Blog

Jamaah Terinfeksi Covid-19, 326 Masjid di Saudi Ditutup

petugas-bersihkan-karpet-masjid-nabawi_210315131357-486

IHRAM.CO.ID,RIYADH — Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Islam Saudi menutup tujuh masjid di lima wilayah setelah sejumlah kasus penyakit coronavirus (COVID-19) dikonfirmasi di antara jamaah. Kementerian tersebut mengatakan bahwa dari tujuh masjid tersebut, tiga masjid berada di Riyadh, dan satu di masing-masing wilayah Provinsi Timur, Perbatasan Utara, Najran, dan Asir.

Kasus virus telah menyebabkan 326 masjid terpaksa ditutup sementara selama 41 hari terakhir, dengan 311 dibuka kembali setelah langkah-langkah sanitasi selesai. sebelumnya, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, pada Sabtu (13/3), menutup sementara tiga masjid di dua wilayah setelah sejumlah kasus penyakit coronavirus (COVID-19) dikonfirmasi di antara jamaah.

Selama 34 hari terakhir, kasus virus telah menyebabkan 272 masjid terpaksa ditutup, dengan 264 lainnya telah dibuka kembali setelah langkah-langkah sanitasi selesai. Kementerian tersebut mengatakan bahwa dua masjid berada di Riyadh, dan satu di wilayah Perbatasan Utara. Pihak berwenang akan terus membersihkan dan membersihkan masjid dan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan keamanan pengunjung, tambah kementerian itu.

Sebelumnya, delapan masjid di tiga wilayah di Arab Saudi ditutup sementara setelah 10 jamaah dinyatakan positif Covid-19. Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan mengatakan, dalam 29 hari terakhir, 236 masjid telah ditutup akibat kasus serupa. Dari jumlah tersebut, 224 masjid telah dibuka kembali setelah disterilkan dan dipastikan menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus untuk memastikan keamanan publik.

Enam dari masjid yang ditutup pada Senin (8/3) itu berada di Riyadh, satu di Madinah dan satu di Tabuk. Kementerian menambahkan bahwa enam masjid yang sebelumnya ditutup telah dibuka kembali di Makkah, Qassim dan Provinsi Timur setelah sterilisasi dan pemeliharaan pencegahan. Kementerian juga meminta jamaah dan pejabat masjid untuk mematuhi semua tindakan pencegahan dan melaporkan setiap pelanggaran atau masalah yang menerapkan protokol kesehatan.

 

 

Sumber : https://www.arabnews.com/node/1828961/saudi-arabia

Adab Haji dan Umrah

kementerian-agama-membatalkan-ibadah-haji-dan-umroh-tahun-2020_200602144350-356

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Melaksanakan ibadah haji ke Baitullah merupakan impian setiap Muslim. Namun, salah satu dari rukun Islam itu hanya diwajibkan bagi hamba Allah yang memiliki kemampuan saja. Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 97, ‘’Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah’’

‘’Sedangkan haji mabrur tidaklah dibalas kecuali dengan surga,’’ sabda Rasulullah SAW. (HR Bukhari-Muslim).  Agar predikat mabrur melekat pada setiap diri jamaah, maka setiap hamba Allah yang berhaji dan umrah perlu memperhatikan adab (tata cara) menunaikan salah satu rukun Islam itu. Sehingga, kesempurnaan ibadah haji bisa dicapai.

Lalu, apa saja adab-adab yang perlu diperhatikan setiap jamaah yang akan menunaikan ibadah haji?  Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu’atul Aadaab Islamiyah menjelaskan sederet adab berhaji dan umrah yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan hadis.

Pertama, mengikhlaskan niat hanya karena Allah SWT semata.

Menurut Syekh Sayyid Nada, seseorang tidaklah mendapatkan balasan dari amal yang dikerjakannya,  kecuali sesuai dengan yang diniatkan.  Allah sendiri telah mewajibkan haji semata-mata untuk meraih keridhaan-Nya. ‘’Maka dari itu, hendaknya niat seseorang menunaikan haji atau umrah semata-mata karena Allah dan menunaikan kewajiban yang diperintahkan Allah,’’ tutur ulama terkemuka itu.

