Blog

Total Dana Haji yang Dikelola BPKH Sebesar Rp144,91 Triliun

kepala-badan-pelaksana-badan-pengelola-keuangan-haji-bpkh-anggito_210608164308-937

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat posisi dana haji yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sampai dengan Desember 2020 mengalami peningkatan 16,56 persen atau menjadi sebesar Rp 144,91 triliun. 

Terdiri dari Rp 141,32 triliun alokasi dana penyelenggaraan ibadah haji dan Rp 3,58 triliun dana abadi umat (DAU).  

Ketua BPKH, Anggito Abimanyu, mengatakan dana haji tersebut aman dikelola BPKH dan dapat dilihat dari rasio solvabilitas dan rasio likuiditas wajib. 

Rasio Solvabilitas yang juga dikenal dengan sebutan leverage ratio adalah suatu rasio yang digunakan dalam rangka menilai kemampuan BPKH atas pelunasan utang dan seluruh kewajibannya. 

Ini dilihat dengan menggunakan jaminan aktiva dan aset netto atau harta kekayaan dalam bentuk apa pun yang dimiliki dalam jangka panjang serta jangka pendek. 

“Rasio Solvabilitas BPKH dari 2018 sampai 2020 terus bertumbuh, dari 104 persen menjadi 108 persen,” katanya dalam keterangan, Selasa (29/6). 

Laporan Keuangan BPKH sendiri terdiri dari neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan aset neto, dan laporan realisasi anggaran. 

Dalam laporan juga tersedia rasio likuiditas wajib yang merupakan kemampuan BPKH menyediakan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dalam tahun berjalan.  

Berdasarkan amanah UU No 34 tahun 2014, BPKH wajib menjaga minimal dua BPIH. 

Dalam realisasinya, tahun 2020 rasio likuiditas wajib terjaga sebesar di angka 3,82 kali BPIH. Rasio likuiditas wajib 3,82 kali berarti BPKH telah mempersiapkan dana untuk penyelenggaraan ibadah haji mendekati empat kali pelaksanaan haji.

Dana likuid untuk penyelenggaraan Ibadah Haji bersumber dari aset lancar yang ditempatnya di bank Syariah (BPS-BPIH) dan investasi Jangka Pendek senilai Rp 54 triliun. 

Neraca BPKH 2020 menyajikan jumlah kewajiban kepada jamaah tunda atau batal berangkat sebesar Rp 8,6 triliun, namun tidak mencatat adanya kewajiban atau utang khususnya kepada penyedia hotel atau layanan di Arab Saudi.

“Laporan operasional BPKH tahun 2020 mencatat surplus sebesar Rp 5,8 triliun dan tidak terdapat investasi yang mengalami rugi,” katanya.

BPKH juga telah menyalurkan dana Rp 2 triliun dalam bentuk virtual account bagi jemaah tunda dan jamaah tunggu. 

Selain memberikan opini WTP, BPK juga menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dimaksudkan untuk terus meningkatkan kinerja kualitas pengelolaan keuangan haji ke depan.   

 

Sumber : ihram.co.id

AMPHURI Fokuskan Diversifikasi Usaha Selain Usaha Umroh Haji

ketua-umum-amphuri-firman-m_210205175009-850

IHRAM.CO.ID,JAKARTA–Anggota Asosiasi Muslim Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Republik Indonesia  (AMPHURI) sedang konsentrasi terhadap diversifikasi usaha selain haji umroh. Diversifikasi dilakukan  kegiatan ibadah umroh dan haji disetop pemerintah Arab Saudi.

“Kami konsen sekali terhadap diversifikasi atau membuat bidang baru yaitu bidang pengembangan usaha dan koperasi,” kata Ketua Umum AMPHURI Firman M Nur saat dihubungi Republika belum lama ini.

Firman mengatakan, diversifikasi dilakukan untuk bisa memastikan bahwasannya seluruh anggota AMPHURI dapat menggunakan asetnya dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Di antara diversifikasi usaha lain yang telah dikerjakan masing-masing anggota adalah pelatihan dan kegiatan edukasi lainnya.

“Jadi bentuk kegiatan pelatihan, kemudian motivasi serta arahan untuk kegiatan bisnis yang lainnya selalu kami lakukan di internal anggota AMPHURI,” katanya.

