Allah yang sangat beruntung. Sebabnya, mereka dapat puas beribadah berinteraksi dengan Allah seperti yang dilakukan para nabi dahulu. Lokasinya tidak main-main, yaitu di Tanah Suci yang diberkahi Allah.

Jika beribadah di sana, maka Allah akan menambah pahala kepada orang yang melakukan itu dengan jumlah besar. "Karena itulah jamaah haji saat ini adalah orang yang paling beruntung, karena mereka dapat selalu dekat dengan Allah," kata Ketua Embarkasi Haji Aceh, Azhari, di Kota Banda Aceh, pada Senin (30/5/2023).

Dia menjelaskan ada 2.345 calon haji asal Provinsi Aceh sudah berada di Kota Madinah, Arab Saudi, menurut dataPanitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh.

Menurut Ketua PPIH Embarkasi Aceh Azhari di Kota Banda Aceh, Senin, jamaah calon haji asal Aceh yang sudah berada di Madinah meliputi anggota kelompok terbang (kloter) 1 sampai 6.

Perinciannya, anggota kloter 1 sebanyak 393 orang, anggota kloter 2 sebanyak 393 orang, anggota kloter 3 sebanyak 390 orang, anggota kloter 4 sebanyak 387 orang, anggota kloter 5 sebanyak 392 orang dan anggota kloter 6 sebanyak 390 orang.

Azhari mengatakan bahwa kloter 6 yang meliputi jamaah dari Gayo Lues (51 orang), Bireuen (321 orang), Lhokseumawe (9 orang), dan Bener Meriah (satu orang) baru tiba di Kota Madinah. Jamaah kloter 6 didampingi oleh lima petugas kloter dan tiga petugas haji daerah.

Menurut Azhari, jamaah kloter 6 yang diberangkatkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar pada Senin pukul 03.25 WIB tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah pada Senin pukul 07.11 waktu Arab Saudi.

"Setelah selesai proses imigrasi Arab Saudi, mereka langsung diberangkatkan ke penginapan di dekat Masjid Nabawi," kata Azhari.

Ia menjelaskan pula bahwa ada satu calon haji asal Bener Meriah dari kloter 5 yang diberangkatkan bersama kloter enam karena tertunda berangkat akibat permasalahan visa.

 

Selain itu, ada dua calon haji dalam kloter 6 yang tertunda berangkat ke Tanah Suci karena sakit. Keduanya berasal dari Bireuen.

Menurut Azhari, keduanya akan diberangkatkan ke Tanah Suci bersama kloter selanjutnya jika sudah dinyatakan sembuh dan layak terbang oleh dokter.

Selama berada di Kota Madinah, jamaah melakukan kegiatan ibadah di Masjid Nabawiserta berziarah dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah.

Jamaah haji umumnya melaksanakan shalat wajib berjamaah 40 kali berturut-turut atau shalat arbaindi Masjid Nabawi.

Pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2023, Provinsi Aceh mendapat kuota memberangkatkan 4.393 orang ke Tanah Suci. Pemberangkatan jamaah asal Aceh ke Tanah Suci dilaksanakan dari 24 Mei sampai 3 Juni 2023.

Pahala Sholat di Hotel Makkah Sama Seperti di Masjidil Haram?

masjidil-haram-mekah-720x340

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Jamaah haji, khususnya yang memiliki uzur, seperti lansia atau yang sakit, dianjurkan untuk sholat wajib lima waktunya di hotel. Ini sebagai upaya menjaga kondisi prima saat puncak haji nanti.

Sebagaimana diketahui, jarak hotel ke Masjidil Haram diperkirakan sekitar 3 km-5 km. Untuk menuju ke sana, jamaah haji bisa menggunakan bus shalawat yang disiapkan oleh penyelenggara haji.

Area Masjidil Haram sendiri sangat luas. Diperlukan kondisi yang prima jika ingin beribadah di sini.

Mengenai anjuran ini, sebagian jamaah haji mungkin ada yang berpikir bahwa sholat di hotel tak sama pahalanya dengan sholat di Masjidil Haram. Padahal, pahala sholat yang berlipat ganda tidak hanya dikhususkan di Masjidil Haram, melainkan seluruh tanah Makkah. Hal itu disampaikan oleh praktisi senior penyelenggaraan haji dan mantan Direktur Pembinaan Haji Kemenag KH Ahmad Kartono.

Dia menjelaskan, ada tiga masjid yang ketika sholat di dalamnya insya Allah pahalanya dilipatgandakan. Ketiganya adalah Masjidil Haram (100 ribu kali dibanding sholat di tempat lain), Masjid Nabawi (1.000 kali dibanding sholat di tempat lain), dan Masjid Al Aqsa (500 kali dibanding shalat di tempat lain).

Namun, Kiai Ahmad melanjutkan, sholat di luar area Masjidil Haram pun tetap dicakupi oleh pelipatgandaan pahala ini. Hal itu sepanjang seseorang sholat di seluruh tanah suci Makkah.

"Ibnu Abbas (sahabat nabi) menyatakan bahwa tanah haram Makkah ini seluruhnya hukumnya adalah seperti Masjidil Haram. Yang kedua, di dalam kitab Asbah Annubuwin yang disampaikan oleh Imam As Suyuthi, bahwa keutamaan sholat di Masjidil Haram yang dilipatgandakan bukan hanya dikhususkan untuk Masjid al-Haram saja, tetapi berlaku untuk seluruh Tanah Haram (Makkah)," papar pria yang belakangan sering menjadi konsultan ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH Arab Saudi) ini kepada Republika beberapa waktu lalu.

 

Arab Saudi Rindu Layani Jamaah Haji Indonesia

1235

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia saat ini tengah bersiap memberangkatkan jamaah haji gelombang pertamanya. Di sisi lain, Arab Saudi juga menyatakan diri siap melayani jamaah dari Indonesia.