Ia mengingatkan janganlah naik haji karena riya supaya dianggap hebat atau hanya ingin mendapatkan gelar haji saja. Menurut Syekh Sayyid Nada, melakukan amal karena manusia  termasuk perbuatan syirik. Allah SWT berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 2, ‘’Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.’’

Kedua, bertobat kepada Allah  dengan toba nashuha.

Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, seseorang yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umrah wajib bertobat kepada Allah dari segala dosa yang pernah dikerjakan sebelum berangkat melaksanakan ibadah tersebut.  Taubat sangat ditekankan bagi setiap Muslim.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Tahrim ayat 8, ‘’Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya’’ Bertobah nashuha lebih ditekankan lagi kepada para calon jamaah haji, karena mereka tidak tahu apakah mereka akan kembali atau tidak. Bisa jadi, mereka menghembuskan nafas terakhirnya di Tanah Suci.

 Keempat, menjaga adab-adab safar berkaitan dengan haji dan umrah.

Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, di antara adab safar dalam haji dan umrah adalah melakukan shalat istikharah untuk memilih waktu keberangkatan, sarana transportasi, kawan seperjalanan, dan waktu keberangkatan. ‘’Selain itu calon jamaah haji juga harus melunasi utangnya sebelum berangkat, atau meminta izin kepada orang yang dia utanginya,’’ paparnya.

Selain itu, calon jamaah juga diharuskan meminta izin kepada orangtua, menulis wasiat, menunjuk orang yang terpercaya untuk menjaga keluarganya, dan meninggalkan nafkah yang cukup bagi mereka, membawa bekal yang cukup dari nafkah halal, dan memilih teman seperjalanan yang saleh, serta berpamitan kepada sanak keluarga. Sebaiknya calon jamaah haji banyak berdoa dan berzikir dalam perjalanan.

 Kelima, mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengan haji dan umrah

 Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim, supaya amal yang dilakukannya benar-benar sesuai dengan syari’at. Menurut Syekh Sayyid Nada,  ilmu adalah imam bagi amal, dan  amal tanpa didasari ilmu sering kali menjadi menyesatkan.

‘’Kadang-kadang orang yang berhaji atau umrah terjatuh ke dalam perbuatan yang dapat membatalkan amalnya atau mengurangi pahalanya.  Oleh karena itu, seorang calon jamaah haji atau yang akan mengerjakan umrah wajib mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan keduanya baik  dari buku, kaset, maupun vcd,’’ tuturnya.

Keenam, membawa bekal yang cukup dari nafkah yang halal.

Seseorang yang hendak naik haji atau umrah membutuhkan bekal yang banyak, baik nafkah selama perjalanan maupun ketika manasik.  Oleh karena itu dia harus menjaga nafkahnya tersebut agar cukup selama perjalanan dan berhaji agar dia tidak kekurangan dan terpaksa meminta kepada orang lain.

‘’Selain itu, Nafkah yang dibawa naik haji harus berasal dari harta yang halal. Sebab jika seseorang menunaikan ibadah haji dengan harta yang haram, misal hasil merampok, mencuri, korupsi, maka sejumlah ahli berpendapat bahwa hajinya batal atau hajinya sah tetapi dia mendapatkan dosa besar,’’ ujar Syekh Sayyid Nada.

Ketujuh, memperbanyak sedekah.

Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sedekah merupakan amal yang sangat dicintai Allah, mendatangkan keridhaan-Nya dan mencegah kemarahan-Nya. Selama mengerjakan haji dan umrah, seseorang akan banyak menjumpai peminta-minta dan orang yang membutuhkan bantuan. Maka dari itu, selayaknya jamaah haji memperbanyak sedekah sesuai dengan kemampuannya untuk mendapat pahala.

Kedelapan, banyak memberikan nafkah kepada teman seperjalanan.

‘’Di dalam memberikan nafkah kepada teman seperjalanan terdapat pahala yang besar dari Allah. Di samping itu akan menciptakan perasaan gembira dan kasih sayang di antara mereka. Maka seharusnya dia meniatkannya untuk mendekatkan   diri kepada Allah, bukan untuk pamer,’’ papar Syekh Sayyid Nada.

