Blog

Tips Jamaah Haji Agar tak Kehilangan Sandal dan Lupa Jalan Pulang ke Hotel

petugas-membantu-seorang-jamaah-calon-haji-saat-menaiki-pesawat_210609080727-571

IHRAM.CO.ID,MADINAH–Kehilangan sandal dan tersesat karena terpisah rombongan menjadi masalah klasik pada jamaah haji Indonesia. Koordinator Emergency Medical Team (EMT) PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan dr Erwinsyah memberikan tips agar jamaah tidak mudah hilang sandal dan terpisah rombongan.

Erwinsyah mengatakan tips mudah dan sederhana agar tidak mudah hilang sandal, salah satunya, sandal jangan disimpan di rak-rak penyimpanan sandal di masjid. Dan sandal jangan dititipkan ke temannya.

“Sandal harus dibawa masing-masing. Untuk itu selalu membawa kantong plastik,” katanya, Senin (6/6/2022).

Sementara itu, tips untuk tetap bisa kembali ke hotel meski tertinggal rombongan adalah meminta kartu nama hotel. Sehingga, ketika tertinggal rombongan jamaah bisa pulang sendiri setelah menunjukkan kartu nama hotel ke petugas sektor bandara di pintu 21.

“Tunjukin kartu nama hotel nanti tim linjam (perlindungan jamaah) Indonesia nganterin ke hotel,” katanya.

Sementara, Dokter jaga Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Wahyudi Hidayat menyarankan jamaah haji mematuhi pesan-pesan kesehatan petugas di lapangan. Saran ini disampaikan terkait adanya pasien dengan kasus kaki melepuh akibat tidak memakai sandal. 

“Dari kasus ini kami menghimbau agar jamaah haji mematuhi pesan-pesan kesehatan petugas kesehatan di lapangan,” kata dr Wahyudi Hidayat saat ditemui Republika di KKHI Madinah, Selasa (7/6/2022).

Wahyudi mengatakan petugas kesehatan melalui tim promosi kesehatan (promkes) sudah menghimbau jamaah sejak tiba di bandara untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) jika keluar pondokan. APD yang wajib dipakai saat pondokan di antaranya masker, topi kacamata dan sandal.

“Jamaah jangan biasakan menitipkan sandal kepada temannya. Sandal harus dibawa masing-masing,” katanya.

Untuk itu jamaah disarankan keluar pondokan membawa kantong plastik. Tujuannya untuk digunakan sebagai tempat menyimpan sandal ketika masuk masjid. 

Wahyudi juga menyarankan, jamaah memilih air zamzam yang tidak dingin, jika waktu sudah terik panas . Hal ini demi menjaga kesehatan tenggorokan agar tidak sakit.

“Kurangi minuman-minuman dingin,” katanya.

 

Wahyudi menuturkan, ada dua pilihan air zamzam yang ditempatkan di termos-termos di dalam masjid. Termos yang tidak dingin dan termos dingin, termos-termos ini ditempatkan di setiap shaf-shaf masjid Nabawi.

Dapur Katering Jamaah Haji Dinyatakan Memenuhi Standar

petugas-membantu-seorang-jamaah-calon-haji-saat-menaiki-pesawat_210609080727-571

IHRAM.CO.ID,MADINAH–Pada Selasa (7/6/2022) pagi waktu Arab Saudi,  Tim Sanitasi and Food Security melakukan inspeksi ke tiga dapur Katering jamaah haji yaitu Al Ahmadi Katering, Makram Katering dan Uhud Kitchen Katering. Dua pengelola makanan jamaah haji yakni Bahar Harr For Katering, Al Mazroi Kitchen sudah dinspeksi hasilnya layak dan memenuhi standar.

“Setelah kami kemarin Senin (6/6/2022) survei dapur katering jamaah haji telah memenuhi standar,” Koordinator Sanitasi dan Food Security Daker Madinah dr Eko Happy, saat ditemui Republika, di sekretariat Sanitasi and Food Security KKHI Madinah, Selasa (6/6/2022).

Eko mengatakan, hari ini Selasa (7/6/2022) rencananya akan menyelesaikan inspeksi di tiga dapur katering. Hasil enspeksi tim melaporkan hasilnya kepada Kepala Seksi Kesehatan KKHI Madinah.

Eko mengatakan inspeksi ini merupakan tahap pertama yang dilakukan tim Sanitasi and Food Security. Selanjutnya tim ini akan terus memantau pelayanan dapur katering selama prosesi haji. 