Bahkan, Pemerintah Saudi menyebut mereka merasa rindu melayani jamaah dari Tanah Air. "Kami sangat rindu memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia yang sangat tertib dan baik,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah, Muhammad Abdurrahman Al Bijawi, dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (23/5/2023).

Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2023 Subhan Cholid di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Madinah. Ikut hadir, Wakil Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam, Kepala Daker Madinah Zaenal Muttaqin, serta Kasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Alfarisi.

Atas nama pemerintah Saudi, Al Bijawi menyampaikan Kerajaan Arab Saudi telah melakukan sejumlah inovasi pelayanan. Salah satunya adalah pelayanan Rute Makkah atau fast track di sejumlah embarkasi.

“Untuk fast track kita lihat nanti di saat dimulainya kedatangan jamaah haji Indonesia pada 24 Mei 2023 bertepatan dengan 5 Zulkaidah 1444 H. Kita akan bersama-sama menyambutnya,” lanjut dia.

Al Bijawi juga menjelaskan inovasi ini  sudah dikoordinasikan dengan pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Agama. Tiga bulan lalu, ia telah berkunjung ke Indonesia sembari melihat kesiapan layanan tersebut di Bandara International Soekarno-Hatta.

Selanjutnya, ia menyebut hubungan dan kerja sama antara Kerajaan dengan pemerintah Indonesia sangat baik. Pihaknya pun berharap semua pelayanan selama haji 1444 H/2023 M ini juga berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami sangat memegang komitmen terhadap pelayanan jamaah dan ini merupakan perintah langsung dari khadimul haramain, Raja Salman.” kata Al Bijawi.

Kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, pada Rabu (24/5/2023). Jamaah kloter pertama dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01) ini diperkirakan tiba pukul 06.20 waktu Arab Saudi.

Pujian Kerajaan Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia
2345

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Kementerian Haji Arab Saudi mengakui jamaah dari Indonesia tertib dan baik, kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi Muhammad Abdurrahman Al Bijawi saat memberikan pernyataan pers usai menerima kunjungan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid di kantornya, di Madinah, Senin (22/5/2023).

Kami sudah sangat rindu untuk memberikan layanan kepada jamaah haji Indonesia yang sangat tertib dan baik," kata Abdurrahman Al Bijawi.

Ia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji dan hal itu merupakan perintah langsung dari Raja Salman agar jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, dengan khusyuk, dan kembali ke Tanah Airnya mendapatkan haji mabrur.

 

Salah satu kesiapan Arab Saudi menerima jamaah haji asal Indonesia adalah inovasi yang akan kembali diterapkan, yakni fasilitas fast track atau jalur cepat keimigrasian bandara.

"Kami akan melihat tanggal 24 Mei atau 5 Zulqai'dah saat kedatangan jamaah haji Indonesia. Kami akan bersama-sama menyambutnya," kata Abdurrahman.

 

Ia mengatakan tiga bulan lalu perwakilan Kementerian Haji dan Umrah berkunjung ke Jakarta untuk melihat persiapan Bandara Soekarno Hatta untuk menerapkan fast track dengan harapan waktu pemrosesan oleh imigrasi Arab Saudi dapat dipangkas.

 

Bila pada layanan yang standar, proses imigrasi membutuhkan waktu dua sampai dua setengah jam, dengan jalur cepat pemrosesan di Bandara Arab Saudi hanya sekitar 30 menit. Kemudian, jamaah bisa naik bus yang disediakan PPIH untuk diantar ke hotel.

 

"Kami sangat berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji dan itu perintah langsung dari Raja Salman agar jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, dengan khusyuk, dan kembali ke Tanah Airnya mendapatkan haji mabrur," kata Abdurrahman.

 

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH Arab Saudi Zainul Muttaqin yang mendampingi Ketua PPIH dalam pertemuan dengan Abdurrahman mengatakan mereka juga membahas tasreh atau izin memasuki Raudhah di Masjid Nabawi bagi jamaah haji Indonesia.

 

"Tadi dibahas juga soal tasreh ziarah, khususnya ke Raudhah. Jamaah kita akan diberikan tasreh untuk masuk ke Raudhah," kata Zainul.

 

Dengan tasreh tersebut, menurut Zainul, jamaah tidak perlu mendaftar untuk mendapatkan reservasi di aplikasi Nusuk. Meski begitu, jamaah juga tetap bisa memilih memakai aplikasi tersebut.

 

Raudhah merupakan tempat di dalam Masjid Nabawi, Madinah, yang dahulu berada di antara kediaman Rasulullah SAW dengan mimbar tempat beliau berdakwah. Tempat tersebut disebut sebagai taman surga dan merupakan salah satu tempat mustajab untuk memanjatkan doa.

Ini Persiapan PPIH Arab Saudi Sambut Kedatangan Jamaah Haji di Madinah

3345

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi siap menyambut kedatangan dan memberikan pelayanan bagi 6.383 jamaah haji Indonesia dengan 16 kloter dari delapan embarkasi, yakni Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta-Bekasi (JKS), Solo (SOC), Makassar (UPG), Aceh (BTJ), Kualanamu/Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB).

"Bismillah, insya Allah PPIH Arab Saudi siap menyambut kedatangan jamaah jamaah haji Indonesia dan siap memberikan pelayanan kepada para dhuyufurrahman," kata Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid di Madinah, Senin (23/5/2023).

PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah tiba di Arab Saudi pada 20 Mei 2023. Mereka saat ini menempati pos tugas masing-masing untuk bersiap melayani jamaah jamaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan mulai 24 Mei 2023.

Subhan menyebutkan ada dua sektor di Daker Bandara, sementara di Madinah ada lima sektor, yakni wilayah perhotelan, satu sektor Bir Ali, dan satu sektor khusus Masjid Nabawi yang juga siap memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada jamaah.

Jamaah Indonesia, lanjut Subhan, akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA Madinah) dan akan langsung diantar menuju hotel di Madinah.