Hal ini kata Firman, agar para penyelenggara umroh dan haji khusus ini dengan potensi aset yang mereka miliki seprti kantor dan SDM dapat merubah kegiatan usahanya dengan hal-hal yang bersifat lain.  Sehingga dapat menutupi biaya operasional selama tidak ada umroh dan haji.

“Namun tetap fokus pada pembinaan jamannya sendiri yaitu menggunakan data dan silaturahim kepada seluruh jamaah mereka untuk bisa melakukan hal-hal yang lain yang bersifat usaha langsung,” katanya.

Sehingga tidak ada pekerja dari masing-masing travel diputus hubungan kerja (PHK). Tidak bisa dipungkiri lagi setelah diberhentikannya usaha kegiatan usaha haji umrah travel tidak ada pemasukan.

“Semoga usaha diversifikasi usaha dapat terlaksana dengan baik sehingga anggota-anggota kami dapat survive dalam kondisi yang sulit sekarang ini,” katanya.

 

Sumber : ihram.co.id

Perbedaan Pelaksanaan Haji Tahun Ini dengan Sebelumnya

ilustrasi-jamaah-haji-dan-umroh-pakai-masker-di-masa_201203133328-346

IHRAM.CO.ID, SAO PAULO—Haji tahun ini akan kembali sepi, seperti tahun sebelumnya, setelah Otoritas Saudi memutuskan untuk hanya mengizinkan pelaksanaan haji bagi jamaah dari dalam Kerajaan saja. Perbedaan lain yang terlihat adalah perizinan bagi jamaah haji wanita untuk berhaji tanpa persetujuan wali laki-laki.

60.000 kouta yang disediakan tahun ini, naik 6 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, hanya dapat diisi oleh warga Saudi yang berusia 18-65 tahun dan telah menerima dua suntikan vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan dan Haji membuat pengumuman bahwa haji tahun ini akan dimulai pada pertengahan Juli, pendaftaran dibuka secara virtual pada Ahad (13/6) lalu hingga 23 Juni mendatang.

Keputusan tentang jumlah jemaah dan persyaratan ini diambil untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan, kata pemerintah. Seorang pejabat menambahkan bahwa Arab Saudi menemukan pemahaman yang besar dari negara-negara Muslim atas keputusan untuk membatasi peserta haji tahun ini.
Nayef Al-Hajraf, sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk, memuji kepedulian yang diberikan oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk melayani para peziarah dan pengunjung Dua Masjid Suci.

Dia mengatakan keputusan untuk membatasi ziarah tahun ini berasal dari perhatian penuh yang diberikan Kerajaan kepada kesehatan dan keselamatan para peziarah.

Organisasi Kerjasama Islam dan Liga Muslim Dunia (MWL) juga menyambut baik keputusan Arab Saudi. Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa, Sekretaris Jenderal MWL, mengatakan bahwa sejumlah Mufti senior dan ulama dunia Islam juga menyambut baik keputusan tersebut, menambahkan bahwa hukum Syariah (Islam) menyatakan bahwa sangat penting untuk mengambil semua tindakan pencegahan keselamatan selama pandemi semacam itu.

Sumber : ihram.co.id

Alasan Saudi Belum Umumkan Operasional Haji

041685800-1601976259-830-556

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan baru mendapat informasi terkait alasan Saudi belum mengumumkan informasi resmi apa pun terkait haji.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Plt Menteri Media/Penerangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qashabi, mutasi virus Covid-19 dan kelangkaan vaksin menjadi salah satu alasannya.

“Mutasi virus covid-19, kelangkaan vaksin, dan perkembangan wabah Covid-19 menjadi alasan Saudi belum mengumumkan mekanisme penyelenggaraan haji tahun ini,” kata Endang dikutip di laman resmi Kemenag, Senin (7/6).

Plt Menteri Media disebut secara berkala memberikan penjelasan melalui konferensi pers terkait perkembangan Covid-19. Penjelasan tentang alasan belum umumkan teknis operasional haji disampaikan dalam konferensi pers, Ahad (6/6).

Endang mengatakan, penjelasan dari Saudi ini sekaligus mengonfirmasi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam jumpa pers 3 Juni lalu, bahwa sampai saat ini belum ada informasi resmi apa pun dari Saudi terkait operasional haji.