“Setiap hari kami akan inspeksi katering yang mendapat jadwal mendistribusikan makan,” katanya.

Eko mengatakan, dalam proses inspeksi ini yang perlu dipantau adalah pengolahan, distribusi dan penyimpanan. Tiga tahapan ini yang perlu diperhatika oleh tim Sanitasi and Food Security. 

Tepat pukul 09.15 WAS tim Sanitasi and Food Security yaitu Hasbi Ibrahim, Alfred Saleh dan Republika tiba di Uhud Katering. Tim langsung meninjau tempat pengolahan, penyimpanan, dan packing makanan sebelum didistribusikan. 

Menjelang kepulangan Hasbi Ibrahim berpesan kepada ketua Chef Uhud Katering agar selalu menjaga kebersihan semua proses penyedian makananan.

“Tolong jaga kebersihan, “kata Hasbi Ibrahim.

Alfred Saleh menambahkan, setiap dapur katering mengirim sampel ke KKHI Madinah, sampel ini disimpan selama 24 jam untuk diperiksa. Tujunya sebagai kontrol ketika ada kejadian luar biasa yang disebabkan oleh makanan, maka tim kesehatan dapat memeriksa sampel yang dikirim.

“Itulah kenapa kami selalu minta sampel makanan kepada penyedia yang dikonsumsi jamaah setiap harinya” katanya.

Ketua Chef Uhud Katering Muhammad Saeful mengatakan, hari ini dia mendapat jatah menyediakan jatah makanan bagi jamaah haji sebanyak 720. Untuk dibagi siang 360 untuk siang dan 360 untuk malam. 

Muhammad Saeful memastikan semua bahan-bahan impor dari Indonesia termasuk tim yang mengolahnya. Ada 22 orang asli Indonesia yang bekerja di tempat ini.

Muhammad Saeful warga asli Madura ini mengatakan, bahan-bahan yang dibawa dari Indonesia di antaranya beras, bumbu-bumbu semua masakan, salam sereh dan lainnya. Sementara bahan yang dipesan di Arab Saudi daging, buah, daun jeruk dan sayuran.

“Bahan-bahan untuk sekarang memang diwajibkan oleh Kemenag asli Indonesia,” katanya. 

Bahan-bahan untuk mengelola makan haji sudah datang pada saat Ramadhan kemarin. Bahan-bahan masak ini semua baru bisa sampai tiga bulan sejak dipesan.

Jamaah Haji Jangan Lupa Perbanyak Doa di Raudhah Madinah, Ini Keutamaannya

tadarus-saat-berpuasa_200828163706-763

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Jamaah calon haji yang berada di Madinah jangan sampai tidak berdoa di Raudhah, tempat di dalam Masjid Nabawi yang sangat mustajab.

“Keistimewaan Raudhah tempat yang sangat mustajab, doa yang kita panjatkan di Raudhah selalu dikabulkan dan pasti dikabulkan Allah SWT sepanjang haji kita bersih, lurus insya Allah SWT dikabulkan,” kata Konsultan Bimbingan Ibadah Petugas Haji Kiai Wazir Ali di Madinah, Selasa seperti dikutip dari Media Center Haji.

Raudhah adalah suatu tempat di dalam Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara Rumah Nabi, sekarang Makam Rasulullah SAW, sampai mimbar.

Raudah merupakan sebidang tanah yang tidak luas, dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 2 meter.

Kiai Wazir Ali mengatakan, Raudhah itu antara mimbar dengan rumah Rasulullah adalah taman surga.

“Rasulullah mengatakan seperti itu mungkin secara tasawuf, kalau ditarik garis lurus ke atas tempatnya surga,” kata Kyai.

Hal ini karena Raudhah berada di Masjid Nabawi maka kegiatan yang dilakukan adalah sholat. Namun, bagi perempuan yang sedang menstruasi maka ditunda jika ingin mencari nilai pahala umroh menunggu hingga bersih dari menstruasi.

Kecuali jika hanya ingin berziarah terkait aspek kesejarahan, perempuan yang sedang haid tetap bisa melakukannya tapi tidak masuk ke masjid.

Perempuan yang sedang haid juga tetap bisa memanjatkan doa di Raudhah tapi tidak sholat. Raudhah adalah area di sekitar mimbar yang biasa digunakan Nabi Muhammad SAW untuk berkhutbah.