"PPIH Arab Saudi telah menyiapkan layanan transportasi yang akan mengantar jamaah dari bandara menuju hotel di Madinah. Ada 11 perusahaan yang sudah kontrak di bawah naungan Naqabah (Organda Saudi)," katanya.

Subhan menyebutkan ada delapan sampai 10 bus yang disiapkan untuk mengantar setiap kloter yang tiba di Madinah, disesuaikan dengan jumlah rombongan. Satu rombongan terdiri atas 40-45 peserta jamaah haji.

Kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede atau JKG 01 akan tiba perdana di Madinah pada pukul 06:20 waktu Arab Saudi (WAS). Disusul SOC 01 pada pukul 09:15 WAS, UPG 01 pukul 10:20 WAS, dan BTJ 01 pukul 11:20 WAS.

"Mereka akan menempati Hotel Grand Plaza Badr Al-Maqam dan Al-Madinah Concorde di Sektor Satu, serta Abraj Taba Company di Sektor Dua. Totalnya, kami sudah siapkan 91 hotel di Madinah yang tersebar pada lima sektor," kata Subhan.

Jamaah haji akan tinggal sekitar sembilan hari di Madinah. Mereka akan menjalani ibadah Arbain atau shalat berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi. Selama di Madinah, mereka juga akan mendapat layanan katering, tiga kali sehari.

 

PPIH Arab Saudi, kata Subhan, juga telah melakukan kontrak kerja sama dengan 21 perusahaan penyedia katering jamaah haji Indonesia dan dalam kontrak tersebut jelas disebutkan bahwa mereka diharuskan menyediakan layanan katering bercita rasa masakan Nusantara.

"Kami sudah melakukan konsolidasi dengan 21 dapur katering beserta para juru masaknya. Kami teguhkan komitmen mereka untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah. Sudah dilakukan juga demo menu jamaah bercita rasa Indonesia," kata Subhan.

Dalam kesempatan tersebut, Subhan kembali mengingatkan kepada jamaah jamaah haji agar membawa barang bawaan seperlunya atau cukup yang dibutuhkan selama beribadah haji dan tidak membawa barang bawaan yang dilarang.

"Ada dua kategori barang yang dilarang. Pertama, barang yang secara materi memang dilarang, misalnya jimat atau rajah. Masalah jimat atau rajah perlu mendapat perhatian dari jamaah, sebab itu benar-benar dilarang pemerintah Saudi, bahkan masuk dalam pasal sihir. Hukumannya berat," kata Subhan.

Kedua, lanjut Subhan, yakni barang yang secara materi tidak dilarang, tapi secara jumlah dilarang misal, rokok, obat kuat, jamu, dan lainnya, karena jika jumlahnya terlalu banyak juga dilarang dan dapat disita.

Kemenkes Bentuk Tim Medis Darurat untuk Tekan Kematian Jamaah Haji
kepala-kusat-kesehatan-haji-budi-silvana-menyapa-jamaah-haji_220728185434-102

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan RI membentuk Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team/EMT) yang bertugas menekan angka kesakitan dan kematian jamaah haji Indonesia selama penyelenggaraan haji 1444 H / 2023 di Arab Saudi.

 

"Salah satu strategi penyelenggaraan kesehatan haji tahun ini, kami siapkan dokter spesialis sebagai EMT yang ditempatkan di setiap sektor, sehingga kegawatdaruratan medis lebih cepat tertangani," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

EMT sebelumnya dikenal dengan nama Tim Gerak Cepat yang bertugas melakukan deteksi dini dan tanggap darurat terhadap setiap kejadian medis yang menimpa jamaah haji.

 

Tim merespons situasi itu dengan melaksanakan rujukan jamaah haji yang membutuhkan perawatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

EMT diisi oleh 15 orang dokter spesialis yang terdiri atas bidang anestesi, penyakit dalam, bedah, saraf dan jantung. Selain itu juga disiapkan 12 orang dokter umum dan 43 perawat ruang layanan darurat.

 

Tenaga kesehatan kegawatdaruratan tersebut disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan di lima sektor daerah kerja Madinah dan 11 sektor daerah kerja Mekkah yang berdekatan dengan pondokan jamaah haji.

 

Tujuannya agar memudahkan akses pelayanan kesehatan kepada jamaah haji, khususnya kondisi darurat yang tidak bisa ditangani oleh tenaga kesehatan haji di kloter.

 

EMT juga disiagakan pada pos sektor khusus di Masjid Nabawi, Terminal Syib Amir Masjidil Haram, Arafah, dan Mina. EMT dimandatkan untuk menyertai pergerakan jamaah haji, terutama pada puncak ibadah haji atau pada fase Armuzna.

 

EMT juga berkolaborasi dengan Tim Penanganan Krisis Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (PKP3JH), Tim Perlindungan Jamaah Haji (Linjam) dan layanan Lansia yang direkrut oleh Kementerian Agama.

Ujian dalam Haji Ramah Lansia
mobil-golf-bantu-jamaah-haji-lansia-di-masjid_220718104330-385

REPUBLIKA.CO.ID, Jumat lalu, wakil pemimpin redaksi Republika dan asisten redaktur desk Khazanah mengundang saya dan teman-teman redaktur lain untuk berkumpul mengoordinasikan peliputan haji 2023. Rapat koordinasi semacam ini kami lakukan setiap tahun.

 

Berada di Madinah berarti bertugas lebih lama daripada rekan di Makkah. Saya dan petugas haji lain berangkat lebih dulu, sekitar empat hari sebelum jamaah haji Indonesia kloter pertama tiba.

Begitu juga ketika kepulangan, kami pulang beberapa hari setelah seluruh jamaah haji Indonesia meninggalkan Madinah. Tahun ini, petugas haji Daerah Kerja (Daker) Madinah akan berangkat pada 20 Mei 2023, sedangkan kloter pertama jamaah haji bertolak pada 24 Mei 2023.