“Indonesia sudah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah tahun ini. Keputusan itu diambil setelah proses persiapan dan diplomasi panjang. Faktanya, pandemi global masih belum terkendali dan Saudi juga tak kunjung beri informasi,” lanjutnya. 

Sumber : ihram.co.id

Saudi Bantah Info Indonesia Tidak Mendapat Kuota Haji 2021

jamaah-haji-wukuf-di-arafah-selama-pandemi_210211075020-161 (1)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Duta Besar Pelayan Dua Kota Suci untuk Indonesia, Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi, membantah informasi yang menyebut Indonesia tidak mendapatkan kuota untuk pelaksanaan haji tahun ini. Informasi ini sebelumnya disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Dr. Sufmi Dasco Ahmad.

“Merujuk pada pemberitaan yang beredar yang telah disampaikan oleh sejumlah media massa serta media sosial, berita-berita tersebut tidaklah benar dan tidak dikeluarkan oleh otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi,” ujarnya dalam surat keterangan yang diterima Republika, Jumat (4/6).

Tak hanya itu, ia juga membantah pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, yang menyebut 11 negara telah memperoleh kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi, sementara Indonesia tidak termasuk dari negara tersebut.

Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi menyebut hingga saat ini Kerajaan Saudi belum mengeluarkan instruksi apapun yang berkaitan dengan pelaksanaan haji 2021. Hal ini berlaku tidak hanya bagi Indonesia tapi juga jamaah lain di seluruh dunia.

Bersama dengan keterangan tersebut, ia menyebut berupaya untuk menjelaskan kondisi dan fakta yang sebenarnya ada di lapangan. Ia juga berharap agar pihak-pihak terkait dapat melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak Kedutaan atau otoritas resmi lainnya.

“Saya berharap agar kiranya dapat melakukan komunikasi terlebih dua arah dahulu, baik di Kerajaan Arab Saudi maupun di Indonesia, guna memperoleh informasi dari sumber-sumber yang benar dan dapat dipercaya,” kata dia.

Sumber : ihram.co.id

Inilah Aturan Haji 2021 yang Dibahas Arab Saudi

suasana-ibadah-haji-di-musim-haji-tahun-lalu-1421_210525120747-871

IHRAM.CO.ID, JEDDAH – Pihak berwenang Arab Saudi telah menyetujui sejumlah rekomendasi untuk layanan musim haji 1442H. Salah satu hal yang paling menonjol adalah meningkatkan manfaat dari pengenaan protokol kesehatan dan tindakan pencegahan yang diterapkan selama haji 1441H lalu.

Seperti dilansir Saudi Gazette dengan mengutip Okaz, Saudi kini telah belajar dari penyelenggaran haji di masa pandemi yang lalu. Pihak berwenang kini sedang mempelajari kemungkinan penerapan protokol dan tindakan ini secara proporsional terkait dengan jumlah jamaah, area tenda, fasilitas, dan utilitas di situs suci. Semua ini akan merujuk keputusan yang diambil oleh Panitia Haji Tertinggi kepada pihak berwenang dan instansi terkait.  

Protokol tersebut merujuk pada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum tiba di zona haji, yang meliputi kelompok umur yang diizinkan, kondisi kesehatan yang baik, dan calon bebas dari penyakit kronis.

Jamaah juga harus dipastikan bahwa mereka tidak menjalani dialisis ginjal atau menderita penyakit kronis yang memerlukan rawat inap selama enam bulan terakhir, dan mereka harus memiliki izin perjalanan.

Sebelum pergi menunaikan ibadah haji, jamaah diharuskan mendapat suntikan vaksin anti COVID-19. Untuk mereka yang datang dari luar negeri, jamaah haji harus sudah menerima dosis penuh vaksin yang disetujui di Arab Saudi. Mereka harus menunjukkan sertifikat yang dibuktikan oleh otoritas kesehatan resmi di negara jamaah dan sertifikat tes PCR hasil negatif asalkan dikeluarkan oleh laboratorium yang diakui di negara peziarah.

Mengenai jemaah haji domestik, syarat pencalonan untuk melakukan haji termasuk mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin yang disetujui, asalkan telah berlalu 6-8 minggu sejak mengambil dosis terakhir.