Disunahkan sholat di Raudhah baik sholat fardhu ataupun shalat sunnah. Demikian juga disunnahkan itikaf atau duduk untuk berdzikir atau membaca Alquran di sana. Karena beribadah di sana terdapat pelipat-gandaan pahala.   

Saudia Mulai Operasional Transportasi Jamaah Haji

1724584

IHRAM.CO.ID,RIYADH — Maskapai penerbangan Kerajaan, Saudia, telah memulai menerapkan rencana operasionalnya mengangkut jamaah haji dari berbagai negara ke Arab Saudi untuk musim haji 2022.

Sejauh ini, Saudia telah menerbangkan peziarah dari kota Kochi di India dan ibu kota Indonesia Jakarta ke Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah.

Dilansir di Arab News, Rabu (8/6/2022), rencana penerbangan dari Kuala Lumpur disambut oleh Direktur Jenderal Saudia Group, Ibrahim bin Abdul Rahman Al-Omar. Ia menegaskan komitmen Saudia dalam melaksanakan arahan pimpinan Arab Saudi yang bertujuan menyediakan segalanya guna memudahkan prosedur bagi jamaah haji.

Ia menambahkan, maskapai berupaya memanfaatkan pengalamannya dalam mengelola peak season melalui persiapan awal. Musim haji tahun ini disebut bertepatan dengan musim panas.

Direktur jenderal mengatakan semua departemen telah mengembangkan rencana operasional, yang berkontribusi pada perampingan operasi penerbangan terjadwal dan tambahan yang mencakup Kerajaan dan negara-negara di empat benua di seluruh dunia, dalam upaya memberikan layanan terbaik di semua lokasi.

Peziarah akan menikmati banyak manfaat dalam penerbangan ini, termasuk menerima pemberitahuan setengah jam sebelum penerbangan mencapai Miqat (batas bagi peziarah di mana mereka berniat untuk melakukan haji atau umrah).

 

Tak hanya itu, penerbangan Saudia juga akan menampilkan konten yang akan membantu mempersiapkan peziarah untuk ritual haji mereka di layar utama dan di atas kepala. 

Kedatangan Jamaah Haji Mancanegara ke Arab Saudi Semakin Banyak

maskapai-penerbangan-nasional-garuda-indonesia-pada-hari-ini-rabu_220112175437-424

IHRAM.CO.ID, KAIRO – Semakin banyak peziarah Muslim luar negeri yang mendarat di Arab Saudi dengan penuh semangat. Mereka akan melaksanakan ibadah haji yang untuk pertama kalinya dibuka bagi jamaah luar negeri setelah pandemi Covid-19 melanda dua tahun lalu.

Pada April lalu, Arab Saudi mengatakan akan mengizinkan 1 juta peziarah dari dalam dan luar kerajaan untuk melakukan haji tahun ini, yang jatuh tempo pada Juli. Dua tahun terakhir, pihaknya membatasi ritual tahunan tersebut hanya untuk beberapa ribu Muslim yang tinggal di dalam negara itu.

Kelompok pertama peziarah Muslim yang tiba di Kerajaan Arab Saudi, Senin (6/6/2022) kemarin berasal dari Bangladesh. Mereka termasuk yang merasakan manfaat dari inisiatif ‘Rute Makkah’ Arab Saudi.

Para peziarah terbang dari Dhaka dan mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, di mana mereka diterima oleh pejabat Arab Saudi dan Bangladesh. 

Awal pekan ini, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meluncurkan kembali inisiatif ‘Rute Makkah’ yang memberi jamaah dari lima negara akses ke fasilitas layanan penyelesaian prosedur terkait haji di negara asal mereka. Inisiatif ini, yang dimulai dengan uji coba pada 2017, mencakup peziarah dari Pakistan, Malaysia, Indonesia, Maroko dan Bangladesh. 

Dilansir di Gulf News, Rabu (8/6/2022), fasilitas yang ditawarkan kepada jamaah haji yang datang dari negara-negara tersebut termasuk penerbitan visa elektronik di rumah, penyelesaian prosedur paspor di negara asal, serta menandai dan memilah bagasi di bandara keberangkatan. 

Dengan demikian, setibanya mereka di Arab Saudi, jamaah haji langsung menuju tempat tinggal atau akomodasi di kota suci Makkah dan Madinah, sementara barang bawaan mereka diantar langsung ke tempat tinggal. 