 

Begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa saya petik saat menjadi petugas haji. Salah satu yang terkesan adalah ketika membantu jamaah yang hilang arah atau bingung untuk kembali ke penginapannya atau terpisah dari rombongan.

 

Ini terutama terjadi pada jamaah haji lanjut usia (lansia). Duh, rasanya ingat orang tua sendiri. Kasus jamaah haji tersesat banyak terjadi pada jamaah haji kita.

 

Dan itu sebenarnya cukup wajar jika mengingat pintu-pintu di Masjid Nabawi memang serupa. Hal yang membedakan hanya nomor dan nama pintu. Ditambah lagi, jamaah belum familiar dengan lingkungan baru.

 

Tantangan semacam ini hanya sebagian kecil yang akan dihadapi petugas haji. Tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan 66.943 calon jamaah haji lansia (65 tahun ke atas). Jika digabung dengan mereka yang berusia 60 tahun ke atas maka jumlahnya meningkat hingga mencapai 93 ribu orang.

 

Karena itu, pada penyelenggaraan haji tahun ini, Kementerian Agama mengusung slogan "Haji Ramah Lansia". Ada kemudahan (rukhsah) dan keringanan dalam ibadah bagi jamaah haji lansia.

 

Kemenag bersama kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) juga sudah menyepakati tujuh poin untuk menyukseskan "Haji Ramah Lansia". Salah satunya meniadakan segala aktivitas yang menyebabkan kelelahan dan memperburuk kondisi kesehatan jamaah haji lansia.

 

Lansia diprioritaskan berangkat tahun ini karena imbas pandemi Covid-19 tiga tahun lalu yang melarang jamaah berusia lanjut berangkat. Tahun ini juga kuota haji Indonesia sudah normal. Sebanyak 221 ribu jamaah haji kita akan berada di Tanah Suci.

 

Butuh kepedulian dan kesabaran besar dari semua pihak dalam melayani dhuyufurrahman. Mulai dari petugas haji, petugas kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) hingga rekan sesama jamaah, terutama yang masih muda.

Semua punya peran yang sama pentingnya dalam menyukseskan penyelenggaraan haji 2023. Kita doakan semua petugas haji sehat dan diberi kemudahan serta kelancaran dalam melaksanakan tugas mulia ini.

Demikian juga dengan seluruh jamaah haji Indonesia. Semoga Allah meridhai langkah jamaah kita, senantiasa diberi kesehatan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ritual haji dan kembali ke rumah sebagai haji mabrur.

Petugas Haji Diminta Perlakukan Jamaah Layaknya Orang Tua Sendiri
direktur-bina-haji-ditjen-penyelenggara-haji-dan-umroh-phu_230520000201-428

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama menggelar Pelepasan Pemberangkatan Petugas Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi Tahun 1444 H/2023 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (19/5/2023). Hadir dalam acara pelepasan, Direktur Bina Haji, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kementerian Agama, Arsad Hidayat.

Arsad mengatakan, melayani jamaah  haji merupakan sebuah kemuliaan. Tidak setiap orang mendapatkan tugas kemuliaan tersebut. Arsad pun memaparkan ada tujuan petugas haji diberangkatkan lebih dulu.

"Keberangkatan petugas dilaksanakan lebih awal guna memastikan layanan untuk jamaah haji sudah siap seperti akomodasi, kesehatan, pemondokan, katering dan transportasi, " paparnya di hadapan ratusan petugas haji.

Dia mengatakan petugas haji harus mengedepankan 3S yakni senyum, salam, dan sapa kepada para jemaah haji Indonesia. "Jadi jangan nanti ketika jamaah haji datang ada keluhan, kita tidak boleh menghindar, harus dihadapi minimal mendengarkan, senyum," kata dia.

Arsad mengatakan petugas haji harus memperlakukan jamaah layaknya seperti orang tua sendiri. "Kalau kita mau mendatangkan orang tua ke rumah kita, persiapkan makanannya paling enak, tempat istirahat agar mereka merasa senang, nyaman dan puas dengan pelayanan," kata dia.

Pada Sabtu pagi (20/5/2023), sebanyak 492 petugas haji bertolak ke Jeddah, Arab Saudi. Dari total 492 petugas, 363 orang dari Kemenag dan 129 orang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terdiri dari dokter dan perawat. Adapun Kementerian Agama terdiri dari unsur pelayanan jemaah (linjam), media center haji, akomodasi, katering, transportasi, hingga petugas khusus menangani jemaah lanjut usia (lansia).

Dari total 492 petugas haji akan ditempatkan di daerah kerja (daker) Madinah dan daker bandara. Sementara petugas haji daker Makkah akan diberangkat pada 27 Mei dan 30 Mei 2023.

Seperti diketahui, Tanggal 24 Mei 2023 (4 Zulkaidah 1444): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari tanah air ke Madina. Pada tanggal 2 Juni 2023 (13 Zulkaidah 1444): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah hingga jelang puncak ibadah haji.


Makna Haji Mabrur,
Apa itu?


482206266berapa-biaya-haji-terbaru-cek-informasi-selengkapnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat islam yang pergi berhaji diharapkan dapat menggapai haji yang Mabrur. Dan seperti apa haji yang Mabrur itu?

Dikutip dari buku, My Bucket List: Berhaji oleh Muhammad Abduh Tuasikal, Ibnu Kholawaih berkata, “Haji mabrur adalah haji yang maqbul (haji yang diterima).” Ulama yang lainnya mengatakan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri dengan dosa.” Pendapat ini dipilih oleh Imam Nawawi rahimahullah. Lihat Fath Al-Bari, 3:382.
Para pakar fikih mengatakan bahwa yang dimaksud haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori dengan kemaksiatan pada saat melaksanakan rangkaian manasiknya.