Selain itu, perlu mendapat dosis kedua segera setelah jamaah menerima haji awal, dalam jangka waktu setidaknya dua minggu sebelum berangkat ke daerah haji.

Selanjutnya, diperlukan tes usap menggunakan teknik PCR untuk memastikan jamaah bebas dari COVID-19. Tes ini harus dilakukan dalam waktu 40 jam sebelum menuju ke area prosedur setibanya di zona haji.

Kontrol yang ditetapkan oleh pihak berwenang telah menetapkan prosedur yang harus diikuti di titik masuk di dalam dan di luar negeri. Itu termasuk verifikasi semua dokumen kesehatan, pemeriksaan sertifikat vaksinasi, dan jamaah yang menjalani prosedur skrining visual.

Nantinya, para peziarah akan diberangkatkan dalam jalur yang ditentukan untuk area transportasi. Prosedur yang ditetapkan juga mencakup alokasi tempat akomodasi yang sesuai dengan persyaratan, termasuk mencegah kepadatan di kamar.

Layanan katering akan diberikan kepada setiap jamaah di kamarnya, sehingga untuk mencegah berkumpul di ruang makan, prasmanan terbuka tidak diizinkan, dan jamaah asing akan dikarantina selama tiga hari.

Di Tempat Suci, Dua Masjid Suci, dan Area Sentral di Makkah dan Madinah lainnya, para peziarah akan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, dan tenda serta titik penyortiran akan didirikan di jalur pejalan kaki, Area Jamarat, dan di stasiun kereta, tas akan disterilkan, dan satpam akan mengatur keluarnya jamaah, sesuai waktu yang ditentukan.

Dalam rencana transportasi Arafah, bus ditentukan untuk setiap kelompok, dengan nomor kursi yang ditetapkan untuk setiap jamaah. Peziarah tidak akan diizinkan untuk berdiri selama perjalanan, dan setidaknya satu kursi harus tetap kosong antara satu penumpang dan yang lain, dengan syarat penumpang membawa barang bawaan mereka.

Para jamaah harus berkomitmen untuk tinggal di tempat yang ditentukan di Arafah dan Muzdalifah.

 

Sumber : ihram.co.id

10 Amalan dan Doa Meraih Malam Lailatul Qadar agar Puasa Ramadhan Diterima

malam_lailatul_wadar

10 Amalan dan Doa Meraih Malam Lailatul Qadar agar Puasa Ramadhan Diterima

 

Bulan Ramadhan sudah berada di fase terakhir. Di sisa akhir Ramadhan, Muslim sudah sepatutnya semakin meningkatkan amal ibadah dan berdoa agar bisa meraih malam Lailatul Qadar dan puasa yang dijalankan di bulan suci ini diterima Allah SWT. Lailatul qadar merupakan malam yang paling dinanti umat Islam di Bulan Ramadhan karena keutamaannya melebihi 1.000 bulan.

Namun, kapan datangnya Lailatul Qadar tak seorang pun mengetahuinya. Nabi Muhammad SAW hanya mengisyaratkan dalam haditsnya untuk mencari lailatul qadar di 10 hari terakhir Ramadhan. Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah khususnya di 10 hari terakhir Ramadhan agar bisa mendapatkan anugerah Lailatul Qadar

Dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda

«إِنِّي رَأَيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا وَهِيَ فِي العشر الأواخر من لياليها وهي طَلْقَةٌ بِلُجَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا لَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِيءَ فَجْرُهَا»

Sesungguhnya aku telah melihat malam Lailatul Qadar, lalu aku dijadikan lupa kepadanya; malam Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh terakhir (bulan Ramadan), pertandanya ialah cerah dan terang, suhunya tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan padanya terdapat rembulan; setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya. Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Bukhori dari Aisyah Radhiya Allahu’anha. Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 malam terakhir di bulan Ramadan”. (HR Bukhori). Berikut 10 amalan dan doa yang bisa dipanjatkan agar meraih malam Lailatul Qadar:

1. Doa Minta Puasa Diterima رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَمَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتِلَاوَتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Wahai Tuhan kami… terimalah puasa kami, shalat kami, ruku’ kami, sujud kami dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

2. Doa Ampunan Dosa Artikel

اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك من سختك والنار، اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّا.

Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita, menerima semua amalan kita di bulan ramadhan, semoga Allah menyelamatkan kita dari api neraka. 

3. Doa lain yang dibaca sebelum bulan Ramadhan pergi: اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً Allahumma Sallimnii ilaa romadhoona wa sallim lii romadhoona wa tasallamhu minni mutaqobbalan Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”

4. Doa Pujian atas keluasan ampunan (3 kali). اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي . Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

5. Doa Permohonan ampunan dan keselamatan. اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك Artinya, “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

6. Membaca syahadat tiga kali. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ Artinya, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.” Dibaca tiga kali.

7. Istighfar أَسْتَغْفِرُ اللهَ Artinya, “Aku memohon ampunan Allah.” Dibaca tiga kali.

8. I’tikaf

Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya memberikan teladan apa yang seharusnya dilakukan jika berada pada 10 hari terakhir bulan ramadhan. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwasanya ‘Aisyah berkata: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم (إذا دخل العشر شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله) متفق عليه وفي رواية مسلم: (كان يجتهد في العشر الأواخر ما لا يجتهد في غيره). “Jika masuk 10 hari akhir bulan ramadhan Rasulullah SAW mengencangkan ikat sarungnya, beliau menghidupkan malamnya dan membangunkan isterinya. Dan dalam riwayat imam Muslim: “Rasulullah SAW bersungguh-sungguh (dalam melakukan ibadah) pada 10 hari akhir bulan ramadhan dibandingkan hari-hari selainnya”

9. Membaca Shalawat Umat yang paling dikenal Nabi dan paling berhak mendapat syafaat beliau adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat. Barang siapa membaca shalawat satu kali maka Allah menulisnya sepuluh kebaikan. Doa ini dibaca 100 kali. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ

10. Membaca Kalimat Tahlil Barang siapa membaca kalimat ini tiga kali setiap malam, maka seolah ia menemukan pahalanya yang sama dengan Lailatul Qadar dan dibaca 3 kali setiap malam. لَا إله إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ Wallahu A’lam Artikel

 

Sumber : www.inews.id/apps

Pelaksanaan Umroh di Masjidil Haram Terapkan Protokol Ketat

jamaah-mengelilingi-kabah-bangunan-kubik-di-masjidil-haram-selama_210413214316-916

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci mengatur keluar masuk hampir 1,5 juta jamaah sholat dan umroh di Masjidil Haram. Jumlah ini dihitung sejak awal bulan suci Ramadhan hingga hari ke-10.

Dilansir di Saudi Gazette, Senin (26/4), umat Muslim yang diizinkan masuk ke Masjidil Haram harus sudah sesuai dengan kontrol tindakan pencegahan.

Sejumlah aturan ditetapkan pihak berwenang, dengan tujuan memberikan kenyamanan bagi para pelaksana umroh  dan jamaah sholat, serta menerapkan tindakan protokol kesehatan dan jarak fisik.

Direktur Departemen Umum untuk manajemen keramaian di Masjidil Haram, Eng. Osama Al-Hujaili, membenarkan jika Kepresidenan telah memanfaatkan kemampuan operasionalnya untuk melayani umat Muslim selama bulan suci Ramadhan.

Hal ini mereka lakukan dengan mengalokasikan halaman mataf (lokasi tawaf) bagi para pelaku Umroh dan mengatur proses keluar masuknya. Tak hanya itu, mereka juga membuat jalur khusus untuk para lansia dan penyandang disabilitas.

Selanjutnya, dia mengimbau para pelaku umroh  untuk mematuhi waktu yang diberikan kepada mereka melalui aplikasi Eatmarna, memakai masker, serta mematuhi jaga jarak fisik. 

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah merilis sejumlah syarat bagi jamaah yang ingin melakukan umroh  selama bulan suci Ramadhan. Salah satunya, hanya Muslim yang sudah divaksin Covid-19 yang boleh melakukan ibadah ini. 

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Haji dan Umroh , setidaknya ada tiga kategori seseorang sudah divaksin. Yakni sudah menerima dua dosis vaksin, sudah disuntik vaksin tunggal corona setidaknya 14 hari sebelumnya, serta telah pulih dari kondisi terinfeksi.   