Bertakwa kepada Allah berarti mentaati apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang dalam segala urusan dan pada setiap waktu. Hendaknya jamah haji selalu muraqabah (merasa diawasi oleh Allah) serta menjauhi segala perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah. Dalam hatinya seharusnya juga selalu mengaharapkan rahmat-Nya dan takut kepada kemurkaan-Nya.

 

Sumber : Ensiklopedi Abad Islam Menurut Alquran dan As-Sunnah terbitan Pustaka Imam As-Syafi’i

Keutamaan Puasa di Bulan Syaban

tadarus-saat-berpuasa_200828163706-763

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah yang dinantikan umat Islam. Pada tahun 2021 ini awal bulan Sya’ban bertepatan pada Senin (15/3). Salah satu keistimewaan bulan ini terletak pada pertengahannya yang biasanya disebut sebagai Nisfu Sya’ban.

Selain itu, ada sejumlah hadis shahih yang menunjukkan keistimewaan di bulan Sya’ban, di antaranya hadits tentang amalan puasa sunnah. Hadis-hadis ini merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah juga mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Ummu Salamah Ra. mengatakan,

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani).

 

Sumber : Ihram.co.id

Arab Saudi Kembali Tutup Umrah

1724584

JEDDAH  (ManasikNews) — Kerajaan Arab Saudi terhitung mulai hari Rabu (03/02/2021) pukul 9 malam waktu setempat, melarang kedatangan warga negara asing dari 20 negara, termasuk Indonesia, dimaksudkan untuk mengekang penyebaran baru virus corona.

Dengan demikian, sejak saat itu terlarang pula untuk sementara waktu kedatangan jamaah luar negeri dari negara muslim untuk melaksanakan ibadah umrahh.

Pengecualian larangan, yaitu bagi para diplomat dan staf medis internasional, berikut keluarga mereka.

Ke-20 negara itu, adalah Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Lebanon, Turki, Amerika Seserta (AS), Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang

Larangan Saudi tersebut, menurut laporan SPA yang dikutip ArabNews, Rabu (03/02/2021), juga berlaku untuk pelancong  dari 20 negara yang akan transit dalam tempo 14 hari sebelum memasuki Arab Saudi.

Banyak penumpang internasional telah menggunakan Dubai UAE sebagai pusat transit dari negara-negara yang tidak memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi, opsi ini sekarang tidak berlaku lagi.

Tindakan baru Arab Saudi ini dilakukan di tengah lonjakan global kasus Covid-19 varian baru, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Selain itu, otoritas Saudi didera kekhawatiran, bahwa vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia mungkin kurang efektif “menjinakkan” virus.

Inggris memulai pengujian langsung dari pintu ke pintu bagi 80.000 orang pada hari Selasa, dalam upaya untuk membendung penyebaran virus varian Afrika Selatan yang sangat menular, dan telah terjadi peningkatan penyebaran varian di Swedia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Saudi memperingatkan mengenai opsi tindakan yang lebih ketat diperlukan untuk mengekang penyebaran virus,  termasuk jika masyarakat terus “membandel” tidak mematuhi aturan jarak sosial dan larangan pertemuan besar.

Terbaru, Arab Saudi melaporkan adanya 310 kasus baru Covid-19, naik hampir empat kali lipat dari jumlah sebulan sebelumnya.

Seperti diketahui, Arab Saudi menangguhkan untuk kali pertama penerbangan ke dan dari negara monarki ini pada 14 Maret 2020, dua minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah virus corona telah menjadi pandemi.

Namun, Arab Saudi mulai 3 Januari 2021 kembali membuka wilayah perbatasan udara, darat, dan laut dengan negara-negara tetangga. Ternyata kebijakan ini hanya berlaku untuk sesaat saja. (wyn)

 

Sumber : manasiknews.id

Larangan Masuk Arab Saudi Sudah Diprediksi Pengusaha Travel

kelompok-pertama-umat-muslim-melakukan-ibadah-umroh-dengan-penerapan_210203142225-800

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Beberapa pengusaha bidah umroh  dan haji khusus telah memprediksi bahwa akan ada kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi menyangkut perjalanan umroh.