 

Sedangkan Al-Faro’ berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi hobi bermaksiat. Dua pendapat ini disebutkan oleh Ibnul ‘Arabi.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Haji mabrur adalah jika sepulang haji menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan merindukan akherat.”

 

Al Qurthubi rahimahullah menyimpulkan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori oleh maksiat saat melaksanakan manasik dan tidak lagi gemar bermaksiat setelah pulang haji.” Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 2:408.

 

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Pendapat yang paling kuat dan yang paling terkenal, haji mabrur adalah haji yang tidak ternodai oleh dosa, diambil dari kata-kata birr yang bermakna ketaatan. Ada juga yang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya haji seseorang adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat.

 

Ada pula yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri unsur riya’. Ulama yang

 

lain berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi bermaksiat. Dua pendapat yang terakhir telah tercakup dalam pendapat-pendapat sebelumnya.” (Syarh Shahih Muslim, 9:118-119)

 

Di antara bukti dari haji mabrur adalah gemar berbuat baik terhadap sesama. Dari Jabir, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang haji yang mabrur. Jawaban beliau,

 

اطعام الطعام وطيب الكلام

 

“Suka bersedekah dengan bentuk memberi makan dan memiliki tutur kata yang baik.” (HR. Al-Hakim, no. 1778. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahih Al-Jaami’, no. 2819).

Tujuh Komitmen Melaksanakan Haji Ramah Lansia

para-penyandang-disabilitas-sempat-menikmati-tawaf-di-area-mataf-_181211111223-311

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen, akan meningkatkan pelayanan haji ramah bagi lanjut usia (lansia) tahun 1444 H/2023.

Kepala Kemenag Sulawesi Utara, Sarbin Sehe, mengatakan hal ini sejalan dengan upaya Kemenag pusat yang dipimpin langsung oleh Dirjen PHU Kementerian Agama RI, Hilman Latief.

Kakanwil mengatakan, ada tujuh poin penting yang menjadi komitmen bersama yang harus dilakukan untuk menjamin dan memastikan pelayanan terbaik kepada jamaah, khususnya jamaah haji lansia.

Pertama, menurut dia, mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia terkait dengan pelaksanaan program Haji Ramah Lansia pada tahun 1444 H/2023 M.

Kedua, membuat program manasik haji dan umrah yang mendukung terhadap kenyamanan dan kesahihan pelaksanaan ibadah jamaah haji lansia.

 

Ketiga, melakukan pembinaan manasik haji dan umrah yang menekankan sisi-sisi kemudahan (rukhsah) kepada jamaah haji lansia.

 

Keempat, membantu dan memfasilitasi pelaksanaan ibadah haji jamaah lansia, baik di tanah air, dalam perjalanan, maupun di Arab Saudi.

 

Kelima, meniadakan segala aktivitas yang menyebabkan kelelahan dan memperburuk kondisi kesehatan jamaah haji lansia.

 

Keenam, menanamkan kesadaran kepada seluruh jamaah haji KBIHU tentang pentingnya memiliki sifat kepedulian dan empati kepada jamaah haji lansia.

 

Ketujuh, sosialisasikan butir-butir komitmen layanan jamaah haji lansia kepada seluruh KBIHU yang berada di wilayah kami.

 

Kakanwil meminta kepada para petugas haji dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sungguh-sungguh memegang teguh komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah khususnya haji lansia.

"Saya meminta kepada semua petugas haji dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini untuk memegang teguh komitmen bersama di atas dan melaksanakannya dengan penuh empati dan tanggung jawab," kata Kakanwil.

Menag: Film Hajj Journey Gambarkan Tahapan Pelaksanaan Haji
turki-alkhalaf-dalam-sambutannya-memberikan-penjelasan-terkait-film-dokumenter-perjalanan-ibadah-haji-indonesia-dalam-sambutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan film dokumenter berjudul Hajj Journey yang diproduksi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan gambaran mengenai tahapan pelaksanaan ibadah haji.

"Saya mengapresiasi film dokumenter ini. Film ini menjadi sarana mengingat kembali bagi mereka yang sudah berhaji. Pun, film ini bisa memberi gambaran tahapan perhajian bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji," katanya ketika menyampaikan sambutan secara virtual pada peluncuran Hajj Journey di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (10/5/2023).

Film dokumenter Hajj Journey menampilkan perjalanan delapan warga negara Indonesia untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Film dokumenter itu menggambarkan pelayanan dan fasilitas yang disediakan bagi jamaah haji pada masa keberangkatan di Indonesia, selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, hingga saat jamaah kembali ke Indonesia.

Menurut Yaqut, film itu menyuguhkan informasi lengkap mengenai tahapan pelaksanaan ibadah haji. "Informasinya sangat lengkap, sejak dari proses penantian, persiapan, emosi saat melihat Ka'bah, kekhusyukan di Arafah, hingga tiba waktu berpisah dari Kota Makkah untuk berziarah di Kota Taibah Madinah Al-Munawwarah, lalu kembali ke Tanah Air," katanya.

Dia juga mengemukakan perjalanan haji selalu menjadi perjalanan yang istimewa. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi mengatakan film seri dokumenter Hajj Journey menggambarkan proses pelaksanaan ibadah haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

Menurut dia, delapan warga Indonesia yang menjadi aktor utama dalam film dokumenter tersebut berasal dari Bandung, Jawa Barat. Mereka terpilih dalam proses pemilihan yang dilakukan secara acak. Perekaman film dokumenter Hajj Journey dilakukan di 60 kota di Indonesia dan Arab Saudi.

Apa Hubungan Idul Adha dan Ibadah Haji?

Picture4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Raya Idul Adha sulit dipisahkan dengan ibadah haji karena hubungan keduanya sangat erat. Meski umat Islam yang merayakan Idul Adha tidak harus berangkat haji ke Baitullah Al-Haram di Makkah.