Pada Sabtu (4/6/2022), gelombang pertama jamaah haji tahun ini yang tiba di Arab Saudi berasal dari Indonesia. Mereka tiba di kota suci Madinah dengan pesawat yang membawa 358 jamaah haji. 

Lebih dari 10 ribu peziarah dari luar negeri dilaporkan telah berangkat menuju Madinah. Sejalan dengan jumlah jamaah yang besar, pihak berwenang Arab Saudi ingin memperluas pemanfaatan teknologi canggih sebagai bagian dari persiapan haji tahun ini. 

Menteri Haji dan Umrah Tawfiq Al Rabiah mengatakan teknologi yang diterapkan akan mencakup ID pintar jamaah. Hal ini untuk memastikan transportasi cepat mereka di antara tempat-tempat suci dan ke tempat tinggal.

Penerbitan Visa Haji Khusus Menunggu Penyelesaian Kontrak

In this Feb. 24, 2020, photo, Muslim pilgrims pray near the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, as worshippers circumambulate around during the minor pilgrimage, known as Umrah in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia. Saudi Arabia halted Thursday, Feb. 27 travel to the holiest sites in Islam over fears of the global outbreak of the new coronavirus just months ahead of the annual hajj pilgrimage, a move coming as the Mideast has over 220 confirmed cases of the illness. (AP Photo/Amr Nabil)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur, menyebut visa jamaah haji khusus baru bisa dikeluarkan jika kontrak-kontrak layanan di Saudi sudah selesai. Saat ini, Penyelenggaran Ibadah Haji Khusus (PIHK) disebut tengah berupaya menyelesaikan pembayaran penuh (full payment).

“Sampai saat ini proses e-visa lagi dikerjakan. Untuk mengeluarkan visa, kita harus menyelesaikan semua kontrak-kontrak,” ucap dia saat dihubungi Republika, Rabu (8/6/2022).

Di tahun ini, semua penyelesaian kontrak terkait ibadah haji disebut hanya bisa dilakukan secara daring atau elektronik, melalui e-hajj. Cara ini berbeda dibandingkan dengan penyelenggaraan ibadah haji sebelum pandemi Covid-19.

Firman pun menyebut saat ini pihaknya tengah menunggu proses pengembalian dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dana setoran milik jamaah haji khusus yang disimpan di BPKH saat ini sedang dikebut untuk dikembalikan.

Ia berharap baik dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun BPKH bisa mempercepat prosesnya, mengingat hal tersebut diperlukan untuk menyelesaikan kontrak-kontrak yang ada.

“Dana tersebut sangat dibutuhkan oleh PIHK untuk memastikan memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaahnya. Untuk menyelesaikan proses e-visa haji, semua kontrak harus sudah terbayar secara full payment, mulai dari tiket penerbangan, akomodasi dan transportasi bus,” ucapnya.

Adapun jamaah haji khusus yang berangkat melalui PIHK di bawah Amphuri disampaikan mulai berangkat pada 15 Juni nanti. Selanjutnya keberangkatan akan terus berjalan hingga terakhir penerbangan pada 4 Juli.

Amphuri sejauh ini telah melakukan inisiasi dan membantu anggota PIHKnya yang mendapatkan kuota haji tahun ini dan akan memberangkatkan jamaah haji khusus. Total jamaah yang akan berangkat sebanyak 1.999 orang.

PIHK di bawah Amphuri juga disebut sudah melakukan reservasi tiket keberangkatan disesuaikan dengan program masing-masing dan pemesanan akomodasi, baik di Makkah dan Madinah. Jika nantinya penerbangan yang dilakukan jamaah haji khusus memerlukan transit dan menginap di hotel setempat, hal ini pun sudah disiapkan dengan baik.

Firman lantas menitipkan pesan kepada jamaah haji untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari segi fisik maupun rohani. Cuaca yang sangat panas di Kerajaan menjadi hal yang perlu diperhatikan, agar tidak mudah sakit.

“Kepada jamaah perlu diperhatikan faktor cuaca yang saat ini sangat panas di Arab Saudi. Perlu diantisipasi membawa obat atau vitamin untuk menambah stamina dan pelembab, juga payung dan kaca mata hitam. Jamaah juga dianjurkan memperbanyak minum air zamzam agar hidrasi tubuh tetap terjaga,” Kata dia.  