Ternyata prediksi ini benar Arab Saudi telah membuat keputusan temporary suspend kepada 20 warga negara termasuk Indonesia.

“Kita menjadi negara satu-satunya di asia tenggara yang terkena dampak suspend ini,” kata Pemilik travel Riau Wisata Hati, Muhammad Dawood,saat dihubungi, Rabu (3/1).

Muhammad Dawood mengatakan, selama ini seluruh pelaku usaha di dunia tavelling khususnya penyelenggara perjalanan ibadah umroh  (PPIU) dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) khawatir akan ada penutupan umroh. Dan saat ini kekwatirkan itu menjadi kenyataan, PPIU harus menunda berangkatkan umroh  lagi.

“Kami selaku PPIU sudah 11 bulan tidak bisa beraktifitas dan kami mulai kembali mengaktifkan kembali kantor saat beberapa hari yang lalu pemerintah saudi melonggarkan pembatasan usia bagi calon jamaah umroh ,” katanya.

Muhammad mengatakan, Pemerintah Arab Saudi bukan tanpa alasan mengapa memasukan negara Indonesia dalam daftar temporary suspend. Tentunya keputusan ini diambil setelah melihat penyebaran corona di Indonesia cukup tinggi dibandingkan negara asia tenggara lainnya. 

“Sebenarnya sejak beberapa hari belakangan ini kami sudah mendengar isu-isu bahwa Indonesia akan disuspend oleh Pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Menurut Muhammmad, prediksi Indonesia akan masuk daftar suspend ini telah disampaikan melalui diskusi yang mengundang pemerintah dan pihak-pihak terkait. Namun, pihak pemerintah kurang menanggapi dengan tidak hadirnya dalam sebuah diskusi. 

“Sudah kami lakukan undangan kepada pemerintah terkait (Sekjen Kemenkes , Dirjen PHU & Kepala BNPB ) yang dilaksanakan pada 31 Januari 2021 lalu di Jakarta. Tetapi yang hadir pada saat itu hanya Perwakilan dari pihak BNPB,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut, kata Muhammad Dawood, pihaknya telah menyampaikan dan berdiskusi mengenai hal ini kepada pihak BNPB. Bahwa usaha PPIU ini sudah berhenti total beroperasi lebih dari 11 bulan dan mirisnya lagi adalah jika kesempatan untuk bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini mendapatkan perlakuan suspend untuk Indonesia. 

“Kami selaku PPIU memohon kepada Bapak Presiden untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas lagi dalam hal penekanan perkembangan virus corona,” katanya. 

Menurutnya, banyak hal yang ingin disampaikan pengusaha travel kepada presiden terkait berhentinya oprasi di bidang usaha haji dan umroh  ini. Meski demikian pengusaha travel akan terus berusaha mencari solusi menyampaikan aspirasi kepada presiden dengan mengajak lembaga-lembaga pemerintahnya berdiskusi. 

“Untuk menyampaikan sikap sebagai pelaku usaha tour and travel akan berusaha kembali mencoba mengundang pemerintah setingkat menteri untuk bisa kami menyampaikan segala keluh kesah kami selama 11 bulan belakangan ini,” katanya. 

Pada kondisi ini, kata Muhammad, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang tepat dan terukur. Sehingga kebijakan yang diberlakukan pemerintah itu dapat menanggulangi pandemi Covid-19.

“Harapan kami hanyalah ada keputusan yang arif dan bijaksana dari pemerintah soal vaksin, karantina wilayah dan menekan pergerakan warga negara indonesia,” katanya.

 

Sumber : IHRAM.CO.ID

Amphuri Imbau PPIU Jadwal Ulang Keberangkatan Umroh

calon-jemaah-umroh-menunggu-kepastian-keberangkatan-ke-tanah-suci_210203153909-384

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengingatkan penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU) untuk menjadwalkan ulang keberangkatan umroh dalam waktu dekat ini. Imbauan ini setelah Arab Saudi menangguhkan 20 negara termasuk Indonesia masuk Saudi.

“Kami harapkan pada seluruh PPIU penyelenggara ibadah Umroh dan anggota Amphuri lainnya segera memastikan bahwasanya jadwal yang waktu dekat keberangkatan untuk dilakukan penjadwalan ulang,” kata Firman saat dihubungi, Rabu (3/2).