 

Berdasarkan segi waktu pelaksanaannya, Idul Adha dan ibadah haji dilakukan di bulan Dzulhijjah. Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Pada hari itu Muslim di dunia disunnahkan melakukan sholat Idul Adha dan menyembelih hewan qurban. Pada hari yang sama, jutaan jamaah haji bergerak dari Muzdalifah menuju Mina untuk melontar jumrah sebagai bagian utuh dari ritual ibadah haji.


Pengasuh Rumah Fiqih, Ustadz Ahmad Sarwat dalam diskusi tanya jawab sebagaimana dikutip dari laman Rumah Fiqih menjelaskan, sehari sebelumnya yakni tanggal 9 Dzulhijjah jutaan jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan Wuquf di Arafah.

 

Di waktu yang sama, umat Islam di seluruh dunia juga disunnahkan melakukan puasa sunnah. Nama puasanya disebut dengan puasa Arafah. Puasa Arafah adalah ibadah yang disunnahkan terkait dengan hari raya Idul Adha.

Akan tetapi, dari segi tempat pelaksanaan, kedua ibadah tersebut memang bisa dilakukan terpisah. Jamaah haji melakukan semua ritual ibadahnya di Makkah, Mina, Arafah dan Muzdalifah. Sedangkan umat Islam lainnya bisa merayakan hari raya Adha dimanapun mereka berada.

 

Ketika umat Islam disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji tidak disunnahkan untuk melakukan puasa. Sebab saat itu mereka sedang melakukan wuquf di Arafah yang membutuhkan tenaga ekstra. Sebab mereka tinggal hanya di tenda-tenda sementara.

 

Demikian juga ketika umat Islam disunnahkan untuk sholat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji pun tidak diharuskan untuk melakukannya. Sebab saat itu mereka sedang sibuk bergerak dari Muzdalifah menuju ke Mina untuk melontar jumrah.

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

 

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفٰتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْ ۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ

 

Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu (pada musim haji). Apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masyarilharam. Berzikirlah kepada-Nya karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu meskipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS Al-Baqarah: 198)

 

Masyarilharam adalah bukit Quzah di Muzdalifah. Akan tetapi, telah disepakati bahwa Muzdalifah secara keseluruhan dapat digunakan sebagai tempat mabit.



Apakah Disunnahkan Sholat Sebelum Berangkat Haji?
potret-mekah-sambut-jamaah-haji-disaat-pandemi-2_169

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Di tengah masyarakat Muslim Indonesia biasanya terjadi praktik sholat sunnah sebelum berangkat haji ke Tanah Suci. Lantas bagi sebagian Muslim, muncul pertanyaan di benak mereka apakah sholat sunnah sebelum berangkat haji ada syariatnya?

 

Pengasuh Rumah Fiqih, Ustadz Ahmad Sarwat Lc dalam diskusi tanya jawab sebagaimana dikutip dari laman Rumah Fiqih menjelaskan, memang ada baiknya kalau kita tidak tahu hukum suatu masalah, kita bertanya kepada yang lebih tahu atau setidaknya kita berupaya mencari rujukan yang tepat ke kitab para ulama.

Memang ada sementara kalangan yang terlalu mudah menuduh bahwa sholat menjelang berangkat haji itu sebagai ibadah yang tidak ada haditsnya, sehingga mereka tidak mau melakukannya. Bahkan kadang lebih dari itu, mereka melarang orang yang melakukan sholat menjelang berangkat haji.

 

Padahal ulama senior sekelas Al-Imam An-Nawawi justru malah mensunnahkannya.

Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, beliau menjelaskan tentang dasar syariat sholat sunnah menjelang keberangkatan ke luar kota, termasuk di dalamnya pergi haji ke Tanah Suci.

 

يستحب إذا أراد الخروج من منزله أن يصلي ركعتين يقرأ في الأولى بعد الفاتحة (قل يا أيها الكافرون) وفي الثانية (قل هو الله أحد)

 

Hukumnya disukai (mustahab) apabila seseorang hendak keluar dari rumahnya untuk mengerjakan shalat sunnah dua rakaat, pada rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca Qul Huwallahu Ahad.

 

Hal itu menurut Al-Imam An-Nawawi didasarkan pada praktik yang dilakukan langsung oleh Rasulullah SAW, berdasarkan hadits-hadits berikut ini.

 

ما خلف عبد أهله أفضل من ركعتين يركعهما عندهم حين يريد سفرا

 

Tidak ada perbuatan yang lebih afdhol bagi seorang hamba yang hendak bepergian meninggalkan keluarnya dari sholat sunnah dua rakaat.

 

وعن أنس قال كان النبي صلى الله عليه وسلم لا ينزل منزلا إلا ودعه بركعتين " رواه الحاكم وقال هو صحيح على شرط البخاري

 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah mampir pada suatu tempat dan meninggalkannya, kecuali dengan melakukan sholat sunnah dua rakaat. (HR Al-Hakim)

 

Hadits ini menurut Al-Hakim berstatus shahih dengan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Al-Imam Al-Bukhari.

Saudi Tambah Lebih dari 300 Ribu Kamar Hotel Tahun 2030 

Picture5

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Proyek real estate dan infrastruktur senilai lebih dari 1 triliun dolar AS di Saudi tengah dalam pengembangan atau dalam proses pengejaan. Menurut pakar industri, proyek ini mencakul 315 ribu kamar hotel.

Jumlah kunci kamar hotel kemungkinan hampir dua kali lipat, menjadi sekitar 200.000 dalam empat hingga lima tahun ke depan. Setidaknya 50 persen dari pasokan yang diusulkan akan beroperasi pada 2028, dengan beberapa properti yang ada keluar dari pasar untuk membuka jalan bagi hotel baru dan resor.

"Salah satu strategi Saudi adalah menarik 100 juta pengunjung pada 2030. Itu berarti menciptakan dan menghadirkan gerbang dan pengembangan kelas satu, seperti NEOM senilai 500 miliar dolar AS," ujar kepala pariwisata dan perhotelan Knight Frank, Turab Saleem, dikutip di Arab News, Selasa (2/5/2023).