 

Sumber: saudigazette

Penerbangan internasional mulai 17 Mei tidak berlaku untuk 20 negara yang block kedatangannya ke Arab Saudi

175987077_2951763425035787_5661090902625701851_n

Saudi Arabian Airlines menjelaskan bahwa keputusan untuk membuka kembali penerbangan internasional mulai 17 Mei tidak berlaku untuk 20 negara yang block kedatangannya ke Arab Saudi sejak awal Februari. Sumber berita dari saudia airline mengatakan ini dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya saat menjawab pertanyaan dari seorang warga, apakah penangguhan perjalanan akan dicabut untuk semua negara, termasuk negara yang dilarang Pernyataan tersebut berbunyi: “Selamat datang, tamu kami yang terhormat, penangguhan semua penerbangan internasional akan dicabut mulai pukul 1 pagi pada hari Senin, 17 Mei Tetapi ini tidak akan berlaku bagi negara-negara di mana komite resmi terkait memutuskan untuk menangguhkan perjalanan ke atau dari karena wabah virus korona.” Perlu dicatat bahwa Kementerian Dalam Negeri mengumumkan penangguhan masuknya ekspatriat dari 20 negara ke Kerajaan sebagai bagian dari langkah memerangi virus corona, efektif mulai 3 Februari Keputusan tersebut meengecualikan bagi warga negara Saudi, diplomat asing, praktisi kesehatan dan keluarga mereka Negara-negara yang masuk dalam daftar larangan tersebut adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, India, Jepang, Irlandia, Italian, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir Keputusan tersebut termasuk mereka yang datang dari negara lain jika mereka melewati salah satu dari 20 negara di atas selama 14 hari sebelum pengajuan mereka untuk memasuki Kerajaan.

Sumber : Instagram/@jeddah.yuk

Pengalaman Umroh Yang Tak Biasa Saat Pandemi

0291422cdf05d763a9a69c30971dbf56

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Umroh selama pandemi memiliki tantangan sendiri. Selain membutuhkan dokumen tambahan, harganya pun lebih mahal. Salah seorang jamaah Indonesia menjelaskan pengalamannya ketika umroh saat pandemi.

“Umroh saat pandemi memang sangat berbeda. Karena kita menambah dokumen seperti hasil tes usap paling lambat 48 jam. Apabila negatif bisa berangkat. Tapi kalau positif, penerbangan dijadwalkan ulang dan baru bisa berangkat jika hasil tes usap sudah negatif,” kata Direktur Utama Jazirah Iman Travel, Alfiah Putri Iriyanto kepada Republika.co.id, Rabu (7/4).

Alfiah merupakan salah seorang dari tim delegasi umrah Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (KESTHURI) yang berangkat pada 24 November 2020.

Sebenarnya para jamaah dapat memilih maskapai yang diinginkan. Akan tetapi, saat Alfiah berangkat, kebetulan yang tersedia hanya Saudi Airlines.

Namun, pihak maskapai saat itu tidak menerapkan jaga jarak. Para penumpang duduk layaknya kondisi normal saling berdekatan.

Saat para jamaah tiba di Jeddah, dokumen mereka diperiksa. Lalu mereka diarahkan ke hotel di Makkah untuk melakukan karantina selama tiga hari. Selama perjalanan, mereka naik bus yang telah diatur jarak tempat duduknya dan 48 jam setelah tiba, mereka dites usap.

“Apabila hasilnya negatif, kita boleh keluar melaksanakan ibadah. Tapi kalau hasilnya positif, kita terpaksa terpisah dari grup karena harus isolasi lagi selama sepuluh hari. Kalau setelah sepuluh hari hasil tesnya negatif, baru bisa ibadah,” ujar dia.

Dia menyebut pemerintah Saudi sangat ketat dalam menerapkan prosedur kesehatan. Para jamaah asing tidak bisa sembarang keluar masuk Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Mereka hanya bisa masuk setiap waktu shalat tiba.

Untuk memasuki kawasan masjid, mereka harus menggunakan aplikasi bernama I’tarmana. Sayangnya, aplikasi tersebut hanya bisa diakses oleh warga negara Saudi dan orang yang bermukim di Saudi.