Firman juga mengingatkan agar penyelenggara melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait dengan adanya penangguhan ini. Hal itu penting agar pihak terkait bisa memahami dan mau memberika kebijakan melakukan jadwal ulang keberangkatan. “Silakan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Airline dan hotel-hotel di Saudi perlu untuk penjadwalan ulang keberangkatan jamaah,” katanya.

Firman berharap jamaah bersabar dan menerima dengan lapang dada atas kebijakan Arab Saudi yang menangguhkan sementara warga Indonesia masuk Arab Saudi. Tentunya hal ini demi kemaslahatan semua pihak agar tidak terpapar Covid-19. 

“Pemerintah Saudi Arabia sampai saat ini tetap berkomitmen untuk memastikan setiap perjalanan ibadah khususnya umroh atau haji ke tanah suci dapat dilakukan dalam kondisi aman dan nyaman,” katanya.

Firman juga meminta semua pihak berdoa agar pandemi ini segera Allah SWT angkat, sehingga semua bisa kembali normal. Karena jika masih pandemi umrah dan haji tidak belum bisa dijalankan secara normal. “Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa mengangkat pendemi ini dalam waktu dekat,” katanya.

Firman mengatakan, informasi bawa Indonesia termasuk 20 negara yang ditangguhkan masuk Arab Saudi itu disampaikan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan Saudi Arabia. Penangguhan ini dilakukan karena ada virus covid-19 varian baru yang melanda semua negara.

“Dasarnya untuk pencegahan penyebaran jenis varian baru dari covid-19 informasi ini tentu berakibat kepada penangguhan sementara juga keberangkatan umroh dari Indonesia karena Indonesia termasuk dari 20 negara tersebut,” katanya.

 

Sumber : IHRAM.CO.ID

Forum SATHU: Perlu Ada Perbaikan Menyeluruh Sistem Haji

kementerian-agama-membatalkan-ibadah-haji-dan-umroh-tahun-2020_200602144350-356

IHRAM.CO.ID,JAKARTA — Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umroh (Forum SATHU) meminta pemerintah segera membedah sistem perhajian terutama terkait daftar tunggu agar tak merugikan jamaah yang berangkat belakangan. Permintaan itu menyusul pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang mengatakan subsidi yang diberikan kapada jamaah haji reguler terlalu besar. 

Ketua Harian Forum Satu Baluki Ahmad mengatakan, permintaan Wapres Maruf Amin kepada Menteri Agama agar menghitung ulang subsidi yang diberikan kepada jamaah haji akan merugikan jamaah yang berangkat belakangan. Padahal uang mereka telah terpakai oleh jamaah yang berangkat pada tahun berjalan.

“Inilah satu hal yang harus dipahami oleh pemerintah, jangan sampai pemerintah mengatakan tidak akan memberikan subsidi kepada jamaah,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/1).

Karena memang pemerintah sebenarnya tidak pernah memberikan subsidi itu sesungguhnya. Selama ini subsidi yang digunakan pemerintah merupakan uang jamaah lain yang belum diberangkatkan. 

Baluki mengatakan, sistem pendaftaran haji selama ini  bermasalah, namun pemerintah tak memperbaikinya. Di mana sistem haji reguler sekarang konsepnya sistem ponzi, jadi jamaah setor uang muka baru berangkat 25 atau 30 tahun lagi dan sistem ini pernah digunakan First Travel.

“Sistem ini sesuatu hal aturan yang sesungguhnya tidak menjadikan keadilan, tetapi itu terus berjalan,” katanya.

Baluki mengatakan, tidak ada masalah jika pemerintah ingin mengembalikan sistem pendaftaran seperti semula, di mana jamaah membayar haji sesuai dengan harga yang sesungguhnya. Akan tetapi uang jamaah yang sudah terkumpul harus dibagikan kepada jamaah yang belum berangkat.

“Kalau pemerintah mengatakan bahwa akan dikembalikan jamaah sesuai penyetorannya dengan kemampuannya fine-fine saja. Akan tapi kemana uangnya tersimpan,” katanya.