Proyek senilai 1 triliun dolar AS yang sedang berlangsung disebut hanya mewakili sepertiga dari total rencana pengeluaran. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat rencana agresif negara dalam memberikan infrastruktur, perhotelan, pariwisata dan fasilitas perumahan kelas dunia, guna memenuhi target yang ditetapkan dalam Visi 2030.

Ia juga menyebut prospek investasi perhotelan di Kerajaan terlihat menjanjikan. Pengembangan hotel dan pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota besar Riyadh dan Jeddah, tetapi juga menybar dengan cepat ke bagian lain negara itu.

"Analisis kami menunjukkan bahwa hadirnya semua kamar hotel yang direncanakan, mencakup sektor apartemen mewah, pasar menengah dan apartemen berlayanan, akan menelan biaya sekitar 110 miliar dolar," lanjut dia.

HVS, selaku konsultan global terkemuka yang berfokus pada sektor perhotelan, juga menggemakan pandangan serupa. Mereka menyebut pemerintah Saudi terus membuat langkah signifikan dalam memfasilitasi pertumbuhan berbagai sektor di seluruh negeri, dengan investasi penting di ruang perhotelan dan pariwisata.

“Lonjakan pariwisata dan kedatangan ke KSA selama 18 bulan terakhir saja, yang sebagian besar hasil dari perubahan undang-undang dan fasilitasi visa, merupakan bukti daya pikat yang berkembang. Menariknya, peningkatan ini tidak terbatas pada destinasi dan sektor yang sudah mapan, seperti pariwisata komersial dan religi. ujar Presiden HVS di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan, Hala Matar Choufany.

'Kesenangan' dan pariwisata rekreasi disebut sama-sama meningkat. Kota-kota sekunder juga mulai menyambut pengunjung baru yang datang dari jauh dan sektor yang lebih luas.

Mengingat negara terus mendiversifikasi penawarannya, prospek ini disebut terlihat positif. Meskipun saat ini masih awal dalam hal perencanaan dan investasi masa depan, tetapi pasar perhotelan dan peluang investasi disebut sangat signifikan.

Riset data Knight Frank di hotel-hotel Kerajaan, di luar proyek giga, menunjukkan saat ini terdapat 129.000 kunci hotel dan apartemen berlayanan di negara tersebut. Pada 2030, angka tersebut akan meningkat lebih dari 60 persen menjadi 212.000 kunci di sektor bintang 5, bintang 4, bintang 3 ke bawah, serta apartemen berlayanan, dengan properti bintang 4 menyumbang hampir setengah dari total biaya pengembangan sebesar 21,3 miliar dolar AS.

Sementara itu, proyek giga Kerajaan mewakili hampir 73 persen dari pipa pasokan hotel, dengan lonjakan 62 persen dalam jumlah kamar hotel bintang 4 dan 5 pada akhir dekade ini.

Perluasan pariwisata Arab Saudi juga tidak terbatas pada tujuan dan atraksi berbasis darat. Industri pelayaran, yang akan menciptakan hingga 50.000 pekerjaan di negara itu, diperkirakan akan mendatangkan 1,5 juta pengunjung setiap tahun dalam lima tahun ke depan, menurut Dana Investasi Publik.

“Tugas yang sangat besar, 110 miliar dolar AS untuk mengubah lanskap perhotelan Arab Saudi jauh melampaui penyediaan kunci kamar hotel tambahan. Perhatian dan pemeliharaan harus dicurahkan, untuk meluncurkan jumlah produk yang tepat di lokasi yang tepat,” ujar Turab Saleem.

Di sisi lain, HVS menyebut pihaknya mengantisipasi bahwa waralaba dan perjanjian sewa akan menjadi tren baru di pasar perhotelan Saudi.

Kemenag Tampung Usulan Setoran Haji dengan Standar Emas
Picture1

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Dirjen PHU Kemenag, Jaja Jaelani menjelaskan, usulan setoran biaya haji dengan standar emas. Menurut dia, pihaknya memang membutuhkan berbagai masukan dari kalangan masyarakat untuk memudahkan jamaah haji.

 

"Kita tampung semua usulan masyarakat dalam rangka rasionalisasi keuangan haji. Sangat dibutuhkan masukan-masukan dari masyarakat," ujar Jaja saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (24/2/2023).

Namun, menurut dia, usulan setoran biaya haji dengan standar emas tersebut tidak bisa direalisasikan begitu saja. Karena, kebijakan terkait biaya haji harus dikomunikasikan juga dengan Komisi VIII DPR RI.

 

"Kalau sekadar wacana no problem, tapi kan kalau berkaitan dengan keputusan biaya haji itu kan bersama-sama dengan Komisi VIII DPRI RI," ucap Jaja.

Dia mengatakan, usulan terkait setoran haji banyak sekali. Dalam diskusi tentang BPIH di Kantor PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu, menurut dia, juga muncul usulan agar setoran haji dinaikkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta.

 

"Sebagai wacana ya kita tampung. Adapun nanti mungkin pembahasan ke depan sebagai bahan pertimbangan bisa juga kita masukkan, bahan untuk memperkaya untuk memudahkan jamaah. Itu kan solusi alternatif," kata Jaja.

 

Jaja menambahkan, jika ingin direalisasikan usulan tersebut juga harus dikaji dulu pembagian perolehan hasilnya. "Itulah yang mungkin perlu kita kaji bersama. Ini kan usulan. Nanti setelah usulan itu masuk, nanti kita cari keuntungan dan kerugiannya, kira-kirq apa sih kemaslahatannya untuk umat," jelasnya.

 

Sebelumnya, Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Pusat M Nizarul Alim mengusulkan setoran awal haji bisa dilakukan dalam bentuk standar emas. Nantinya, calon jamaah haji bisa membayar atau menabung di bank syariah yang memiliki tabungan emas.