“Kalau kita kan dari luar, kita ada yang mendaftarkan, dari orang yang menerbitkan visa, pihak muassasah. Kita umrohnya sudah diatur jadwalnya dan tidak boleh lewat karena dari id card yang menyediakan adalah kementerian haji dan umroh Arab Saudi,” jelas dia.

Alfiah mulai melaksanakan umroh bersama rombongannya yang terdiri dari 24 orang dan satu orang muassasah.

Ketika di pintu masjid, pihak muassasah akan memperlihatkan barcode kepada petugas. Ibadah Umroh hanya bisa dilakukan sekali. Setelah ritual tawaf dan sa’i, para jamah tidak bisa lagi memasuki wilayah tersebut.

Selain itu, keterbatasan lain yang dirasakan adalah terbatasnya air zam-zam. Para jamaah tidak bisa langsung mengambil dari dispenser, harus petugas yang melayani.

Bahkan, di Masjid Nabawi tidak ada penyediaan air zam-zam dan saat mereka pulang, mereka tidak membawa air zam-zam.

Tak hanya waktu umroh yang dibatasi, waktu di dalam raudhah Masjid Nabawi juga dibatasi hanya 30 menit. Alfiah menekankan para jamaah yang shalat di masjid harus membawa mukena dan sajadah karena area masjid tidak menyediakan peralatan ibadah.

Situasi di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga sangat sepi. “Sangat sedikit toko-toko yang buka. Hotel pun hanya bintang lima saja yang buka, bintang tiga tutup. Jadi, benar-benar sepi,” ucap dia.

Peraturan di hotel juga berbeda saat sebelum pandemi. Setiap kamar hanya bisa diisi oleh dua orang.

Para jamaah juga tidak bisa membeli makanan sembarang, pihak hotel menyiapkan makanan berupa nasi box yang diantar di setiap kamar tiga kali sehari.

Namun, terkadang, mereka harus menunggu lama karena makanan bisa datang telat. Sebab, karyawan hotel sangat terbatas yang bekerja.

“Kita juga harus pakai masker ke mana-mana, wajib. Kalau nggak pakai, kena denda 500 ribu riyal Saudi,” kata dia.

Lebih lanjut, proses pemulangan dari Saudi menuju tanah air kata dia sedikit lebih rumit. Karena saat itu pemerintah Indonesia belum menerapkan wajib karantina selama lima hari, Alfiah dan rombongan tidak dikarantina.

Selain itu, hasil tes usap yang dilakukan di Saudi saat karantina masih berlaku selama 14 hari.

“Saat tiba di Indonesia, di bandara, harus dicek beberapa dokumen. Turun dari pesawat kita antre pengecekan e-HAC lalu antre pemeriksaan validasi hasil tes usap. Karena masih berlaku, kita tidak usah tes lagi,” kata dia.

amun, pada akhir Desember, semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari luar negeri wajib melakukan karantina selama lima hari. Mereka bisa karantina di hotel sekitar bandara dengan gratis atau membayar per malam.

Sekretaris Jenderal KESTHURI, Artha Hanif mengatakan bagi para jamaah yang ingin melakukan umroh saat pandemi harus siap menerima semua risiko.

Sebab, segala hal bisa saja terjadi. Misal, dalam persiapan dokumen sebelum keberangkatan. Ada yang sudah siap dalam hal akomodasi tapi hasil tes usap positif atau hasil tes usap sudah ada tapi visa belum dapat.

“Selain keuangan dan kesehatan, mental juga harus dipersiapkan,” kata Artha.

Pada akhir Januari, jumlah peningkatan kasus Saudi bertambah sehingga pemerintah Saudi menerapkan kebijakan lebih ketat.

Artha menjelaskan ada beberapa kelompok yang tiba di Saudi setelah dites, sekitar 10-15 persen dari mereka positif. Oleh karena itu, pemerintah Saudi menyuruh semua penumpang yang bersamaan dengan jamaah positif agar ditambah masa karantina selama sepuluh hari meskipun mereka memiliki hasil tes usap negatif.

“Alhamdulillah kebijakan tersebut tidak berlanjut karena pada hari kelima orang itu sudah negatif dan bisa melaksanakan ibadah,” ujar dia.

Sumber : ihram.co.id