Baluki memastikan, bahwa selama ini pemerintah tidak pernah memberikan subsidi kepada jamaah haji. Negara memang mengeluarkan APBN untuk penyelenggaraan haji, akan tetapi itu semua untuk biaya petugas di Kemenag dan Kemenkes.

“Jamaahnya sendiri tidak mendapatkan, kalaupun jamaah membayar 34 kost haji sampai 73 sekian itu 30 sekiranya duit jamaah hasil optimalisasi hasil pengelolaan dana oleh BPKH sekarang ini yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Agama,” katanya.

Untuk itu kata dia perlu ada perbaikan secara menyeluruh dalam sistem perhajian. Terutama terkait sistem pendaftaran dengan skema fonzi yang dapat merugikan jamaah yang berangkat belakangan.

“Sistem tidak akan menjadikan suatu hal yang baik, kalau sekala fonzi itu tidak segera dibendung, tidak disikapi oleh pemerintah maka yang dirugikan jamaah,” katanya.

 

Sumber : Ihram.co.id

Wapres Minta Kepastian Haji Tahun Ini Ada atau Tidak?

wakil-presiden-ri-kh-maruf_210104002400-829

IHRAM.CO.ID,JAKARTA — Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk secara aktif melobi Pemerintah Arab Saudi terkait kepastian kuota haji 2021 untuk jemaah asal Indonesia.

“Wapres minta agar Menag secara proaktif melakukan lobi ke Arab Saudi, supaya ada kepastian, biar masyarakat yang berniat haji tahun ini ada kepastian,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (6/1).

Wapres Ma’ruf berharap Pemerintah Indonesia mendapatkan kepastian apakah penyelenggaraan ibadah haji tetap diselenggarakan meski pandemi COVID-19 masih melanda.

“Jadi Wapres minta agar segera dipastikan apakah penyelenggaraan haji tahun ini ada atau tidak,” tambah Masduki.

Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi sempat meniadakan penyelenggaraan haji sebagai salah satu kebijakan dalam menangani pandemi COVID-19 di negara tersebut.

Pada pertengahan 2020, Pemerintah Arab Saudi membuka kembali penyelenggaraan ibadah haji namun dilakukan secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi jemaah.

Pada 2019, Pemerintah Indonesia mendapat kebijakan khusus dari Raja Salman untuk menambah kuota haji sebanyak 20.000 slot, sehingga penyelenggaraan haji pada 2020 seharusnya dapat diberikan kepada 231.000 calon haji.

Namun, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi pada 2020, karena angka kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Keputusan tersebut dituangkan dalam SK Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Fachrul Razi.

Di 2021, Kemenag menyiapkan tiga skenario untuk pengiriman jemaah haji asal Indonesia ke Arab Saudi; yakni memberangkatkan sesuai kuota normal, mengirimkan jemaah 50 persen dari kuota normal dan tidak memberangkatkan haji seperti di 2020.

Kuota dasar jemaah haji dari Indonesia hingga saat ini berada di angka 211.000 slot, yang terbagi atas 194.000 kuota reguler dan 17.000 kuota khusus. Jumlah kuota dasar tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tahun 1987 di Amman, Yordania.

 

Sumber : Ihram.co.id

Dubes Arab Saudi Temui Menag, Bahas Pelaksanaan Haji 2021

kementerian-agama-membatalkan-ibadah-haji-dan-umroh-tahun-2020_200602144350-356

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, bertemu Duta Besar (Dubes) Arab Saudi, Esam Abid Althagafi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (11/1). Dalam pertemuan perdananya dengan Menag Yaqut, beberapa hal menjadi bahasan, termasuk pelaksanaan ibadah haji 2021.

Terkait pelaksanaan Haji 2021, Dubes Althagafi meminta pemerintah Indonesia untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari Arab Saudi. Ia pun berjanji akan segera menyampaikan kepastian berapa jumlah kuota jamaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan.

“Setelah pertemuan ini, kami akan segera berkomunikasi dengan Menteri Haji, agar kami dapat segera memberikan informasi kepada Indonesia berapa kepastian jumlah jemaah yang bisa diberangkatkan,” ujar Dubes Althagafi dalam keterangan yang diterima Republika, Senin (11/1).