 

"Sekarang, hampir setiap bank syariah menawarkan tabungan emas, itu bisa menjadi solusi. Setoran haji bisa dalam bentuk standar emas walaupun sifatnya adalah menabung," kata dia dalam kegiatan Seminar Nasional Konsep Istitha'ah, Biaya Ibadah Haji dan Kualitas Layanan Ibadah Haji untuk Ekosistem Berkelanjutan, Kamis (23/2/2023).

 

Mengenai istithaah, ia menyebutkan, biaya perlu disesuaikan secara perlahan dengan penurunan nilai mata uang rupiah yang digunakan sebagai tolok ukur setoran awal. Hal itu tidak dilihat pada saat keputusan penentuan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

Saudi: Izin Umroh Tetap Jadi Syarat Setelah Ramadhan
Picture2

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi memastikan syarat untuk mendapatkan izin umroh tetap wajib bagi jamaah meski bulan suci Ramadhan telah usai.

 

Mereka menyebut umat Muslim yang hendak melaksanakan manasik umroh harus mendapatkan izin dari aplikasi Nusuk atau aplikasi Tawakkalna. Izin ini bisa didapat asalkan mereka tidak tertular Covid-19, atau melakukan kontak dengan seseorang yang terjangkit virus tersebut.

Dilansir di Saudi Gazette, Selasa (25/4/2023), kementerian juga menyatakan bahwa jamaah umroh dapat berpindah antara Makkah dan Madinah dan di sekitar kota-kota Saudi selama mereka tinggal dan memiliki visa.

 

Terkait pelaksanaan umroh selama Ramadhan, Menteri Dalam Negeri Abdul Aziz bin Saud menyebut, tahun ini jumlah Muslim yang pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan umroh dan peziarah meningkat 25 persen, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada pertemuan dengan pejabat senior kementerian di Mekkah, ia memperkirakan jumlahnya akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Meski demikian, ia tidak memberikan spesifik angka perkiraannya.

 

"Dengan bertambahnya jumlah peziarah tahun ini, menunjukkan ada peningkatan profesionalisme, ketergantungan pada teknologi dan perhatian pada perencanaan sebelumnya,” ujar dia.

 

Pertemuan itu dilaksanakan setelah akhir Ramadhan, yang mencatat rekor jumlah jamaah umroh dan jemaah di Masjidil Haram, Mekkah.

 

Kementerian umroh dan Haji Saudi mengatakan musim umroh di bulan Ramadhan berhasil dilaksanakan. Bulan Ramadhan, yang berakhir Kamis (20/4/2023) kemarin, biasanya menandai puncak musim umroh di Masjidil Haram.

 

Menurut angka resmi, jumlah jamaah di situs tersebut mencapai lebih dari 22 juta dalam 20 hari pertama Ramadhan lalu.

 

Di sisi lain, perlu disebutkan Kementerian Haji dan umroh sebelumnya telah menetapkan tanggal 10 Syawal sebagai tanggal terakhir bagi jamaah domestik untuk membayar cicilan ketiga dan terakhir dari reservasi haji mereka.

 

Angsuran terakhir ini nilainya sebesar 40 persen dari biaya yang ditentukan, untuk paket yang disetujui selama musim haji ini.

 

Kementerian Haji lantas mengatakan status reservasi akan dikonfirmasi ketika menyelesaikan semua cicilan dalam waktu yang ditentukan. Di sisi lain, reservasi ini akan dibatalkan jika calon jamaah tidak dapat menyelesaikan pembayaran cicilan tersebut.

 

"Penerbitan izin resmi haji akan dimulai pada 15 Syawal, bertepatan dengan 5 Mei," kata Kementerian Haji.


121.734 Orang Sudah Melunasi Biaya Haji 1444 H

Picture3

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bagi jamaah haji reguler kembali dibuka setelah libur lebaran. Tercatat lebih 121 ribu orang telah melunasi biaya haji pada Rabu (26/4/2023) sore.

Pelunasan Bipih yang dibuka sejak 11 April 2023 dan dijadwalkan berakhir 5 Mei ini sempat ditutup pada 18 April, seiring cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. Saat itu, sudah ada 94.950 jamaah haji yang melakukan pelunasan.

Tahun ini, kuota jamaah haji Indonesia kembali normal, 221.000 orang. Kuota tersebut terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.

Untuk 203.320 kuota jemaah haji reguler, mereka terdiri atas 201.063 jamaah, 685 pembimbing pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 1.572 petugas haji daerah (PHD).

201.063 kuota jamaah haji reguler itu kembali dibagi atas beberapa kategori. Antara lain, jamaah lunas tunda, jamaah yang masuk alokasi kuota keberangkatan musim haji 2023, prioritas jamaah lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan status cadangan.

“Sampai penutupan sore (26/4/2023) ini, 121.734 orang sudah melakukan pelunasan biaya haji,” ujar Direktur Layanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab dalam keterangan yang didapat Republika, Kamis (27/4/2023).

Mereka yang sudah melunasi itu terdiri atas 112.049 jamaah berhak lunas tahun 2023, 3.530 jamaah yang masuk dalam kategori prioritas lansia, serta 6.073 jamaah yang masuk sebagai cadangan.

Di hari pertama pembukaan kembali pelunasan Bipih tersebut, tercatat pula sudah ada 82 pembimbing ibadah pada KBIHU melakukan pelunasan.

Saiful Mujab menambahkan, jamaah haji kloter pertama dijadwalkan akan mulai masuk asrama haji embarkasi pada 23 Mei 2023. Secara bertahap, jamaah akan diterbangkan ke Arab Saudi mulai 24 Mei 2023.

“Keberangkatan jamaah haji kurang dari sebulan. Saya harap setiap jamaah terus menjaga kesehatan,” lanjut dia.