Sebanyak 250 Ribu Kamar Hotel Makkah Disiapkan untuk Jamaah Haji

jamaah-haji-menjaga-jarak-sosial-saat-mereka-mengelilingi-kabah_210726094956-470

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Kerajaan Arab Saudi tahun ini memutuskan membuka pelaksanaan haji untuk jamaah asing. Lebih dari 250 ribu kamar hotel di Makkah disiapkan untuk menerima jamaah haji.

Sebuah media lokal melaporkan, selain menyiapkan hotel pihak Kerajaan Arab Saudi juga menyediakan lebih dari 3.000 unit rumah untuk para tamu Allah SWT

Anggota Komite Nasioaaaaaaaaaaanal Haji dan Umrah, Hani Ali Al Amiri, menyebut Kerajaan telah mengalokasikan lebih dari 3.000 unit rumah dan 250 ribu kamar hotel kelas dunia untuk menerima jamaah haji dari dalam dan luar negeri.

Dilansir di Gulf News, Selasa (7/6), Al Amiri menambahkan semua hotel telah menyatakan komitmennya untuk menerapkan persyaratan kesehatan. Di sisi lain, mereka akan terus membersihkan dan mensterilkan semua fasilitas yang ada.

Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan telah menerima 955 jamaah haji dari Indonesia dan Bangladesh. Mereka merupakan jamaah gelombang pertama musim haji tahun ini yang tiba Sabtu (4/6/2022). 

Kelompok pertama jamaah haji tersebut tiba melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammed Bin Abdulaziz di Madinah. Kedatangan pertama berasal dari Jakarta, yang terdiri dari 450 jamaah. 

 

Sebelumnya, Kementerian Haji telah menginstruksikan semua jamaah harus mengikuti instruksi kesehatan dan mematuhi tindakan pencegahan. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka saat melakukan ritual haji. 

Visa Jamaah Haji Khusus Belum Keluar, Sapuhi Terus Negosiasi

jamaah-haji-shalat-di-depan-kabah-selama_220119125024-413

IHRAM.CO.ID,MADINAH–Jamaah haji reguler sudah 24 kelompok terbang (kloter) mendarat di Madinah. Namun, jamaah haji khusus yang dikelola penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) belum bisa diterbangkan karena visanya belum ada.

“Visanya buat jamaah haji khusus belum ada,” kata Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, saat menyampaikan update hasil kunjungan tim Sapuhi ke tenda Maktab Armina, Selasa (7/6/2022).

Syam mengatakan, saat ini pengurus Sapuhi yang mewakili 300 anggota PIHK masih bernegoisasi soal harga semua fasilitas jamaah haji khusus. Mulai dari pemondokan, bus, transit dan tenda Armina. 

“Masih menunggu semua proses pembayaran hotel-hotel, bus, transit dan tenda Armina/Maktab dalam system Ehajj,” ujarnya.

Syam mengatakan, poses pembayaran Ehajj tidak semudah yang dibayangkan, karena PIHK belum bisa dan tidak ada sosialisasi cara penggunaannya. Bahkan bisa jadi ada travel-travel yang sudah tidak ada pegawainya yang pernah paham system di tahun 2019.

Syam mengatakan, persiapan untuk tenda Arafah dan Mina khususnya dari Indonesia baik itu haji reguler maupun haji khusus memiliki beberapa perbedaan. Akan tetapi sama semua harganya naik.

“Sama-sama semua harga meningkat dengan alasan ditingkatkan baik itu tendanya, kateringnya untuk reguler maupun VIP nya,” katanya. 

Syam berharap, semoga janji penyedia jasa dalam hal ini muasasah meningkatkan pelayanan bisa jadi kenyataan. Walaupun harus membayar mahal semua fasilitas penyelenggaraan ibadah haji.

“Semoga mereka juga komitmen dengan harga-harga yang standar dengan pelayanan yang mereka janjikan,” katanya.

Syam mengatakan, PIHK memang tidak punya alternatif harus memilih di antara maktab-maktab, dan bis. Agar keluar sistem di visanya, karena kalau tidak akan menghambat untuk mendapatkan visa.

“Jadi semua hotel Makkah dan Madinah, transport tenda Arafah dan Mina hotel-hotel transit harus segera dibayar di dalam sistem atau agar bisa keluar cepat untuk mendapatkan mova,” katanya.