Menag Yaqut Cholil Qoumas lantas menyambut baik komitmen dari Dubes Arab Saudi Esam Abid Althagafi. Ia berjanji akan meneruskan berbagai kerja sama baik yang telah diinisiasi oleh pendahulunya dengan Arab Saudi.

Terkait gelaran Haji 2021, Menag juga menyampaikan harapannya agar pihak Arab Saudi dapat segera mengumumkan jumlah kuota jamaah haji. Dengan adanya informasi kuota, ia menyebut Kemenag bisa segera melakukan berbagai persiapan.

“Kami akan menaati berbagai ketentuan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, agar semua berlangsung dengan aman. Kami senang, karena Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan jemaah haji Indonesia untuk dapat beribadah ke Baitullah,” ucap Menag.

Tak hanya membahas seputar haji 2021, kedatangan Dubes Althagafi juga untuk membahas berbagai program kerjasama antara Arab Saudi dan Indonesia. Salah satunya, rencana Konferensi Internasional Moderasi Beragama.

Konferensi internasional moderasi beragama, menurut Dubes, sedianya dilaksanakan di Indonesia pada 2020. Tetapi kegiatan tersebut hingga saat ini belum bisa terlaksana, akibat adanya pandemi covid-19.

“Kami berharap program ini tetap dapat dilaksanakan di Indonesia, karena ini merupakan negara yang dapat menjadi contoh moderasi beragama bagi dunia,” ujar Dubes Althagafi.

Ia juga mengungkapkan selama ini Kemenag adalah mitra utama dalam berbagai program kerjasama Indonesia dan Arab Saudi. Karenanya pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan Kemenag.

Tak hanya itu, ia menyebut Saudi selalu terbuka dengan Indonesia. Dengan kehadiran dilantiknya Menteri Agama yang baru, ia berharap dapat melanjutkan beberapa program yang tertunda.

Di akhir pertemuan, Dubes Althagafi menerima kenang-kenangan dua set Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa yang merupakan kakek Menag Yaqut. “Ini kitab karya kakek saya. Yang ini versi bahasa Indonesia, dan ini yang dalam bahasa Jawa,” kata Menag.

 

Sumber : Ihram.co.id

Sampai di Arab Saudi, Muslim Indonesia Lanjutkan Umroh

umroh-ilustrasi-_150105121024-567

IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Jamaah umroh asal Indonesia tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Sabtu (9/10). Mereka merupakan gelombang pertama yang melanjutkan umrah, sejak Saudi mencabut larangan penerbangan internasional dua pekan kemarin.

Dilansir di Saudi Gazette, para peziarah meninggalkan bandara dan segera menuju Makkah. Di kota ini, mereka akan menghabiskan tiga hari melaksanakan di karantina wajib, di akomodasi yang telah dipesan, sebelum menunaikan umrah.

Kebijakan karantina ini sejalan dengan tindakan pencegahan dan protokol kesehatan menghadapi virus Covid-19. Aturan tersebut ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, sembari mengizinkan jamaah asing menunaikan ibadah umrah.

Jamaah umrah asing diperbolehkan memasuki Saudi dan menjalankan ibadah umrah, bersamaan dengan tahap ketiga dimulainya kembali layanan Umrah secara bertahap dan kunjungan ke Dua Masjid Suci, mulai 1 November.

Kementerian Haji dan Umrah sangat ingin menerapkan model Umrah yang aman bagi mereka yang datang untuk melakukan ritual Umrah. Sebagai bentuk usaha, Saudi meningkatkan kesiapan semua perusahaan penyedia layanan Umrah, untuk memfasilitasi perjalanan para jamaah selama mereka tinggal di Kerajaan.

Hal itu merupakan bentuk implementasi arahan Pemerintah Saudi yang dipimpin oleh Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, dan tindak lanjut Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Benten.

Selama pelaksanaan ibadah, Kementerian Haji dan Umrah Saudi meminta para peziarah secara ketat mematuhi tindakan pencegahan dan protokol kesehatan, sejak kedatangan mereka hingga kepulangan mereka. 

Sumber : ihram.co.id