Cegah Heat Stroke pada Musim Haji: Jangan Tunggu Haus

jamaah-haji-wukuf-di-arafah-selama-pandemi_210211075020-161

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Petugas Kesehatan Haji diminta untuk dapat mengedukasi baik diri sendiri maupun jemaah haji untuk menjaga diri agar selalu terhidrasi dengan baik. Terutama pada saat menjalankan Ibadah Haji di Arab Saudi kelak.

Koordinator Promosi Kesehatan PPIH Bidang Kesehatan dr. Edi Supriyatna mengatakan, perbedaan suhu yang ekstrim ditambah kelembaban yang rendah di Arab Saudi, menimbulkan potensi dehidrasi bagi jemaah haji. Kondisi ini dapat mengarah pada situasi yang lebih parah yakni heat exhausted bahkan heat stroke. Sehingga asupan mineral yang cukup menjadi kunci penting menjaga jemaah haji tetap terhidrasi dengan baik.

“Kunci Dehidrasi adalah mineral loss, jadi harus minum air yang dicampur elektrolit, jangan tunggu haus” ujar dr. Edi, Jumat (27/5/2022).

Fungsi elektrolit di sini bukan sebagai obat diare, melainkan sebagai pengganti mineral yang hilang selama menjalankan aktivitas di tengah cuaca yang sangat terik dan minim kelembaban. Konsumsi elektrolit dilakukan setelah jemaah haji melakukan aktifitas di luar hotel, dengan mencampurkan 1 sachet oralit dengan 600 ml air. Selain itu jemaah juga diminta untuk minum air 5-6 botol sehari dengan takaran 600 ml air setiap botolnya.

Lebih lanjut, dr. Edi menyampaikan Jemaah haji diminta menghindari pajanan sinar matahari langsung dengan lengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD). Salah satunya dengan menggunakan topi dengan bibir (pinggiran) yang lebar sehingga kepala bisa terhindar dari sengatan langsung.

Selain itu juga jemaah diminta untuk sering menyemprot bagian tubuh yang terpapar pajanan matahari langsung, terutama muka dan tangan. Jemaah juga diminta untuk menggunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat, serta selalu menggunakan alas kaki saat bepergian.

“Edukasi ini harus dijalankan mulai dari sekarang, sebelum jemaah haji berangkat” tutup dr. Edi.

Kenali Lima Rukun Haji Agar Persiapan Matang

jamaah-haji-wukuf-di-arafah-selama-pandemi_210211075020-161

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Tahun ini, Kerajaan Arab Saudi menyelenggarakan haji bagi jamaah internasional. Ini merupakan kabar baik bagi Muslim di seluruh dunia. Sejauh ini, Kerajaan masih mempersiapkannya dengan baik.

Indonesia menjadi negara paling banyak mendapat kuota haji, yaitu 100.051 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 92.825 haji reguler dan 7.226 haji khusus. Urutan kedua datang dari Pakistan dengan 81.132 jamaah dan India di urutan ketiga dengan 79.237 jamaah. Sementara Bangladesh akan mengirimkan jumlah jamaah haji terbesar keempat dengan kuota 57.585.

Persiapan sebelum haji harus matang, seperti mengetahui syarat dan rukunnya. Untuk rukun haji ada lima. Yakni, ihram, tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan mencukur sebagian rambut atau tahalul. Sebenarnya, rukun umroh sama dengan haji, kecuali satu, wukuf.

Menurut buku Rahasia Haji oleh Imam Al-Ghazali, ada hal-hal yang wajib dilaksanakan dalam manasik haji. Jika itu tidak dilaksanakan, jamaah akan mendapat hukuman berupa membayar dam. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

Pertama: memulai ihram dari miqat. Apabila jamaah tidak melakukannya dan melewati tempat miqat, maka wajib untuk membayar dam dengan menyembelih seekor kambing.

Kedua: melempar jumrah. Bagi orang yang tidak melempar jumrah wajib untuk membayar dam. Para ulama sepakat membayar dam karena meninggalkan ihram dan jumrah hukumnya wajib.

Ketiga: wukuf di Arafah hingga terbenam matahari.

Keempat: mabit atau bermalam di Muzdalifah.

Kelima: mabit di Mina

Keenam: tawaf wada’.

Enam hal tersebut jika ditinggalkan, wajib diganti dengan dam menurut satu pendapat. Sementara pendapat lain menyatakan membayar dam dari empat hal tersebut hukumnya sunah.